Akibat Lockdown, Berat Badan Pria Ini Naik 101 Kilogram dan Alami Gagal Jantung
Akibat lockdown Covid-19, pria ini mengalami kenaikan berat badan hingga 101 kilogram dan alami gagal jantung
Pandemi Covid-19 memang meresahkan hampir seluruh negara di dunia. Tak sedikit dari mereka juga harus menjalani isolasi atau karantina di rumah. Banyak negara juga telah memberlakukan lockdown untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Aktivitas yang semakin berkurang justru memicu peningkatan berat badan. Jika sudah berlebih, akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Seperti yang dialami oleh pria asal Wuhan, China.
Berat Badan Naik 101 Kilogram
Pria berusia 26 tahun ini harus merelakan bentuk tubuhnya menjadi lebih melar. Bagaimana tidak, pria bernama Zhou ini mengalami kenaikan berat badan hingga 101 kilogram.
Zhongnan Hospital of Wuhan University ©2020 Merdeka.com
Itu merupakan imbas dari lockdown selama lima bulan. Kabar tersebut disampaikan oleh Zhongnan Hospital of Wuhan University, rumah sakit yang menangani Zhou melalui media sosial.
Pria Terberat di Kota Wuhan, China
Pihaknya menjelaskan Zhu terpaksa dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans beberapa waktu lalu. Apalagi saat itu kondisi Zhou sudah kritis akibat berat badannya.
Dikatakan juga, Zhou saat ini telah ditetapkan sebagai pria terberat di Wuhan. Di mana total berat badan Zhou mencapai 279 kilogram.
Upaya Telah Dilakukan
Zhou sebelumnya merupakan pekerja di sebuah kafe. Namun, saat pemerintah menetapkan kebijakan lockdown pada Januari lalu, Zhou tidak bisa bekerja kembali.
Zhongnan Hospital of Wuhan University ©2020 Merdeka.com
Pria asal Wuhan, China ini juga mengungkapkan telah berjuang keras menurunkan berat badannya. Bahkan sejak sebelum pandemi Covid-19 datang. Sayang, usaha yang dilakukannya tidak kunjung berhasil.
Alami Gagal Jantung dan Disfungsi Pernapasan
Berat badan Zhou terakhir kali mencapai 177,8 kilogram pada akhir tahun lalu. Namun, karena berada di rumah selama lima bulan, kenaikan berat badan semakin tak terelakan.
Hingga akhirnya, Zhou didiagnosa mengalami gagal jantung dan disfungsi pernapasan. Dan dia sempat berada pada kondisi yang kritis.
Harus Jalani Operasi
Pria berusia 26 tahun ini pun terpaksa harus menjalani operasi penurunan berat badan. Dengan menghilangkan lemak pada bagian perutnya.
Zhongnan Hospital of Wuhan University ©2020 Merdeka.com
Bukan operasi yang mudah, terdapat risiko-risiko yang juga menyertainya. Untuk itu, Zhou diberikan target menurunkan berat badan sebanyak 25 kilogram. Tujuannya agar risiko operasi bisa semakin kecil.