Cerita Putra Eks Kapolri 23 Tahun Lalu Gagal Dilantik di Istana Negara, Ini Alasannya
Putra mantan Kapolri Da'i Bachtiar ini diketahui gagal dilantik di Istana Negara pada tahun 1998 silam. Rupanya, ada sesuatu hal yang mengharuskan Adi mengubur impiannya.
Dilantik di Istana Negara menjadi seorang perwira tentu menjadi dambaan tersendiri bagi setiap calon anggota Kepolisian RI. Termasuk Kombes Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar.
Namun impian itu tinggal angan belaka. Putra mantan Kapolri Da'i Bachtiar ini diketahui gagal dilantik di Istana Negara pada tahun 1998 silam.
Rupanya, ada sesuatu hal yang mengharuskan Adi mengubur impiannya. Lantas, apa yang menjadi latar belakang gagalnya para perwira dilantik di Istana Negara kala itu? Berikut ulasan selengkapnya,
Cerita Masa Pelantikan
Melansir dari akun Instagram resmi miliknya pada @adivivid, sosok perwira menengah Polri ini berbagi cerita di masa lampau. Tanggal 17 Desember tahun 1998 merupakan hari yang dinantikannya kala itu.
Mengenakan seragam perwira, Adi nampak gagah mendatangi Mabes TNI Cilangkap. Hari pelantikannya saat itu pun juga lengkap didampingi oleh kedua orangtua yang tak lain adalah Jenderal Polisi (Purn.) Da'i Bachtiar.
"Dua Puluh Tiga Tahun yang Lalu, tepatnya tanggal 17 Desember 1998, kami dilantik di MABES TNI Cilangkap," tulisnya.
Gagal Dilantik di Istana Negara
Rupanya, Mabes TNI Cilangkap saat itu menjadi salah satu tempat alternatif bagi pemerintah untuk melantik para perwira, termasuk Adi. Situasi dalam negeri yang bergejolak pada tahun 1998 menggagalkan agenda penting para lulusan Akpol 1998 tersebut untuk dilakukan di Istana Negara.
Hal ini pun dirasakan Adi sebagai satu pengalaman yang kurang lengkap. Padahal, ada rasa kebanggaan tersendiri bagi para perwira saat dilantik di Istana Negara pada saat itu.
Instagram/@adivivid ©2021 Merdeka.com
"Saat itu ada rasa kebanggaan yang kurang, mengingat situasi Politik yg tidak memungkinkan sehingga kami gagal dilantik di Istana Negara," sambungnya.
Tak Putus Semangat
Gagal dilantik di Istana bukanlah hal yang semata-mata meredupkan impian terbesarnya sebagai perwira.
Pengalamannya kala itu justru tak menyurutkan semangat Adi dan kawan seperjuangannya untuk menjaga ibu pertiwi. Ada api yang terus berkobar di dadanya demi tumpah darah Indonesia.
"Di mana momen pelantikan di Istana Negara adalah dambaan dan cita-cita seluruh perwira Akabri. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat dan tekad kami untuk selalu setia mengabdi kepada bangsa dan negara, sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat," pungkasnya.
Kini Bertugas jadi Ajudan Presiden Jokowi
Kini, mantan Wakapolres Metro Jakarta Utara ini diketahui bertugas mendampingi Presiden Jokowi sebagai Ajudan. Beberapa kali, ia pun kedapatan mengunggah aktivitasnya saat bersama RI-1.
Beberapa di antaranya yakni saat sedang bersepeda bersama Presiden Jokowi dan beberapa paspampres di Kebun Raya Bogor.
Berbagi momen saat bersama para rekan ajudan di area Istana Negara hingga berfoto bersama dengan seorang ajudan dari Singapura.
©2020 Merdeka.com/Instagram @adivivid
"Barisan Para ADC Presiden Republik Indonesia dan ADC Presiden Singapura," tulis Adi Vivid.