LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Begini Potret Tentara Salat di Medan Perang, Tetap Waspada Pegang Senjata

Berada di medan perang tidak lantas membuat tentara lupa dengan Tuhan.

2020-06-04 09:20:00
Tentara Salat
Advertisement

Berperang merupakan wujud dari pertahanan diri terhadap ancaman yang dapat membahayakan kehidupan banyak orang. Namun, ternyata tentara juga masih melakukan ibadah salat di tengah medan perang yang membahayakan.

Lantas, bagaimana cara tentara salat di medan perang? Simak ulasannya berikut ini yang dirangkum dari akun Instagram @dunia_kaumhawa.

Advertisement

Imam Salat

Instagram/@dunia_kaumhawa ©2020 Merdeka.com

Seperti pada umumnya, ketika tentara berada di medan perang pun mereka akan melakukan salat secara berjamaah. Layaknya salat berjamaah seperti biasanya, maka satu orang tentara akan menjadi imam salat, sementara yang lain menjadi makmum.

Advertisement

Apabila dimungkinkan, maka jamaah pada saat berada di medan perang dapat dibagi menjadi dua shaf salat. Hal ini dilakukan agar satu saf salat dapat tetap berjaga serta siaga menghadapi bahaya ketika satu shaf lainnya sedang melaksanakan ibadah salat.

Diketahui, imam salat juga akan membagi salat pada tentara yang menjadi makmumnya dengan jeda duduk.

Shaf Pertama

Instagram/@dunia_kaumhawa ©2020 Merdeka.com

Seorang imam dalam salat di medan perang akan diikuti oleh satu saf pertama hingga imam tersebut duduk pada takhiyat akhir rakaat yang pertama. Setelah imam duduk takhiyat akhir, maka saf pertama tersebut lantas akan menyelesaikan salatnya tanpa imam.

Hal ini juga berlaku pada saf kedua dalam jamaah salat tentara di medan perang. Selain tetap bersiaga terhadap lingkungan sekitar, hal tersebut juga dilakukan sesuai dengan sunnah Rasulullah pada saat di medan perang.

Bahkan, disebutkan dalam akun YouTube Jiwa Muda bahwa Rasulullah tetap melakukan salat secara berjamaah apabila dimungkinkan.

Shaf Kedua

Instagram/@dunia_kaumhawa ©2020 Merdeka.com

Seperti halnya shaf pertama, shaf kedua juga melakukan tata cara salat berjamaah seperti shaf pertama ketika berada di medan perang. Shaf kedua serta imam lantas melanjutkan salat kembali. setelah takhiyat akhir dari imam dan salam, maka shaf kedua kemudian perlu menyelesaikan rakaat dalam salat tersebut.

Diperbolehkan untuk Membawa Senjata

Instagram/@dunia_kaumhawa ©2020 Merdeka.com

Tugas dari tentara sudah selayaknya menjadi garda terdepan pertahanan dari suatu pemerintah dan wilayah tertentu. Maka, sudah sewajarnya bagi tentara untuk selalu sigap menghadapi segala sesuatu saat berada di medan perang.

Dalam tata cara salat di medan perang, tentara dapat tetap membawa senjata di tubuhnya untuk berjaga-jaga.

Salat Saat Berperang

Instagram/@dunia_kaumhawa ©2020 Merdeka.com

Ustaz Khalid Basamalah juga memberikan keterangan bahwa pada zaman perang yang melibatkan Rasulullah, maka salat dapat dijamak apabila dimungkinkan atau dalam kondisi yang tidak begitu mengancam.

Namun, lain halnya apabila umat Islam yang berperang tidak memiliki waktu yang panjang dan cukup untuk melakukan salat secara berjamaah. Maka, sebagai penggantinya umat Islam dapat melakukan salat dalam keadaannya saat berperang seperti di atas kuda dan lain sebagainya.

(mdk/mta)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.