Ada Jejak Misterius di Gunung Merapi, Ini Potretnya Membekas di Beton Aspal
Potret jejak misterius yang ditemukan di jalur evakuasi lereng Merapi.
Sebuah jejak tapak misterius, belum lama ini muncul di jalur evakuasi Gunung Merapi, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Jejak tapak yang ditemukan pada Jumat, (20/11) dini hari itupun langsung menghebohkan warga sekitar.
Sebab, masyarakat menduga jika tiga tapak jejak yang tertinggal pada beton jalur evakuasi itu merupakan jejak milik sekawanan macan tutul.
Menanggapi hal tersebut, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi pun melakukan tinjauan ke lokasi secara langsung. Berikut potretnya:
Muncul Jejak Kaki Binatang
Sebelumnya, kabar munculnya jejak kaki misterius itu sempat menghebohkan warga di lereng Merapi. Setidaknya, ada tiga jenis berbeda jejak tapak yang tertinggal di beton jalan. Disebutkan jika lokasi tersebut merupakan tempat perlintasan hewan liar.
Pihak Taman Nasional Gunung Merapi pun mengatakan jika munculnya jejak tapak hewan secara tiba-tiba itu tidak ada kaitannya dengan aktivitas Merapi. Melainkan jalur tersebut memang dipakai sebagai perlintasan satwa.
Temuan dari Tim TNGM
Setelah melakukan peninjauan ke lokasi secara langsung, pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengatakan jika jejak hewa tersebut diduga kuat merupakan jejak anjing liar. Hal tersebut bisa dilihat dari ciri-ciri bentuk dari jejak tapak yang ditinggalkan.
Instagram/@magelang_raya ©2020 Merdeka.com
"Sebenerya kalau kita lihat ini sebenarnya jejak anjing, karena kalau kita lihat dari ciri-cirinya ada kuku di depan jari dari tapak jejak tersebut. Disamping itu dari bantalannya itu menyerupai segitiga, sedangkan kalau jenis kucing itu agak lonjong. Dan kalau jenis kucing itu biasanya kukunya akan selalu tersimpan jadi kalau jalan tidak nampak," kata seorang pria dalam video.
Sebut itu Jejak Anjing
Lebih lanjut, pihak TNGM meyakini jika jejak tersebut bukanlah jejak dari hewan jenis kucing seperti macan. Melainkan, jenis jejak anjing jika melihat dari ciri-cirinya.
"Dari semua jejak yang kita lihat disini, kita bisa yakinkan bahwa ini adalah jenis anjing," ungkapnya.
"Kalau dilihat ukuran memang ini bisa sebesar jejak macan memang, tapi kalau dari ciri-ciri di depan jari ini ada kuku ini berarti anjing. Dan bentuknya juga ada bantalannya ya," imbuh pria tersebut.
Instagram/@magelang_raya ©2020 Merdeka.com
Tetap Lakukan Pengamatan Lanjutan
Meski meyakini jika jejak tersebut merupakan milik anjing liar, pihak Taman Nasional Gunung Merapi tetap akan melakukan pengamatan lanjutan dengan cara memasang kamera pengintai (camera trap) di sekitar lokasi.
"Untuk meyakinkan, kita emang akan pasang camera trap," ungkapnya.
Instagram/@magelang_raya ©2020 Merdeka.com