LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Ada Efek Samping Operasi Ganti Kelamin Bisa Akibatkan Pendarahan, Pahami Opsi Lainnya

Sebelum memutuskan untuk menjalani operasi ganti kelamin, sebaiknya cermati dahulu efek samping dan proses yang harus dijalani selama pemulihan. Ketahui sejumlah alternatif lainnya.

2022-02-16 10:31:00
operasi plastik
Advertisement

Isu transeksual dan operasi penggantian kelamin atau sexual reassignment surgery (SRS) kerap mendapat banyak perhatian publik. Terutama bagi para individu yang mencari pengobatan untuk ketertarikan transeksualnya dan disforia gender. Namun mengingat risiko serius yang terkait dengan penggantian kelamin, tak jarang ada yang memilih cara lain.

Dokter dan profesional kesehatan mental memiliki tanggung jawab dalam mengomunikasikan risiko serius tersebut. Hal ini termasuk konflik psikologis yang telah diidentifikasi pada pasien dan keluarga, penyesalan yang mungkin terjadi, atau bahkan bunuh diri. Dokter dan psikolog yang mendampingi patut mengetahui risiko ini dan kadang penyesalan pasien yang telah menjalani operasi ganti kelamin.

Saat seseorang menderita Gender Dysphori atau kondisi di mana individu merasakan ketidaksesuaian antara jenis kelamin biologis dan identitas gendernya maka diperlukan pendampingan. Tapi tak sedikit yang kukuh untuk mengganti kelaminnya di usia dewasa.

Advertisement

Orang dewasa dengan disforia gender merasa seperti terjebak dalam tubuh orang lain yang mengakibatkan ketidakbahagiaan, kecemasan, dan ketidaknyamanan. Sementara penyebab pasti dari kondisi ini belum ditentukan. Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa disforia gender bisa karena perubahan perkembangan gender akibat perbedaan hormonal.

Kondisi langka lainnya, seperti hiperplasia adrenal kongenital (CAH), dan kondisi interseks (juga dikenal sebagai hermafroditisme) juga dapat menyebabkan disforia gender. Sebelum memutuskan untuk menjalani operasi ganti kelamin, sebaiknya cermati dahulu efek samping dan proses yang harus dijalani selama pemulihan.

Simak sejumlah efek samping operasi ganti kelamin beserta alternatif lain berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (16/2).

Advertisement

Efek Samping Operasi Ganti Kelamin

©2015 Merdeka.com/gbtimes.com

Mengutip dari kajian yang diterbitkan oleh National Institutes of Health (NIH), Dr. Paul McHugh, mantan ketua Departemen Psikiatri di Rumah Sakit Johns Hopkins menjelaskan.

"Gagasan bahwa seks seseorang itu terbuka untuk dipilih tidak diragukan lagi melalui budaya kita dan tercermin di mana-mana di media, teater, ruang kelas, dan di banyak klinik medis. Memberi ruang untuk akses mudah yang mendukung perubahan jenis kelamin. Hal ini banyak merugikan keluarga, remaja, dan anak-anak dan harus dihadapkan sebagai pendapat tanpa dasar biologis di mana pun itu muncul," tulisnya.

Melansir dari Hello Sehat, berikut ini sejumlah efek samping operasi ganti kelamin yang patut diwaspadai:

1. Perdarahan dan Infeksi

Kasus yang paling sering terjadi, yakni efek samping operasi ganti kelamin berupa perdarahan dan infeksi. Karena selama proses operasi, akan membuat banyak sayatan pada penis atau vagina.

Proses ini berisiko melukai pembuluh darah, sehingga menyebabkan perdarahan dalam jumlah banyak. Bahkan luka operasi rentan terinfeksi oleh bakteri, umumnya dari jenis staph. Pada kasus yang parah, infeksi mampu menyebar ke aliran darah, lalu menyebabkan sepsis (komplikasi infeksi yang mengancam jiwa).

2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

boldsky.com


Mengingat operasi dilakukan di alat kelamin, kemungkinan bakteri bisa menyebar ke arah saluran kemih. Hal ini berdasarkan studi oleh PRS Global Open yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health, ada pasien yang menjalani operasi ganti kelamin. Rupanya mengalami efek samping menyerupai gejala ISK, meliputi:

  • Nyeri panggul
  • Aliran urine yang lemah
  • Susah buang air kecil
  • Sering buang air kecil pada malam hari

3. Masalah Kesehatan Perubahan Hormon

Sekira satu tahun jelang operasi, pasien akan diminta untuk menjalani terapi hormon. Pria yang ingin menjalani operasi transgender perlu menempuh terapi estrogen dulu, agar lebih memunculkan ciri reproduksi feminin.

Begitu pula dengan perempuan, harus menjalani terapi testosteron dulu agar mendapatkan efek sebagai pria. Kedua terapi yang mereka jalani ini, tak luput dari efek samping, seperti:

  • memicu komplikasi saat operasi berlangsung.
  • terapi testosteron berisiko meningkatkan tekanan darah, penurunan respons tubuh terhadap insulin, dan perubahan abnormal pada jaringan lemak.
  • menimbulkan obesitas, hipertensi, serta diabetes di kemudian hari.

4. Masalah Kesehatan Mental

Efek samping operasi ganti kelamin tak hanya memengaruhi fisik. Tapi juga kondisi mental pasien. Stigma negatif, diskriminasi, dan prasangka dari orang lain juga turut memperburuk kondisi psikologis. Akibatnya, pasien jadi rentan menderita gangguan kecemasan, depresi, dan trauma pasca-operasi.

Efek Samping Sementara Operasi Ganti Kelamin

Ilustrasi operasi ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/ben bryant

Sebagian besar komplikasi yang berkaitan dengan operasi ganti kelamin, lebih bersifat psikologis dan hormonal, dari pada fisik. Tak jarang pasien yang harus menyesuaikan diri dengan peran gender yang berbeda. Bahkan membutuhkan rentang waktu yang lebih lama, mungkin beberapa tahun.

Pasien mungkin perlu menjalani terapi sebelum dan sesudah operasi ganti kelamin untuk membantu secara mental. Untuk menyesuaikan diri dengan pendapat orang lain tentang Anda berdasarkan jenis kelamin baru.

Selanjutnya, hormon yang menentukan karakteristik seksual sekunder seperti suara dan pertumbuhan rambut tidak terpengaruh oleh operasi. Sehingga harus menjalani beberapa perawatan lain untuk mengubah komposisi hormonal tubuh. Disesuaikan dengan jenis kelamin yang baru.

Tentu saja efek samping operasi ganti kelamin dan risiko yang ditanggung ini akan memakan banyak waktu, serta dana yang begitu besar. Sebaiknya, pikirkan lebih matang lagi sebelum mengambil tindakan.

Perawatan Pasca Operasi Ganti Kelamin

Ilustrasi operasi ©Shutterstock.com/Naypong

Setelah menjalani operasi ganti kelamin, setiap pasien berdasarkan gender sebelumnya harus menjalani perawatan yang berbeda. Simak perawatan yang harus disiplin dijalani berikut, seperti dikutip dari Med Halt:

Ganti Kelamin Pria ke Wanita

  • Setelah 3 hari di rumah sakit untuk operasi. Waktu pemulihan pasien harus tinggal selama 10 hingga 12 haril lagi di sana.
  • Pasien bisa melakukan pekerjaan ringan dalam 4 sampai 6 minggu. Pekerjaan berat dan olahraga baru dimulai pada 6 hingga 8 minggu.
  • Pelebaran (peregangan dinding vagina secara berkala) harus dilakukan sesuai instruksi dokter bedah setelah masa perawatan. Dengan frekuensi dua kali seminggu sampai 13 minggu.
  • Dilator yang baik adalah yang besar dan pas di dalam vagina harus digunakan.
  • Vagina harus disiram atau dibersihkan dengan cara tertentu, sesuai instruksi ahli bedah.
  • Obat penghilang rasa sakit menurut resep dokter bedah harus diberikan dalam berbagai tahap penyembuhan, setelah penggantian kelamin.

Ganti Kelamin Wanita ke Pria

  • Setelah 2 hari di rumah sakit, pasien harus tinggal dan menjalani perawatan selama sekitar 5 hingga 6 hari.
  • Aktivitas ringan bisa dilanjutkan dalam 2 minggu. Olahraga yang lebih berat hanya boleh dimulai setelah 4 hingga 6 minggu.
  • Sebuah pengikat kompresi di kelamin baru, mungkin harus dipakai selama tahap pemulihan sekitar 6 minggu. Ini tergantung dari saran ahli bedah.
  • Akan ada rasa sakit sedang setelah operasi, selama beberapa minggu. Tergantung pada bagaimana operasi itu dilakukan. Ini akan ditangani oleh ahli bedah yang akan meresepkan obat penghilang rasa sakit bila diperlukan.
  • Jahitan di bagian atas operasi akan dilepas dalam waktu sekitar seminggu.

Alternatif Selain Operasi Ganti Kelamin

Shutterstock/Stokkete

Melansir dari My Clevel and Clinic, operasi ganti kelamin bukan satu-satunya pengobatan untuk disforia gender. Pembedahan hanyalah salah satu pilihan. Tidak semua orang transgender atau nonbiner memilih untuk menjalani operasi.

Orang dewasa yang menghadapi disforia gender dan transeksual bisa menemui psikolog atau ahli kesehatan mental. Jika ingin kembali pada jati diri sesuai ia dilahirkan. Namun jika tetap kukuh, bahkan merasa nyaman dengan identitas gender mungkin memerlukan perawatan yang lebih ekstensif atau bedah.

Beberapa alternatif lain tersedia untuk individu trans, di antaranya:

  • Terapi hormon untuk meningkatkan karakteristik maskulin atau feminin, seperti jumlah rambut tubuh atau nada suara. Hormon sintetis yang dikenal sebagai analog gonadotropin-releasing hormone (GnRH) dapat digunakan.
  • Pemblokir pubertas untuk mencegah Anda melewati masa pubertas.
  • Terapi suara untuk menyesuaikan suara atau nada Anda atau membantu keterampilan komunikasi, seperti memperkenalkan diri.
  • Orang-orang juga dapat bertransisi secara sosial ke jenis kelamin yang sebenarnya dengan atau tanpa operasi.
(mdk/kur)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.