Doa Nabi Yusuf Memikat wanita, Ini yang Harus Diamalkan Dijamin Mujarab
Doa Nabi Yusuf memikat wanita menjadi salah satu amalan yang bisa dipanjatkan bagi Anda yang sedang dilanda asmara. Seperti diketahui tiap orang pasti merasakan momen kasmaran dalam hidupnya. Orang yang sedang kasmaran akan sangat mudah dipahami gejalanya.
Doa Nabi Yusuf memikat wanita menjadi salah satu amalan yang bisa dipanjatkan bagi Anda yang sedang dilanda asmara. Seperti diketahui tiap orang pasti merasakan momen kasmaran dalam hidupnya.
Orang yang sedang kasmaran akan sangat mudah dipahami gejalanya. Ini juga menjadi efek dari sebuah cinta yang terungkap dalam satu syair:
"Aku tak tahu apakah pesonanya yang memikat atau mungkin akalku yang tak lagi ditempat,".
Baca juga: Surat Yusuf, Bacaan Ayat 4 Beserta Terjemahan Dan Isinya
Perhatian yang cenderung berbeda bahkan mampu menarik atensinya sehingga seseorang akan berbuat baik kepadanya untuk membuat agar lebih dekat. Mungkin semuanya terdengar biasa, akan tetapi ini bisa jadi strategi berdasarkan tabiat hati yang menyukai seseorang yang baik.
Ada sebuah doa yang bisa diamalkan untuk memikat wanita yang bersumber dari Al-Quran. Dirangkum dari dalamislam.om, berikut adalah doa Nabi Yusuf memikat wanita yang bisa diamalkan.
Surat Yusuf ayat 4
Iż qāla yụsufu li'abīhi yā abati innī ra'aitu aḥada 'asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra'aituhum lī sājidīn
Artinya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan kelihatan semuanya sujud kepadaku.”
Surat Yusuf Ayat 13
Qāla innī layaḥzununī an taż-habụ bihī wa akhāfu ay ya'kulahuż-żi'bu wa antum 'an-hu gāfilụn
Artinya: “Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah Malaikat yang mulia.”
Surat Yusuf Ayat 23
Wa rāwadat-hullatī huwa fī baitihā 'an nafsihī wa gallaqatil-abwāba wa qālat haita lak, qāla ma'āżallāhi innahụ rabbī aḥsana maṡwāy, innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn
Artinya: “Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata : Marilah kesini. Yusuf berkata: Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.”
Surat Yusuf Ayat 31
Fa lammā sami'at bimakrihinna arsalat ilaihinna wa a'tadat lahunna muttaka'aw wa ātat kulla wāḥidatim min-hunna sikkīnaw wa qālatikhruj 'alaihinn, fa lammā ra'ainahū akbarnahụ wa qaṭṭa'na aidiyahunna wa qulna ḥāsya lillāhi mā hāżā basyarā, in hāżā illā malakung karīm
Artinya: “Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): 'Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka'. Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupanya), dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: 'Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.'”
Doa Memohon Jodoh
Bukan hanya doa nabi Yusuf memikat wanita saja, ternyata ada juga doa memikat hati seseorang yang kita sayang dengan salat istikharah. Kita bisa memanjatkan doa kepada Allah dengan memaksa agar segera dijodohkan dengan orang itu.
Sebenarnya sesuatu yang terbaik ialah pilihan Allah. Allah pun juga berfirman:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
Perlu disadari jika Anda tak bisa memaksa Allah karena Beliau tahu apa yang terbaik untuk umatnya. Apabila kita berdoa, Anda bisa meminta dengan memanjatkan doa istikharah berikut ini:
Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.” (HR. Bukhari).