LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Ciri Ciri Anxiety Disorder yang Perlu Diketahui, Pahami Jenisnya

Anxiety disorder adalah gangguan kesehatan mental yang perlu diwaspadai, ketahui ciri-cirinya

2021-12-22 08:55:00
Kesehatan Mental
Advertisement

Ciri ciri anxiety disorder perlu untuk diketahui oleh semua orang. Meski berkaitan dengan penyakit mental, anxiety disorder dan depresi adalah dua hal yang berbeda. Pada seseorang yang mengidap depresi, ia akan merasakan keputusasaan dan kemarahan. Mereka juga cenderung merasa cepat lelah dengan pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari.

Nyatanya, anxiety disorder lebih berbahaya dibandingkan depresi. Sebab, penderitanya akan merasakan perasaan takut, panik, dan cemas yang berlebihan sehingga mengganggu aktivitas kesehariannya. Contoh gangguan kecemasan meliputi serangan panik, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan stres pascatrauma.

Lalu, apa sajakah ciri ciri anxiety disorder dan apa saja jenis gangguan mental ini? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman clevelandclinic dan berbagai sumber, Rabu (22/12/2021):

Advertisement

Anxiety Disorder

Anxiety disorder merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan khawatir, cemas, dan takut yang berlebihan.

Perasaan cemas atau gugup sebenarnya merupakan hal yang wajar dirasakan setiap orang jika dihadapkan dengan situasi tertentu yang dianggap kurang nyaman.

Advertisement

Namun, pada penderita anxiety disorder mereka cenderung merasakan perasaan takut dan cemas secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penderita anxiety disorder biasanya akan merasa mudah khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika sedang dalam situasi normal.

Jenis Anxiety Disorder

Ada beberapa jenis anxiety disorder, di antaranya:

1. Gangguan Kecemasan Umum (generalized anxiety disorder)

Seseorang yang menderita gangguan kecemasan umum bisa merasa cemas atau khawatir secara berlebihan terhadap berbagai hal, mulai dari pekerjaan, kesehatan, hingga hal-hal yang sederhana, seperti berinteraksi dengan orang lain.

Gangguan kecemasan ini bisa muncul setiap hari dan mengganggu aktivitas. Selain rasa cemas, penderita generalized anxiety disorder juga biasanya akan merasa mual, sakit kepala, sulit konsentrasi, sesak, insomnia, mudah lelah, dan tegang.

2. Gangguan Kecemasan Sosial

Penderita gangguan kecemasan sosial memiliki rasa kecemasan atau ketakutan yang luar biasa terhadap lingkungan sosial di mana mereka harus berinteraksi dengan orang lain.

Hal-hal tersebut membuat penderitanya selalu berusaha menghindari situasi yang mengharuskan ia bertemu atau berinteraksi dengan banyak orang.

3. Fobia

Fobia merupakan jenis gangguan anxiety yang membuat penderitanya memiliki rasa takut berlebihan terhadap suatu barang, binatang, atau situasi tertentu. Setiap orang tentu memiliki fobia yang berbeda-beda tergantung jenis trauma yang pernah dialaminya. Orang yang memiliki fobia bisa mengalami serangan panik atau rasa takut yang hebat ketika melihat hal yang menjadi pemicu fobia.

4. PTSD (post-traumatic stres disorder)

Gangguan stres pascatrauma atau PTSD dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis. Misal seseorang yang pernah menjadi korban gempa bumi atau kecelakaan, kemudian ia selamat.

Orang yang menderita PTSD sering kali susah untuk melupakan pengalaman traumatisnya. Perasaan itu kemudian membuatnya merasa bersalah, terisolasi, dan sulit bersosialisasi dengan orang lain. Terkadang, orang yang memiliki PTSD juga bisa mengalami insomnia dan bahkan depresi.

5. Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Orang yang menderita gangguan OCD memiliki kecenderungan untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang untuk meringankan rasa cemas yang berasal dari pikirannya sendiri.

Contohnya, saat cemas selalu mencuci tangan sebanyak lebih dari 3 kali karena selalu merasa tangannya masih kotor. Gangguan ini sulit dikendalikan, bersifat menetap, dan dapat kambuh kapan saja.

6. Gangguan Panik

Penderita gangguan panik, biasanya aka merasa takut da panik tanpa adanya alasan yang jelas. Anxiety dan serangan panik akibat gangguan ini dapat muncul kapan saja dan terjadi secara tiba-tiba.

Ketika gangguan panik muncul, penderitanya biasanya dapat merasakan sejumlah gejala lain, seperti berdebar-debar, berkeringat dingin, pusing, sesak napas, serta tubuh gemetar dan terasa lemas.

Gejala atau Ciri Ciri Anxiety Disorder

Seseorang yang mengidap gangguan ini biasanya memiliki gejala atau ciri-ciri yang bervariasi tergantung pada jenis gangguan yang dialami. Namun, gejala umum anxiety disorder meliputi:

Gejala Fisik:

  • Tangan dingin atau berkeringat
  • Mulut kering
  • Palpitasi jantung
  • Mual
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Ketegangan otot
  • Sesak napas

Gejala Mental:

  • Merasa panik, takut dan gelisah
  • Sering mimpi buruk
  • Pikiran berulang atau kilas balik pengalaman traumatis
  • Pikiran obsesif yang tak terkendali

Gejala perilaku:

  • Ketidakmampuan untuk diam dan tenang
  • Perilaku ritualistik, seperti mencuci tangan berulang kali
  • Kesulitan tidur

Siapa yang Berisiko Mengalami Gangguan Kecemasan?

Campuran faktor genetik dan lingkungan dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan anxiety disorder. Namun, beberapa orang dengan kondisi berikut memiliki risiko tinggi mengalami gangguan ini, seperti:

1. Memiliki ciri-ciri kepribadian tertentu, seperti rasa malu atau hambatan perilaku. Merasa tidak nyaman dan selalu menghindari, orang, situasi, atau lingkungan yang tidak dikenal.

2. Peristiwa stres atau traumatis di masa kanak-kanak atau dewasa awal.

3. Riwayat kecemasan keluarga atau kondisi kesehatan mental lainnya.
    
4. Kondisi fisik tertentu, termasuk masalah tiroid dan aritmia jantung (irama jantung yang tidak biasa).

Gangguan kecemasan lebih sering terjadi pada wanita. Para peneliti masih mempelajari mengapa itu terjadi. Ini mungkin berasal dari hormon wanita, terutama yang berfluktuasi sepanjang bulan. Hormon testosteron mungkin juga berperan di mana pria memiliki lebih banyak, sehingga dapat mengurangi kecemasan.

Seperti yang sudah dijelaskan, perasaan cemas merupakan hal yang wajar dan tidak selamanya diartikan buruk. Namun, hal yang perlu diwaspadai ialah ketika perasaan cemas terus muncul meski faktor pemicunya sudah hilang.

Dalam hal ini, Anda patut mencurigai adanya gangguan kecemasan. Jika perasaan cemas muncul berlebih hingga mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk meminta bantuan psikolog atau psikiater untuk mengatasinya.

(mdk/khu)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.