Brutalnya Israel Serang Pelayat Jurnalis yang Dibunuhnya, Jenazah Hampir Jatuh
Saat jenazah Shireen hendak dimakamkan, pasukan polisi Israel justru menyerang dan memukuli para pelayat yang mengantar dan menggotong jenazah dalam peti. Suasana duka yang saat itu tenang menjadi ricuh, hingga jenazah Shireen yang berada dalam peti hampir jatuh.
Jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh yang bekerja di kantor berita Aljazeera tewas usai ditembak tentara Israel pada Rabu (11/5). Dia tewas ditembak di kepala saat sedang meliput serangan yang dilakukan pasukan Israel di kamp pengungsi warga Palestina di kota Jenin, Tepi Barat.
Selain menembak mati Shireen, tentara Israel juga melukai rekan wartawan Shireen. Kebrutalan Israel terhadap kemanusiaan tak hanya berhenti di situ.
Saat jenazah Shireen hendak dimakamkan, pasukan polisi Israel justru menyerang dan memukuli para pelayat yang mengantar dan menggotong jenazah dalam peti. Suasana duka yang saat itu tenang menjadi ricuh, hingga jenazah Shireen yang berada dalam peti hampir jatuh.
Simak ulasan selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Senin (16/5).
Tindakan Arogan dan Brutal Israel Serang Pelayat
Tak hanya membunuh Shireen, pasukan Israel juga menyerang para pelayat yang datang saat prosesi pemakaman Shireen di Yerusalem Timur.
Instagram @palestine ©2022 Merdeka.com
Begitu mengerikan, aksi brutal dan arogan tentara Israel menyerang para pelayat secara membabi-buta. Para polisi Israel dengan menggunakan tonfa memukul bertubi-tubi tubuh warga Palestina.
Tak segan mereka menyerang menggunakan senjata hingga tonfa untuk melukai para pelayat yang hendak mengantarkan jenazah Shireen Abu Akleh.
Suasana duka yang saat itu tenang menjadi ricuh. Warga Palestina tampak berusaha mempertahankan dan menyelamatkan jenazah Sireen yang berada di dalam peti mati yang hampir terjatuh.
Teriakan dan dentuman tembakan sekian kali terdengar selama serangan brutal itu terjadi. Bahkan seorang warga yang sempat terjatuh, seketika menerima pukulan dan tendangan dari pasukan Israel.
Pers Ikut Dipukul
Pembawa peti mati yang jatuh tersungkur langsung ditendang dan dipukul, Instagram @palestine ©2022 Merdeka.com
Pihak Israel berdalih menyerang para pelayat karena mengibarkan bendera Palestina dengan meneriakkan slogan nasionalis. Bahkan Israel berkilah dengan merilis sebuah video yang mengklaim dua pelayat melempari tentara Israel dengan batu lebih dulu.
Tapi diduga video yang dirilis polisi Israel itu adalah hasil editan. Serangan saat prosesi pemakaman Shireen semakin meningkatkan kecaman dan kemarahan berbagai pihak terhadap negara zionis itu.
Sejumlah anggota pers yang hadir tak ayal ikut menjadi sasaran pasukan Israel. Dalam video terlihat pria dan wanita mengenakan rompi pers berwarna biru.
Namun pasukan Israel dengan arogan mendorong dan mengibaskan tonfa kepada mereka yang sedang meliput prosesi pemakaman. Seorang pria lantas hendak dipukul dengan tonfa.
Pembunuhan Jurnalis Shireen Abu Akleh
Shireen Abu Akleh ©Twitter/Al Arabiya
Sebelumnya Israel menuduh anggota militan Palestina yang menembak Shireen. Tapi klaim itu dibantah dengan video dari anggota kelompok HAM Israel B'Tselem, Abdulkarim Sadi. Video yang direkam Sadi menunjukkan bahwa militan Palestina berada di sebuah kamp yang jauh dari lokasi penembakan Shireen.
Kemudian Militer Israel merilis video kamera tubuh tentaranya yang kembali dari kamp tersebut. Lalu muncul di jalan di mana kendaraan lapis baja menunggu untuk menjemput mereka. Geolokasi oleh peneliti B'Tselem dan lainnya menunjukkan kendaraan lapis baja Israel terparkir di jalan tak jauh dari Shireen ditembak.
Pasukan Israel serang pelayat yang gotong jenazah jurnalis Al Jazeera ©REUTERS/Ronen Zvulun
Dewan Keamanan Nasional PBB kemarin mengecam keras pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh, dan terlukanya wartawan lain di Jenin, wilayah pendudukan Tepi Barat. Melalui keterangan pers, anggota dewan menyampaikan simpati dan belasungkawa mendalam bagi keluarga korban.
Dilansir dari laman Antara mengutip Anadolu, Sabtu (14/5), DK-PBB kembali menegaskan bahwa jurnalis harus dilindungi sebagai warga sipil, menggarisbawahi bahwa pihaknya terus memantau situasi secara saksama.
Ramai Kecaman Warganet
Instagram @palestine ©2022 Merdeka.com
Video berdurasi 45 detik itu lantas viral di berbagai media sosial dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Tak sedikit yang berusaha menunjukkan bukti kebrutalan tentara Israel yang patut diketahui seluruh dunia agar keadilan dan kemerdekaan segera kembali pada Palestina.
"This is so frustrating. So ridiculously frustrating," tulis akun @sanabelramahi.
"I can’t believe that they cannot even mourn in peace…please share so people know the truth!!," tukas akun @yvonnethuy.
"Suatu saat mereka akan lenyap dari muka bumi karena Allah sudah murka, udh ditetapkan didalam alqur'an Al-Isra :7," tulis akun @hikmasaliim.
"The US is sending billions to Ukraine to fight Russia, but is deadly silent about the violence and murder Israel commits toward Palestinians," tukas akun @theintellectualcigarsmoker.
"Naudzubillah,zionis bangsa yang tiadk beradab Laknatullah 😢😢," komentar akun @cepysb1205.
Prosesi Pemakaman Jurnalis Diserang Tentara Israel
Warga Palestina hendak memakamkan jenazah jurnalis senior Shireen yang dibunuh tentara Israel ke peristirahatan terakhirnya. Namun pasukan Israel justru menyerang para pelayat hingga jenazah Shireen yang berada di dalam peti mati nyaris jatuh.
Berikut videonya.