LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Doa Hujan Lebat & Angin Kencang, Beserta Dzikir Rasulullah SAW agar Terhindar Banjir

Bacaan doa hujan lebat dan angin kencang beserta dzikir Rasulullah SAW agar terhindar dari banjir.

2022-07-20 12:41:00
Kumpulan Doa-Doa
Advertisement

Berada di daerah tropis membuat Indonesia sering dilanda hujan. Bahkan seiring berjalannya waktu, intensitas curah hujah semakin meningkat dan berbeda-beda. Meski begitu, umat Islam menyakini hujan merupakan sebuah rezeki yang diberikan kepada mereka. Sehingga tidak sedikit dari umat Islam yang memanjatkan doa hujan lebat.

Membaca doa hujan lebat memang dianjurkan dengan harapan air yang turun dari langit ini dapat memberikan manfaat dan berkah kepada makhluk hidup. Terlebih saat hujan turun dengan begitu lebat dan disertai angin kencang. Kondisi tersebut mampu membuat sejumlah orang merasa cemas sehingga langsung membaca doa hujan lebat dan angin kencang.

BACA JUGA: Doa Hujan Angin Bahasa Arab, Latin Dan Artinya

Tujuan membaca doa hujan lebat dan angin kencang ini adalah agar fenomena alam tersebut tidak akan menimbulkan bencana. Lantas bagaimana bacaan doa hujan lebat dan angin kencang beserta dzikir Rasulullah SAW agar terhindar dari banjir?

Advertisement

Melansir dari berbagai sumber, Rabu (20/7), simak ulasan informasinya berikut ini.

Doa Hujan Lebat Rasulullah SAW

Melansir dari Rumaysho, dalam hadits Anas bin Malik disebutkan saat hujan tidak kunjung berhenti, Rasulullah SAW memohon kepada Allah SWT agar cuaca bisa kembali cerah. Adapun bacaan doa hujan lebat Rasulullah SAW adaah sebagai berikut:

Advertisement

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

Artinya:
"Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan." (HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897)

Aisyah R.A pernah menceritakan,

وَكَانَ إِذَا رَأَى غَيْمًا أَوْ رِيحًا عُرِفَ فِى وَجْهِهِ . قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الْغَيْمَ فَرِحُوا ، رَجَاءَ أَنْ يَكُونَ فِيهِ الْمَطَرُ ، وَأَرَاكَ إِذَا رَأَيْتَهُ عُرِفَ فِى وَجْهِكَ الْكَرَاهِيَةُ . فَقَالَ « يَا عَائِشَةُ مَا يُؤْمِنِّى أَنْ يَكُونَ فِيهِ عَذَابٌ عُذِّبَ قَوْمٌ بِالرِّيحِ ، وَقَدْ رَأَى قَوْمٌ الْعَذَابَ فَقَالُوا ( هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا ) »

Artinya:
"Jika Rasulullah SAW melihat mendung atau angin, maka raut wajahnya pun berbeda." ‘Aisyah berkata, "Wahai Rasulullah, jika orang-orang melihat mendung, mereka akan begitu girang. Mereka mengharap-harap agar hujan segera turun. Namun berbeda halnya dengan engkau. Jika melihat mendung, terlihat wajahmu menunjukkan tanda tidak suka." Beliau pun bersabda, "Wahai ‘Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adalah azab. Dan pernah suatu kaum diberi azab dengan datangnya angin (setelah itu). Kaum tersebut (yaitu kaum ‘Aad) ketika melihat azab, mereka mengatakan, "Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita." (HR. Bukhari no. 4829 dan Muslim no. 899)

Hujan Berupa Azab

Yang dimaksud oleh Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut,

فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (24) تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لَا يُرَى إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (25)

Artinya:
"Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa." (QS. Al Ahqaf: 24-25)

Doa Hujan Lebat

Rasulullah SAW juga dikabarkan membaca doa hujan lebat dan angin kencang berikut ini,

Allohumma inni as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’udzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

Artinya:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau datangkan bersamanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya."

Doa Rasulullah SAW Agar Terhindar Banjir

Bukan hanya doa hujan lebat dan angin kencang, terdapat bacaan doa Rasulullah SAW agar terhindar dari banjir. Berikut bacaan doanya:

Allohumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allahumma ‘alal ahkaami wadh dhiroobi, wa buthuunil audiyati, wa manaabitsis-syajarati.

Artinya:
"Ya Allah berilah hujan di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah berilah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan."

Dzikir Usai Hujan Lebat & Angin Kencang

Usai hujan lebat dan angin kecang, ada baiknya untuk berdizikir kepada Allah SWT. Hal ini sebagai ucapan syukur atas rahmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Berikut bacaan dzikir usai hujan lebat dan angin kencang:

Muthirna bi fadhlillaahi wa rohmatihi.

Artinya:
"Kita diberi hujan dari langit karena karunia dan rahmat Allah."

(mdk/tan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.