Bikin Haru, Kisah Penjual Keset Rawat 130 Anak Asuh di Bandung
Hidup dengan keterbatasan materi, seharusnya tidak lantas membuat kita sebagai manusia berhenti berbuat kebaikan kepada sesama. Hal inilah yang dilakukan oleh Imas Masitoh, perempuan asal Bandung yang perlu dicontoh kemuliaan hatinya.
Hidup dengan keterbatasan materi, seharusnya tidak lantas membuat kita sebagai manusia berhenti berbuat kebaikan kepada sesama. Hal inilah yang dilakukan oleh Imas Masitoh, perempuan asal Bandung yang perlu dicontoh kemuliaan hatinya.
Meski dirinya hanya berprofesi sebagai pedagang keset dan gorengan, tetapi Imas memiliki lebih dari 100 anak asuh yang ia biayai dalam sebuah panti yang ia dirikan sendiri bernama Panti Asuhan Roudotul Amanah. Berikut informasi selengkapnya:
Memiliki 130 Anak Asuh
Melalui sebuah acara yang dipandu oleh Dedy Corbuzier, Imas menceritakan bahwa saat ini ia memiliki kurang lebih 130 anak asuh ya dibiayai segala kebutuhannya oleh Imas.
Awalnya ia hanya mengasuh 7 orang anak yatim secara diam-diam tanpa diketahui masyarakat, lama kelamaan jumlah anak yang diasuhnya bertambah. Dan lewat bantuan beberapa donatur dibangunlah sebuah panti asuhan yang digunakan sebagai tempat tinggal anak-anak asuhnya.
Berdagang untuk Memenuhi Kebutuhan
Imas juga mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mengandalkan bantuan dari orang lain untuk terus menghidupi 130 anak asuhnya. Sedari dulu sebelum ada donatur yang masuk Imas sudah berjualan keset dan gorengan untuk memenuhi kebutuhannya.
Yang terbaru, belum lama ini Imas membuat telur asin untuk dijual. Ide membuat telur asin ini dicetuskan oleh salah satu anak asuhnya.
Imas menjual kesetnya dengan cara berkeliling. Untuk pembuatan keset sendiri ia menggunakan jasa nenek-nenek yang berada di sekitar panti.
Alasannya Bikin Haru
Imas juga menuturkan alasannya terus berjuang untuk merawat anak yatim bermula saat ia kehilangan anak bungsunya dan kemudian disusul kehilangan ayahnya.
Dari situlah ia bilang mendapat hidayah bisa merasakan betapa sedih dan terlukanya hati anak yatim saat harus ditinggal oleh orangtuanya.
"Karena saya ingin cari Ridho-nya Allah, saya ingin kelak anak saya yang meninggal dia akan menjemput saya pulang. Dan saya juga ingin bapak almarhum disana bahagia melihat putrinya masih menjalankan amanah yang beliau ajarkan," Ungkap Imas
Harapan Ibu Imas
Ibu Imas mempunyai harapan suatu saat dia bisa memiliki kendaraan yang digunakan untuk melakukan antar jemput anak-anak dari sekolahnya yang berjarah sangat jauh.
"Dengan bantuan beasiswa Nurul Hidayah yang meringankan beban ibu, jadi disana biayanya gratis. Cuma karena letaknya jauh jadi anak-anak sering kesiangan," kata Imas
Doa Anak Asuh untuk Ibu Imas
Dua anak asuh Ibu Imas yang juga hadir dalam acara wawancara tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya.
"Saya mau mengucapkan kepada ibu Imas karena sudah mau mengurus kami meskipun ibu dalam keadaan sakit, tetapi ibu masih tetap berjuang untuk kami membiayai kami. Doa dari kami semoga Ibu sehat selalu, dan Allah mengangkat penyakit ibu," ungkap salah satu anak asuhnya sambil menangis