LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Cak Lontong Ungkap 3 Jenis Politisi Indonesia, Kocak Tapi Jleb Banget

Ada saja kelakuan para komedian yang sukses mengocok perut. Kendati demikian, ada saja guyonannya yang pas dengan kenyataan.

2021-07-12 11:46:00
politik
Advertisement

Ada saja kelakuan para komedian yang sukses mengocok perut. Kendati demikian, ada saja guyonannya yang pas dengan kenyataan.

Omongan Cak Lontong dalam kanal YouTube Najwa Shihab, dikutip Senin (12/7) soal karakter politisi Tanah Air seolah tepat menggambarkan realita. Ada tiga karakter yang disampaikan Cak Lontong hingga menuai gelak tawa.

Lantas, apa saja karakter itu? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Advertisement

Tiga Karakter Utama

Tampil rapi mengenakan jas formal dan rambut tersisir rapi, Cak Lontong sukses menjadi pusat perhatian. Di hadapan presenter ternama Najwa Shihab, Cak Lontong membeberkan tiga karakter utama dari para politisi.

Advertisement

YouTube Najwa Shihab ©2021 Merdeka.com

"Politisi itu menurut saya ada tiga kelompok," terangnya.

Saking terpananya, jurnalis yang akrab disapa Nana ini bertanya soal keseriusan dari penjelasan Cak Lontong.

"Serius ini? Saya catat," kata Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa 3 tahun silam.

"Serius, silakan dicatat," jelasnya.

Karakter Unyil

Karakter pertama dari seorang politisi menurut Cak Lontong yakni berkaca pada tokoh kartun anak-anak, Unyil. Unyil yang memiliki sifat senang bermain dirasa tepat untuk sebagian politisi.

"Yang pertama itu, karakter politisi unyil. Jadi ini adalah karakter yang saya sebut play back. Jadi politisi ya yang masih sering main-main, kekanak-kanakan, tidak suka perubahan, seperti unyil," terangnya.

Bukan Cak Lontong jika perkataannya tak menimbulkan tawa. Unyil disebutnya tak suka perubahan lantaran usianya yang masih sama hingga saat ini.

"Unyil itu tidak suka terjadi perubahan, karena mulai saya nonton sampai berpuluh-puluh tahun Unyil itu tetap SD," jelasnya.

Pak Raden Simbol Feodalisme

Karakter feodal dan suka dihormati dirasa tepat bagi beberapa kalangan politisi. Menurutnya, karakter ini pas dengan tokoh Pak Raden,

"Yang kedua adalah karakter Pak Raden, ini feodal, masih pengennya dihormati, mementingkan diri sendiri, dan masih terjebak romantisme masa lalu," ucapnya.

"Karena romantisme masa lalu, maka saya sebut ini flash back karakternya," tegasnya.

YouTube Najwa Shihab ©2021 Merdeka.com

Karakter Berbahaya

Karekter yang ketiga disebutnya cukup berbahaya. Tokoh Pak Ogah dianggapnya mewakili politisi yang bersifat pragmatis atau menguntungkan dirinya sendiri.

"Nah, yang ketiga ini yang menurut saya agak bahaya ya. Ini Pak Ogah, ini karakter yang pragmatis. Semua itu dihitung dengan uang. Bekerja pun mau kalau ada uang," katanya.

Lagi-lagi, ia pun membuat satu studio penuh dengan riuh tawa. Ia menyebutnya dengan cash back.

"Itu kategori yang saya sebut cash back," ujarnya.

(mdk/mta)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.