Data Sementara Anak Gagal Ginjal Misterius dari DKI Hingga Daerah, ini Gejalanya
Ada beberapa gejala yang harus diwaspadai. Gejala-gejala tersebut nyatanya tidak boleh disepelekan karena berujung merenggut nyawa.
Wabah gagal ginjal misterius pada anak sedang banyak terjadi. Ditemukan kasus anak meninggal akibat gagal ginjal misterius di DKI Jakarta hingga daerah.
Ada beberapa gejala yang harus diwaspadai. Gejala-gejala tersebut nyatanya tidak boleh disepelekan karena berujung merenggut nyawa.
Berikut ulasan selengkapnya, Rabu (19/10).
Ditemukan 13 Kasus Gagal Ginjal di DIY
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie membenarkan soal temuan 13 kasus gagal ginjal akut di daerahnya. Lima orang meninggal dunia dari 13 kasus tersebut.
Sementara dua orang telah berhasil dinyatakan sembuh dan enam orang lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit. Dari 13 kasus yang sudah ditemukan rata-rata penderita di rentang usia tujuh bulan hingga 13 tahun.
"Ginjal ada hubungannya dengan urin. Kalau berkurang biasanya pipis-pipis, terus enggak pipis, terus pipisnya keruh, tapi kemudian batuk, mual dan diare bisa jadi parameter. Segera bawa ke fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan)," imbau Pembajun.
Gejala-Gejala yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa gejala yang merujuk kepada gagal ginjal akut misterius ini. Antara lain adalah demam, muntah-muntah, diare.
Selain itu, Pembajun juga mengatakan jika gejala yang hampir sama dirasakan adalah ketika mengeluh susah pipis dan pipisnya mulai keruh.
lifeline24.co.uk
"Usia penderita tujuh bulan hingga 13 tahun. Gejalanya hampir sama, demam, muntah-muntah, diare, mengeluh susah pipis dan pipis keruh," kata Pembajun dalam keterangannya, Selasa (18/10).
6 Anak Dilaporkan Meninggal Akibat Gagal Ginjal di Sumut
Kasus gagal ginjal akut pada anak ini juga ditemukan di Sumatera Utara. Sedikitnya ada enam anak yang dilaporkan meninggal dunia usai terinfeksi penyakit gagal ginjal akut misterius.
Mereka berasal dari beberapa daerah di Sumut dan memang sempat menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan.
"Mulai Juli sampai Oktober ini ada tujuh kasus yang ditangani dan satu kasus berhasil ditangani serta pasien sudah sehat. Namun beberapa (enam anak) tidak bisa diselamatkan (meninggal)," kata dokter spesialis anak konsultan nefrologi RSUP H Adam Malik Medan, Rosmayanti Syafriani Siregar, Selasa (18/10).
Ada 25 Anak di Jakarta Meninggal Dunia karena Ginjal Akut Misterius
Data dari Dinas Kesehatan DKI melaporkan sebanyak 42 kasus gagal ginjal akut misterius di Jakarta. Data itu dikumpulkan sejak 1 Januari hingga 13 Oktober 2022 dan kasusnya terdiri dari 29 laki-laki serta 13 perempuan.
Dari jumlah ini, ada 37 kasus balita dan lima kasus usia 5 hingga 18 tahun. Dinkes DKI Jakarta mencatat sebanyak 25 orang meninggal dunia dari 42 temuan kasusnya, rawat inap 7 orang dan 10 orangnya lagi dinyatakan sembuh.
©Shutterstock.com/SSCREATIONS
Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersinergi dengan pemerintah pusat untuk melakukan investigasi kasus gagal ginjal akut misterius yang menimpa anak berusia di bawah enam tahun.
"Kami berkolaborasi, bersinergi antara pusat dan daerah. Itu menjadi penting karena sama-sama hal yang relatif baru," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti seperti dilansir dari Antara pada Minggu (16/10).
Bayi 2 Tahun di Rote Ndao Meninggal akibat Gagal Ginjal
Begitu memprihatinkan, seorang bayi berusia dua tahun di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur dinyatakan meninggal usai mengidap gagal ginjal misterius ini. Dikatakan oleh Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTT, dr Woro Indri Patmosiwi kasus terjadi pada akhir September lalu.
Menurut dia tidak terdeteksi penyebab pasti dari kondisi gagal ginjal yang dialami oleh bayi tersebut, terlebih dengan adanya fasilitas pemeriksa fungsi ginjal yang terbatas. Diagnosis terjadinya gagal ginjal terhadap bayi itu karena tidak kencing selama 12 jam lalu. Bayi ini kemudian meninggal dunia, enam jam setelah dibawa keluarga untuk dilakukan pemeriksaan di rumah sakit setempat.
"Penyebabnya benar-benar kita tidak tahu," ungkap dokter spesialis anak di Klinik Medika Wirasakti ini, Sabtu (15/10).
IDAI Bali Sebut 11 Orang dari 17 Pasien Gagal Ginjal Misterius Meninggal
Di Bali, disebutkan oleh pihak IDAI jika sebanyak 11 orang pasien di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar, Bali yang mengidap gangguan ginjal misterius dan akut atau Acute Kidney Injury ini meninggal dunia.
"Kasus yang meninggal dari 17 (pasien) itu, (ada) 11 orang meninggal. Dan rata-rata meninggal dalam keadaan fungsi ginjal sangat terminal, yang kita sebut gagal ginjal akut, susah kalau sudah keadaan itu," kata dr. IGN. Sanjaya Putra selaku Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, Bali, Jumat (14/10).
©©2012 Shutterstock/Sebastian Kaulitzki
Ia menerangkan jika angka mortalitas atau kematian karena penyakit satu ini mulai meninggi. Rata-rata mereka yang meninggal datang dengan keadaan fungsi ginjal yang sangat terminal atau akut.
Data Ginjal Akut pada Anak per 26 September - 14 Oktober 2022 Menurut IDAI
IDAI melaporkan bahwa kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia mencapai sebanyak 152 kasus. Hal ini berdasarkan data yang dihimpun sejak 26 September-14 Oktober 2022.
“Ada 16 cabang yang melaporkan, tapi belum semua (cabang IDAI) bisa melaporkannya. Di sini bahkan sampai 14 Oktober ada 152 kasus, padahal tadinya (pada 12 Oktober 2022) ada 146 kasus,” kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dalam Media Briefieng Kewaspadaan Dini Gangguan Ginjal Akut Pada Anak yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (14/10).
Piprim menuturkan seluruh pengurus IDAI terus berupaya mengumpulkan data dan melakukan pelacakan kasus terkait adanya penyakit gagal ginjal akut pada anak. Sayangnya, hingga hari ini belum dapat dipastikan etiologi atau penyebab dari penyakit tersebut.
Tercatat kasus mulai mengalami tren kenaikan pada pertengahan bulan September 2022. Pada bulan Agustus 2022 kasus yang dilaporkan ada 36 kasus, namun pada September naik menjadi 76 kasus. Sedangkan di bulan Oktober tren penemuan kasus turun menjadi 21 kasus.