Bacaan Niat Puasa Hari Lahir Weton Beserta Tata Cara & Manfaatnya
Bacaan niat puasa hari lahir weton beserta tata cara dan manfaatnya.
Bagi masyarakat berasal dari Jawa, mungkin sudah tidak asing dengan istilah weton atau hari kelahiran. Wton merupakan hari lahir seseorang yang mempunyai cara hitung tersendiri. Di mana merujuk pada hari serta pasaran yang nantinya digunakan untuk melakukan paramalan. Weton juga ada juga yang dihitung berdasarkan bulan dan tahun kelahiran.
Masyarakat Jawa atau Kejawen memiliki sebuah kebiasaan yang disebut puasa hari lahir weton. Puasa hari lahir weton merupakan puasa yang dilakukan bertepatan dengan hari kelahiran atau weton yang sesuai dengan penanggalan Jawa.
Baca juga: Puasa Dzulhijjah Anjuran Sebelum Idul Adha, Ketahui Niatnya
Umumnya, puasa hari lahir weton dilakukan dengan tujuan agar hajat atau keinginan orang yang menjalankan dapat terkabul. Puasa weton yang dilakukan dengan rutin dipercaya dapat mendatangkan hal baik dan bermanfaat positif.
Lantas bagaimana bacaan niat puasa hari lahir weton beserta tata cara dan manfaatnya? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (17/11), simak ulasan informasinya berikut ini.
Niat Puasa Hari Lahir Weton
Diketahui, puasa hari lahir weton terbagi menjadi 3 jenis antara lain puasa satu hari penuh, puasa ngebleng tiga hari dan puasa ngebleng tujuh hari yang dilakukan secara berturut-turut. Puasa weton dilakukan pada saat hari kelahiran atau weton, yang disesuaikan dengan penanggalan Jawa.
Adapun bacaan niat puasa hari lahir weton yang biasa diucapkan adalah sebagai berikut:
Niat Ingsun pasa ing dina kelahiran tanpa mangan tanpa ngombe kangge (sebutkan hajat/keinginan) kerono Allah Ta’ala
Arti Niat Puasa Hari Lahir Weton:
"Aku niat berpuasa pada hari kelahiran untuk mendapatkan (sebutkan hajat) karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Puasa Hari Lahir Weton
Setelah mengetahui bacaan niat puasa hari lahir, kini beralih membahas tata cara puasa weton. Adapun tata cara puasa hari lahir weton dalam adat Kejawen menurut catatan Kitab Jawa adalah sebagai berikut:
- Melakukan sahur dan berbuka puasa.
- Puasa dimulai sejak fajar sampai magrib.
- Apabila muslim, sebelum subuh melakukan salat dua rakaat dan selalu menjaga wudhu sepanjang hari. Jika batal lakukan, wudhu kembali.
- Selalu bersyukur.
- Persiapkan tujuh jajanan pasar di waktu berbuka serta bubur merah dan putih untuk buka.
- Akan lebih baik jika melakukan mandi kembang tujuh rupa, siramkan dari atas kepala sampai ujung kaki.
- Khusus untuk puasa ngebleng tiga hari, lakukan sahur dan buka masing-masing satu kali.
- Puasa penuh adalah dilakukan 24 jam penuh.
Apabila ingin melakukan puasa hari lahir weton untuk pasangan, sebaiknya kalian juga melaksanakan mandi jinabat (keramas) disertai niat yang baik serta meminta keridaan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Manfaat Puasa Hari Lahir Weton
Tradisi yang masih terus dilestarikan dan dijaga oleh suatu budaya tentu didasari oleh alasan-alasan yang baik. Begitu pula dengan puasa hari lahir weton. Kenyataan bahwa praktik puasa weton masih banyak dilakukan hingga kini membuktikan bahwa tradisi ini pada dasarnya memiliki tujuan yang baik dan bermanfaat.
Setelah mengetahui bacaan niat puasa hari lahir dan tata caranya, kalian juga bisa memahami manfaat dari puasa weton. Adapun beberapa manfaat utama puasa hari lahir weton adalah sebagai berikut:
1. Tingkatkan Kepekaan Batin
Bagi orang-orang yang melakukan puasa weton secara rutin dan melakukan hal tersebut dengan tata cara yang baik dan benar dipercaya dapat menajamkan kepekaan spiritual atau mata batinnya. Sebagai contoh, mereka dapat merasakan atau mengetahui hal-hal gaib yang ada di sekitarnya.
2. Tubuh Menjadi Lebih Sehat
Seperti halnya puasa Ramadhan, puasa Senin-Kamis atau puasa 10 Muharram, puasa weton atau puasa kelahiran juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Hal ini karena durasi beberapa jenis puasa tersebut adalah sama, yakni dimulai dari sahur dan diakhiri dengan berbuka.
3. Perkuat Mental
Melakukan puasa weton juga dipercaya dapat membuat mental menjadi lebih kuat. Dengan melakukan puasa weton, orang-orang tidak hanya harus menahan nafsu tetapi juga emosi. Puasa juga membuat orang-orang harus senantiasa bersyukur atas apa yang dimiliki. Hal ini pada akhirnya dapat membuat pikiran menjadi lebih jernih dan mental menjadi lebih kuat.
4. Menjauhkan Diri dari Kesialan
Puasa weton juga dipercaya dapat menjauhkan diridari hal-hal yang membawa sial. Bagi orang-orang yang merasa kerap mendapat kesialan karena lahir pada weton yang neptu-nya kurang baik, mereka dapat mencoba melakukan puasa kelahiran untuk menjaga dirinya. Puasa weton diyakini dapat melindungi diri dari kesialan yang melekat.
5. Kabulkan Doa dan Harapan
Puasa kelahiran atau puasa weton ini juga dipercaya dapat mengabulkan doa-doa dan harapan-harapan. Jika puasa weton dilakukan dengan tata cara yang benar dan niat yang tulus, niscaya dapat membuat keinginan dan doa tercapai.
6. Menjadikan Diri Penuh Kasih Sayang
Selain untuk diri sendiri, puasa weton diketahui juga bermanfaat bagi orang-orang di sekitar termasuk pasangan. Puasa ini dapat memberikan cahaya baik yang mencerahkan wajah dan sikap. Selain itu, puasa weton juga dapat menjadikan diri penuh kasih sayang dan perhatian. Puasa weton dapat membuat hubungan rumah tangga menjadi lebih harmonis, terhindar dari kesalahpahaman, dan saling menerima kekurangan pasangan.
7. Permudah Urusan Anak
Puasa weton yang dijalankan oleh para orang tua juga diyakini dapat bermanfaat bagi anak-anaknya. Amalan ini dapat menjauhkan anak dari kesialan, membuat anak bersikap lebih baik, dan mempermudah segala urusan mereka. Selain itu, puasa weton juga dipercaya dapat mengabulkan impian dan cita-cita anak.
Mengenal Puasa Weton
Puasa weton merupakan rangkaian ibadah puasa yang dilakukan pada hari kelahiran sesuai dengan sistem penanggalan Jawa. Hal ini dijelaskan dalam buku “Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya” karya Khalifa Zain Nasrullah.
Puasa weton juga dikenal sebagai puasa hari kelahiran. Sama dan sesuai dengan perhitungan Jawa yang berputar selama 35 hari sekali, seorang akan bertemu dengan hari lahirnya setiap 35 hari sekali. Saat itu pula, orang yang bersangkutan akan melakukan puasa weton.
Masyarakat Jawa penganut agama Islam, ritual puasa weton ini merupakan bentuk hormat serta rasa syukurnya kepada Allah SWT, sebab ia telah dilahirkan ke dunia karena takdir-Nya.