LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Albumin Adalah Protein Utama dalam Darah Manusia, Pahami Dosis & Cara Pemakaianya

Albumin adalah cairan infus yang dipergunakan untuk mengatasi hipoalbuminemia.

2021-10-27 09:59:00
Tangan di Infus
Advertisement

Albumin adalah cairan infus yang dipergunakan untuk mengatasi hipoalbuminemia. Hipoalbuminemia merupakan kondisi seseorang yang memiliki kadar albumin yang rendah dalam darah. Albumin juga dipakai untuk menangani syok hipovolemia akibat luka bakar atau cedera parah.

Selain itu, albumin adalah protein utama dalam darah manusia. Protein tersebut secara alami akan diproduksi oleh organ hati. Pemberian infus albumin mampu meningkatkan kadar albumin dalam darah pasien. Selain itu, albumin juga mampu membantu meningkatkan konsentrasi darah. Sehingga cairan yang berada di luar pembuluh darah akan bergerak masuk ke dalam.

Dengan begitu nantinya volume plasma serta tekanan pada pembuluh darah akan meningkat. Sehingga syok akan bisa teratasi. Lantas bagaimana penjelasan lebih lengkap terkait albumin adalah protein utama dalam darah?

Advertisement

Melansir dari laman Alodokter, Rabu (27/10), simak ulasan informasinya berikut ini.

Albumin Adalah

Dijelaskan sebelumnya, albumin adalah cairan infus yang dipergunakan untuk mengatasi hipoalbuminemia. Infus ini ternyata juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit kuning pada bayi baru lahir, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) serta penyakit gagal hai akut. Albumin ini termasuk ke dalam golongan obat resep di mana masuk ke kategori cairan infus.

Advertisement

shutterstock.com

Ada berbagai merek dagang albumin adalah sebagai berikut:

  • Albumep
  • Albumin Inj. 20% - GCC
  • Albunorm 25%
  • Albuminar 5
  • Albunate 25
  • Albapure 20
  • Human Albumin 20% Behring
  • Human Albumin Grifols 20%
  • Plasbumin 25
  • Zenalb 20
  • Octalbin 5%
  • Kedrialb

Manfaat dari albumin adalah mampu membantu menangani hipoalbuminemia dan syok hipovolemik. Cairan infus ini bisa digunakan untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Aturan Pakai & Dosis Albumin

Setelah mengetahui penjelasan albumin adalah, kini kalian bisa mengenal aturan pakai dan dosisnya. Para dokter akan memberikan dosis serta penentuan lama waktu pengobatan tergantung pada kondisi pasien. Tak hanya kondisi, dokter juga memperhatikan respon dan usia pasien. Adapun pembagian dosis albumin sesuai dengan tujuan penggunaannya sebagai berikut:

Untuk mengatasi hipoalbuminemia
a. Dewasa
Dosis yang diberikan maksimal 2 gram/kgBB setiap hari. Aturannya dengan kecepatan infus 5 ml per menit untuk larutan 5%. Atau bisa juga dengan kecepatan infus 1–2 ml per menit untuk larutan 20%.

Untuk mengatasi syok hipovolemik akut
a. Anak-anak
Dosis yang diberikan 1 gram/kgBB dengan kecepatan infus 5 ml per menit untuk larutan albumin 5%. Atau bisa juga dengan kecepatan infus 1–2 ml per menit untuk larutan 20%.

b. Dewasa
Dosis yang diberikan 25 gram dengan kecepatan infus 5 ml per menit untuk larutan albumin 5%. Atau bisa juga dengan kecepatan infus 1–2 ml per menit untuk larutan 20%. Selama pemberian cairan infus ini, para dokter akan terus memantau kondisi dan respon pasien.

Untuk mengatasi hipoalbuminemia pada bayi baru lahir
a. Bayi baru lahir
Dosis yang diberikan 1 gram/kgBB di mana akan diberikan sebelum transfusi tukar. Kecepatan infus albumin 5 ml per menit untuk larutan 5%. Atau bisa juga diberikan 1-2 ml per menit untuk larutan 20%.

Untuk mengatasi sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS)
a. Dewasa
Dosis yang diberikan 25 gram setiap 8 jam. Cairan ini diberikan dengan infus selama 30 menit selama 3 kurun waktu 3 hari.

Cara Menggunakan Albumin

Perlu diperhatikan, albumin hanya bisa diberikan oleh para dokter atau petugas medis yang berada di bawah pengawasan dokter. Cairan albumin ini nantinya disuntikkan melalui infus ke pembuluh darah. Selama pengobatan dengan cairan albumin. Dokter akan terus memantau dan memeriksa beberapa hal dari pasien. Mulai dari pernapasan, tekanan darah, denyut nadi, kadar elektrolit hingga fungsi organ ginjal.

aptelresearch.com

Karenanya, dianjurkan untuk selalu mengonsumsi air putih yang cukup. Tujuannya adalah untuk menurunkan risiko dehidrasi dan gangguan fungsi ginjal selama menjalani pengobatan dengan cairan albumin. Tak hanya itu saja, jika albumin digunakan bersama obat-obatan lain maka akan timbul beberapa efek interaksi.

Apabila albumin diberikan bersama dengan cairan steril yang lain, akan menyebabkan meningkatnya risiko pasien mengalami hemolisis atau rusaknya sel darah. Cairan albumin jika penggunaannya dilakukan bersama ACE inhibitor juga bisa menimbulkan efek interaksi. Bahkan efek samping yang terjadi bisa fatal.

Efek Samping & Bahaya Albumin

Albumin adalah cairan infus yang dipergunakan untuk mengatasi hipoalbuminemia. Meski bagus untuk kesehatan, albumin juga dapat menimbulkan beberapa efek samping setelah mengonsumsinya. Berikut efek samping yang bisa terjadi usai mengonsumsi albumin:

  1. Demam atau menggigil
  2. Rasa panas di sekitar wajah, leher atau dada (flushing)
  3. Mual atau muntah
  4. Denyut jantung menjadi cepat


Kalian harus segera memberi tahu dokter jika keluhan-keluhan tersebut tidak kunjung mereka. Atau bisa juga keluhan-keluhan tersebut menjadi semakin parah. Kalian juga harus segera datang ke dokter jika mengalami efek samping atau reaksi alergi obat lebih serius, meliputi:

  1. Sakit kepala
  2. Pusing sangat berat hingga ingin pingsan
  3. Penglihatan kabur
  4. Telinga berdenging
  5. Kebingungan atau cemas
  6. Kulit menjadi pucat atau berkeringat
  7. Detak jantung tidak teratur
  8. Nyeri dada
  9. Sesak napas
  10. Batuk dengan dahak yang berbusa
(mdk/tan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.