LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Di Sumur ini Pentolan PKI Muso Ditembak Mati TNI, Mayatnya Lalu Dibakar di Alun-alun

Peristiwa PKI merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh PKI dalam tragedi tersebut menjadi korban dan banyak dari mereka dibunuh dengan sadis.

2022-10-05 14:00:00
Trending
Advertisement

Peristiwa PKI salah satu catatan penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh PKI dalam tragedi tersebut menjadi korban dan banyak dari mereka dibunuh dengan sadis.

Salah satunya adalah Muso. Muso merupakan tokoh PKI yang sempat memproklamirkan Negara Republik Indonesia Soviet di Madiun. Atas dasar itu, ia kemudian menjadi salah satu orang yang paling dicari oleh TNI.

Muso ditemukan di sebuah kamar mandi di dekat sumur. Jenazahnya kemudian dibawa ke sebuah alun-alun dan dibakar di sana. Simak ulasannya sebagai berikut.

Advertisement

Siapakah Muso?

wikipedia.org

Advertisement

Muso adalah tokoh PKI yang memproklamirkan Negara Republik Soviet. Ia memproklamirkan itu pada 18 September 1948. Namun, dua minggu kemudian, negara yang baru diproklamirkan tersebut berhasil ditumpas oleh TNI.

Muso dicari dan melarikan diri. Ia sempat melarikan diri dengan Amir Syarifudin. Namun, dalam perjalanan mereka berpisah. Muso ditemani oleh beberapa pengawalnya. Tanggal 31 Oktober, ia dipergoki oleh TNI di Ponorogo.

Muso menolak untuk menyerah dan tetap bersikukuh untuk melarikan diri. Ia bersembunyi di sebuah kamar mandi. TNI menemukannya dan mereka kemudian baku tembak hingga tewas.

Tidak berhenti sampai di situ, jenazah Muso dibawa ke sebuah alun-alun dan kemudian dibakar.

Sumur Tempat Tewasnya Muso

©2022 youtube.com/purbosasongko

Muso ditembak oleh TNI di sebuah sumur milik warga. Sumur itu terletak di rumah bagian samping Haji Sidik. Tepatnya berada di Desa Semanding, Kecamatan Kauman Sumoroto, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Dalam sebuah video di channel YouTube Purbo Sasongko, sumur itu sampai sekarang masih terjaga keasliannya, hanya saja, ada sedikit perubahan. Di samping sumur terdapat sebuah kamar mandi yang puluhan tahun lalu dipakai Muso untuk bersembunyi dari TNI.

Muso melarikan diri dari TNI yang berhasil menghancurkan pasukan pemberontak di Madiun. Muso bahkan disebutkan sempat berhasil merampas senjata milik salah satu TNI. Di sebuah sumur inilah Muso melakukan baku tembak.

Muso Dipergoki oleh Tentara Siliwangi

Dalam perjalanan melarikan diri, Muso sempat menyamar sebagai kusir sebuah andong. Dikatakan bahwa ia merampas andong dari warga.

Dari arah berlawanan, terdapat rombongan Tentara Siliwangi. Mereka kemudian memergoki Muso sedang menyamar. Hal itu karena Muso melancarkan serangan dengan menembakkan peluru ke tentara.

Selanjutnya, Muso dikejar oleh Tentara Siliwangi dan bersembunyi di pekarangan samping rumah Haji Sidik.

Keterangan Pemilik Rumah

©2022 youtube.com/purbosasongko

Rumah yang dahulu dihuni oleh Sidik kini sudah ditinggali oleh cucunya bernama Adib. Dahulu wilayah tersebut merupakan area persawahan dan hanya berdiri rumah tersebut.

Di sebuah kamar mandi (jeding) Muso bersembunyi dari Tentara Siliwangi. Pemilik rumah mengintip ke kamar mandi, tidak mengetahui bahwa itu adalah Muso. Muso membawa senjata dan meminta makanan ke Sidik. 

Dilemparkanlah sebuah mangga dan Muso memakannya dengan lahap. Namun, Haji Soib, ayah dari Sidik mengetahui bahwa itu adalah Muso. Diikuti dengan Tentara Siliwangi yang juga mengetahui tempat persembunyian Muso.

Muso diminta untuk tidak melawan, akan tetapi ia tetap mengacungkan senjata. Tentara kemudian menembakkan dan Muso kemudian tewas.

Jenazah Dibakar di Alun-alun

©2022 youtube.com/purbosasongko

Jenazah Muso dibawa ke rumah sakit yang sekarang sudah menjadi SMA 1. Di sana, jenazah Muso diperiksa dan dipastikan bahwa Muso sudah meninggal dunia.

Setelah itu, Tentara membawa jenazah Muso ke sebuah alun-alun dan kemudian dibakar.

Pembakaran jenazah Muso itu bertujuan untuk memberitahu kepada para pengikutnya bahwa Muso sudah meninggal dan supaya tidak kembali dikultuskan.

(mdk/mff)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.