LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Cara Menentukan Arah Kiblat di Rumah Secara Manual Hingga Online

Cara menentukan arah kiblat di rumah

2023-01-04 12:17:00
Tata Cara Sholat Taubat
Advertisement

Cara menentukan arah kiblat bisa dilakukan secara manual maupun menggunakan bantuan perangkat. Kiblat salat bagi umat Islam di seluruh dunia ialah kabah yang ada di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.

Perintah untuk melaksanakan salat menghadap kiblat sendiri disebutkan dalam sebuah riwayat yang berasal dari Khallad bin Rafi':

إِذا قمتَ إِلى الصلاة فأسبغ الوضوء، ثمَّ استقبِل القبلة فكبِّر

Advertisement

Artinya: "Jika kamu hendak sholat sempurnakanlah wudhu kemudian menghadaplah ke arah kiblat" (HR Muslim. Bukhari juga meriwayatkan hal serupa).

Baca juga: Tata Cara Sholat di Kereta dan Bus dengan Memperhatikan Posisinya

Sholat seseorang dinyatakan tidak sah apabila tidak menghadap kiblat. Kecuali jika orang tersebut berada dalam kondisi peperangan atau di atas kendaraan.

Advertisement

Namun saat berada di tempat asing, kita seringkali tidak tahu arah kiblat saat hendak sholat. Lalu, bagaimana cara menentukan arah kiblat itu sendiri? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman dream dan berbagai sumber, (4/1/2023):

Cara Menentukan Arah Kiblat

Secara umum, posisi Indonesia terhadap Kabah di Mekkah kira-kira ialah 112 derajat ke arah Barat laut. Sebenarnya, perkiraan posisi kakbah ini juga masih sering menjadi perdebatan.

Ada pendapat yang bilang bahwa menghadap tepat ke arah barat sudah dianggap sama dengan menghadap kiblat. Namun ada yang mengatakan bahwa posisi Indonesia terhadap Kabah tidak tepat ke Barat.

Posisi Kabah adalah menyerong ke kanan sedikit sebesar 112 derajat arah barat laut. Jika posisi Kabah di Masjidil Haram dihitung dari arah utara, maka posisi Indonesia adalah sebesar 294,2 derajat.

Cara menentukan arah kiblat dulu sering dilakukan dengan menggunakan matahari. Namun, di era modern ini sudah banyak perangkat yang bisa membantu menemukan arah kiblat.

1. Menggunakan Matahari

Cara menentukan arah kiblat secara manual berikutnya adalah dengan memperhatikan gerak semu harian matahari.

Sudah sejak jaman dahulu nenek moyang kita menggunakan matahari sebagai alat navigasi yang paling mudah.

Jika matahari terbit dari timur, maka sudah diketahui arah barat. Demikian juga dengan sebaliknya.

2. Menggunakan Google Maps

Layanan yang disediakan oleh Google ini menggunakan sistem Global Positioning System (GPS) bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat. Berikut langkah-langkah mengetahui arah kiblat menggunakan Google Maps:

  • Buka aplikasi Google Maps pada browser, bisa menggunakan laptop maupun handphone.
  • Ubah tampilan peta Google Maps ke mode Satelit dengan cara klik kotak Satelit yang ada di pojok kiri bawah.
  • Ketik Kakbah, Mekah Arab Saudi (atau bahasa Inggris: Kabaa, Mecca Saudi Arabia) pada kotak Telusuri yang ada di menu Google Maps. Kemudian, enter atau oke.
  • Pusatkan titik tepat di atas Kakbah.
  • Kemudian, klik kanan dan pilih ukur jarak (measure distance).
  • Cari posisi atau lokasi yang akan diketahui arah kiblatnya dengan menuliskan pada kolom lokasi.
  • Setelah itu, klik kiri lokasi yang akan ditentukan. Google Maps akan memunculkan garis yang menunjukkan arah kiblat.

Menggunakan Aplikasi Petunjuk Kiblat

Selain aplikasi Google Maps yang menggunakan bantuan GPS, arah kiblat juga dapat diketahui menggunakan bantuan aplikasi lain yang dapat diunduh melalui perangkat masing-masing. Beberapa aplikasi di antaranya Qibla Compass, Qibla Finder, Arah Kiblat, dan Qibla Connect.


Kiblat saat Salat di Kendaraan

Orang yang sedang dalam perjalanan menggunakan kendaraan memiliki ketentuan berbeda saat menentukan arah kiblat.

Ketentuan mengenai arah kiblat ketika sholat dalam kendaraan dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat yang berasal dari Ibnu Umar RA:

"Sewaktu orang-orang berada di Kuba' melakukan sholat subuh, tiba-tiba datanglah seseorang mengatakan, 'Pada malam tadi Nabi SAW menerima wahyu yang menyuruh menghadap Kakbah, maka menghadaplah ke sana, ketika itu muka mereka menghadap ke Syam, maka mereka pun menghadap Kakbah" (HR. Bukhari dan Muslim).

Merujuk pada hadits tersebut, orang yang sholat dalam kendaraan seperti kereta, arah kiblatnya menghadap mengikuti arah laju kendaraan tersebut. Dalam surah Al Baqarah ayat 144 Allah SWT berfirman:



وَلِلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَاَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ - ١١٥

Artinya: "Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui"

Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat?

Dilansir dari laman dream, disebutkan jika dulu umat Islam melaksanakan salat dan menghadap ke Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, Palestina. Jadi, masjid yang juga disebut dengan Baitul Maqdis itu merupakan kiblat pertama umat Muslim saat salat sebelum menghadap kabah.

Perubahan arah kiblat ini bukan dilakukan secara asal-asalan tapi berdasarkan pada wahyu Allah SWT yang diturunkan langsung kepada Rasulullah SAW.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim disebutkan, suatu hari ketika Nabi Muhammad SAW bersama sahabat tengah menunaikan sholat di Masjid Qiblatain di Madinah, turunlah Al-Baqarah ayat 144.

Surat Alquran itu memerintahkan umat Islam agar memalingkan wajah (menghadap kiblat) ke Kabah di Masjidil Haram.

"Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjid Al-Haram dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya."

"Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjid Al-Haram itu adalah benar dari tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan"

(mdk/khu)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.