Disorot Media Asing, Potret Ventilasi Dijebol Penonton Demi Keluar dari Kanjuruhan
Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10) malam tak hanya mendapat sorotan dari beberapa pihak di dalam negeri.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10) malam mendapat sorotan dari media internasional. Beberapa media luar bahkan memberitakan kronologi dan menggambarkan kondisi di Stadion Kanjuruhan secara langsung.
Salah satu media luar negeri yang menggambarkan kondisi Kanjuruhan pasca kerusuhan yang mengakibatkan ratusan orang tewas adalah Al Jazeera.
Jurnalis Al Jazeera, Jessica Washington terjun langsung ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Dalam laporan kepada jaringan televisi Al Jazeera, dia menyoroti kondisi stadion yang rusak parah setelah tragedi Sabtu malam itu.
Satu kondisi yang parah adalah dijebolnya dinding ventilasi untuk akses keluar penonton. Seperti apa kondisi yang digambarkan oleh Al Jazeera? Simak ulasan berikut.
Kerusakan Parah di Gate 13
Youtube Al Jazeera English ©2022 Merdeka.com
Jessica menggambarkan kondisi di area Gate 13 yang menjadi area paling parah, pada saat penonton mencoba menyelamatkan diri dari kepungan gas air mata.
Kondisi pintu yang terkunci menambah situasi semakin mencekam karena banyak penonton terutama anak-anak dan wanita yang terinjak dan kesulitan bernapas.
"Pintu besi di sini Anda bisa lihat ringsek karena orang-orang berlari menyelamatkan diri," ujarnya seraya menunjukkan pintu besi berwarna biru.
Dalam laporannya Jessica, menunjukkan ventilasi di stadion tersebut yang dijebol para penonton. Hal itu sebagai upaya menyelamatkan diri setelah polisi menembakkan gas air mata ke tengah lapangan dan ke arah tribun yang dipenuhi penonton.
Alasan Suporter Menjebol Dinding Ventilasi
Berdasarkan prosedur pintu keluar akan dibuka 15 menit sebelum pertandingan usai. Namun di peristiwa tragedi Kanjuruhan Malang ini, hingga pertandingan usai, pintu tak kunjung dibuka oleh petugas.
Lemparan gas air mata ke arah tribun, membuat kepanikan massal sehingga penonton reflek mencari akses keluar untuk menghindari gas tersebut. Namun Gate 12 dan 13 sebagai akses utama, keadannya terkunci sehingga penonton terjebak dan berdesakan karena gas yang semakin mengepul.
Youtube Al Jazeera English ©2022 Merdeka.com
Alasan inilah yang membuat beberapa penonton berinisiatif untuk menjebol dinding ventilasi supaya bisa keluar dan menyelamatkan beberapa korban yang sudah tidak bernapas di depan pintu.
Penonton Terjebak Gas Air Mata
Youtube Al Jazeera English ©2022 Merdeka.com
Jessica juga menjabarkan dari keterangan beberapa saksi bahwa kondisi beberapa pintu di tribun dalam kondisi terkunci saat polisi melemparkan gas air mata.
Upaya darurat dengan merusak fasilitas akses keluar bisa terlihat di video tersebut, pintu di Gate 13 mengalami rusak parah karena dijebol oleh penonton.
Dinding ventilasi menjadi salah satu titik dengan kerusakan parah dengan lubang besar yang ditinggalkan.
Beberapa Tulisan Duka dan Kecaman di Area Gate 13
Beberapa tulisan dukacita dan kritikan juga tampak di sekitar lokasi tersebut sebagai wujud keprihatinan atas peristiwa yang terjadi.
Dia juga menambahkan, masyarakat sangat marah dan meminta jawaban kepada aparat kepolisian terkait insiden tersebut.
Youtube Al Jazeera English ©2022 Merdeka.com
Di dekat pintu besi berwarna biru itu, ada tulisan dari cat semprot di atas rolling door berbunyi "SAUDARAKU DIBUNUH, USUT TUNTAS".
"Begitu besar kemarahan dan keputusasaan di sini, mengejutkan bahwa banyak korban merupakan anak-anak muda laki-laki dan perempuan," papar Jessica.
Di lokasi sekitar stadion, dia juga melihat banyak bertebaran sejumlah barang milik penonton seperti dompet dan ratusan sepatu yang berserakan ketika mereka berusaha menyelamatkan diri keluar dari stadion.
"Orang-orang menunggu jawaban, menuntut pertanggungjawaban," jelasnya.
Simak video lengkap Al Jazeera: