LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Curhatan Anak Dokter, Bapaknya Wafat Akibat Virus Corona Sempat Telepon Sambil Sesak

Guru Besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Prof Dr dr Bambang Sutrisna, MHSc meninggal dunia di RS Persahabatan, Jakarta Timur karena terjangkit virus Covid-19.

2020-03-24 09:45:00
Virus Corona
Advertisement

Jumlah pasien yang meninggal di Indonesia karena virus Corona Covid-19 kian hari kian bertambah. Pada Senin, (23/3) kemarin dikonfirmasi Guru Besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Prof Dr dr Bambang Sutrisna, MHSc meninggal dunia di RS Persahabatan, Jakarta Timur karena terjangkit virus Covid-19.

Kabar duka tersebut juga disampaikan langsung oleh sang anak, Leonita Triwachyuni. Dalam unggahan di Instagram stories-nya ia juga menceritakan bagaimana sang ayah tertular dari pasien Covid-19 yang ditanganinya. Berikut informasi selengkapnya:

Advertisement

Tertular Pasien yang Ditangani

Instagram/@nonznonz 2020 Merdeka.com

Dalam unggahan di Instagram @nonznonz, ia mengatakan jika sang ayah tertular virus Covid-19 dari pasien yang ditangani.

Advertisement

"ya memang, ayah saya bisa dibilang bandel, disuru jangan praktek bilangnya kasian orang dari jauh. ternyata pasien yang dibilang kasian itu adalah suspek COVID dengan rontgen paru2 sudah putih semua. pasien tersebut yang pulang paksa dari RS Bintaro karena ini dan itu," tulisnya.

Setelah itu, Leonita mengatakan jika sang ayah langsung mengalami demam dan sesak. Sehingga langsung dibawa ke rumah sakit.

Ingatkan untuk Social Distancing

Leonita juga kembali mengingatkan kepada semua orang untuk mengikuti anjuran pemerintah melakukan social distancing demi memutus rantai penyebaran virus Corona Covid-19 ini.

"Hari ini makna #dirumahaja yang sebagian dari kalian abaikan dan jadikan lelucon menjadi airmata buat keluarga kami," tulis Leonita.

"Saya tulis ini cuma mau minta tolong, plis untuk yang punya pilihan jangan bandel, #dirumahaja yang dan udah di RS jangan bandel sampai pulang paksa," tegasnya.

Leonita Ungkap sang Ayah Sempat Telpon Minta Tolong

Dalam unggahannya yang lain, Leonita juga mengatakan jika ayahnya sempat menelepon dirinya untuk meminta tolong karena merasakan sakitnya sesak napas saat sedang diisolasi.

"Tahu apa yang papa lakukan pas sesak tadi malam? telepon anak dan menantunya minta tolong. saya sampai menelepon RS untuk kasih tahu karena keluarga enggak bisa masuk," kata Leonita.

Leonita juga mengingatkan jika hal yang paling menyedihkan bagi pasien suspek Covid adalah merasa sesak sendirian, bahkan meninggal sendirian. Untuk itu, dia mengatakan untuk stop menambah penyebaran virus ini.

Sempat Kecewa

Instagram/@nonznonz 2020 Merdeka.com

Leonita juga mengatakan jika dirinya sempat marah dan kecewa jika masih banyak orang yang menganggap remeh tentang social distancing yang dianjurkan.

"Marah?? jelas saya marah karena ada orang-orang egois macam kalian yang enggak mau nurut dan bawa penyakit buat keluarga kita," ungkapnya.

Sudah 2 Minggu Tak Pulang ke Rumah

Leonita yang juga bekerja di rumah sakit juga mengatakan jika dirinya sudah selama dua pekan tidak kembali ke rumah karena takut jika ternyata dirinya bisa saja menulari orang-orang yang tubuhnya lebih rentan.

"Jujur saya 2 minggu ini bahkan enggak pulang, takut ketemu orang tua. Dan saya paham betul dirumah saya ada 2 orang berusia diatas 60 tahun yang harus dilindungi," kata Leonita.

Tak Bisa Lihat Jenazah sang Ayah

Instagram/@nonznonz 2020 Merdeka.com

Leonita juga mengungkapkan bagaimana sedihnya ia tak bisa melihat jenazah ayahnya untuk terakhir kalinya.

"Bisa lihat apa dari sini? enggak bisa liat apa-apa. Aku enggak tau gimana menderitanya papaku selain dari telpon kemarin malam," kata Leonita.

Ia juga mengungkapkan kesedihannya, bahkan untuk sekedar memilih pemakaman yang diinginkan pun tidak bisa.

"Boro-boro disemayamkan, keluarga bahkan enggak lihat wajah papaku sejak papaku masuk isolasi," kata Leonita.

Harapan dari Leonita

Ia mengucapkan banyak terima kasih yang sudah mendoakan ia dan keluarganya. Ia juga menghimbau kepada semua orang untuk lebih aware dan sadar akan bahaya virus ini.

"Tapi sungguh kali ini aja aku harap orang-orang bisa lebih sadar bahwa #dirumahaja lebih baik. Dan semoga ga ada lagi yang ngotot pulang paksa dari RS ketika sudah dinyatakan harus rawat," tutup Leonita.

(mdk/khu)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.