Dalil Ghibah dalam Islam, Perilaku yang Dilarang oleh Al-Qur'an
Ghibah atau yang biasa disebut sebagai bergunjing adalah sebuah sikap yang dibenci oleh agama. merdeka.com merangkum informasi tentang dalil ghibah dalam Islam yang ada di dalam Al-Qur’an
Ghibah atau yang biasa disebut sebagai bergunjing adalah sebuah sikap yang dibenci oleh agama. Ghibah atau bergunjing dalam Islam merupakan larangan yang apabila manusia melakukannya maka ia mendapatkan dosa.
Dalil ghibah dalam Islam juga terdapat dalam Al-Qur’an. Beberapa kali Allah menyebutkan betapa tidak pentingnya perbuatan ghibah yang sangat merugikan itu. Terlebih, ghibah biasanya berhubungan erat dengan sikap iri dan dengki.
Melansir dari berbagai sumber, berikut ini merdeka.com merangkum informasi tentang dalil ghibah dalam Islam yang ada di dalam Al-Qur’an. Simak ulasannya sebagai berikut.
Pengertian Ghibah
Mengutip dari laman muhammadiyah.or.id, ghibah atau menggunjing adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada saudaranya ketika ia tidak hadir dengan sesuatu yang benar tapi tidak disukainya. Seperti menggambarkannya dengan apa yang dianggap kurang menurut umum untuk menjelekkan.
Ghibah biasanya juga dilakukan dalam rangka untuk menarik perhatian seseorang agar orang yang dibicarakan dikenal sebagai orang yang sesuai dengan bahan ghibah.
Rasulullah juga mengartikan ghibah sebagaimana hadits berikut:
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya: “Tahukah kamu, apakah ghibah itu?” Para sahabat menjawab; ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Kemudian Rasulullah SAW bersabda: ‘Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.’
Seseorang bertanya; ‘Ya Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan? ‘ Beliau berkata: ‘Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu ada padanya, maka berarti kamu telah menggunjingnya. Dan apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah membuat-buat kebohongan terhadapnya.
Dalil Ghibah dalam Islam
©2023 Merdeka.com
Di dalam Al-Qur’an, ada beberapa ayat yang mengharamkan dan melarang perbuatan ghibah. Hal itu karena ghibah adalah perbuatan mencari-cari keburukan orang dan dikategorikan sebagai perbuatan yang memakan daging saudaranya sendiri.
Berikut adalah dalil ghibah di dalam Al-Qur’an, dilansir dari laman brilio.net.
1. Surat Al-Hujurat ayat 12
Yaa ayyuhallaziina aamanujtanibu kasiiram minaz-zanni inna ba'daz-zanni ismuw wa laa tajassasu wa laa yagtab ba'dukum ba'daa, a yuhibbu ahadukum ay ya'kula lahma akhiihi maitan fa karihtumuh, wattaqullaah, innallaaha tawwaabur rahiim.
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.
Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
2. Surat Qaf ayat 18
Maa yalfizu min qawlin illaa ladaihi raqiibun 'atiid.
Artinya: “Tiada suatu ucapan apapun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”
3. Surat An-Nur ayat 19
Innal laziina yuhibbuuna an tashii'al faahishatu fil laziina aamanuu lahum 'azaabun aliimun fid dunyaa wal Aakhirah; wallaahu ya'lamu wa antum laa ta'lamuun.
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
4. Surat Al-Maidah ayat 8
©2023 Merdeka.com
Yaaa aiyuhal laziina aamaanuu kuunuu qawwaa miina lillaahi shuhadaaa'a bilqist, wa laa yajrimannakum shana aanu qawmin 'alaaa allaa ta'diluu; i'diluu; huwa aqrabu littaqwaa wattaqul laah; innal laaha khabiirum bimaa ta'maluun.
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
5. Surat Al-Ahzab ayat 58
©2023 Merdeka.com
Wallaziina yu'zuunal mu'miniina almu'manaati bighairi mak tasabuu faqadih tamaluu buhtaananw wa ismam mubiinaa.
Artinya: "Dan orang-orang yang menyakiti kaum beriman, dari kalangan laki-laki dan perempuan, tanpa adanya kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya orang-orang itu telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata."