8 Penyebab Stretch Mark di Paha Beserta Cara Mencegahnya, Wanita Harus Tahu
Penyebab stretch mark di paha beserta cara mencegahnya.
Sebagian orang merasa terganggu akan munculnya stretch mark di bagian tubuhnya. Padahal, stretch mark sebenarnya merupakan kondisi yang normal dialami oleh orang-orang. Meskipun normal, banyak orang yang menganggap stretch mark dapat merusak penampilannya. Khususnya di area sekitar paha kaki. Tak heran jika mereka mencari tahu mengenai penyebab stretch mark di paha.
Stretch mark sendiri merupakan guratan yang kerap kali terlihat pada kulit di beberapa bagian tubuh. Stretch mark umumnya muncul pada bagian tubuh yang mengandung banyak lemak. Mulai dari lengan atas, payudara, perut atas, bokong hingga paha. Guratan-guratan stretch mark ini mulanya berwarna merah, merah muda atau ungu. Tetapi, lama kelamaan warna guratan stretch akan berubah menjadi warna putih atau kelabu.
Untuk mencegah munculnya, tidak ada salahnya untuk mengetahui penyebab stretch mark di paha dan bagian lainnya. Lantas apa saja penyebab stretch mark di paha beserta cara mencegahnya?
Melansir dari berbagai sumber, Senin (21/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Kenaikan Berat Badan
Penyebab stretch mark di paha yang pertama adalah kenaikan berat badan yang drastis. Kenaikan berat badan ini akan membuat kulit menjadi melebar dan berkontraksi dengan cepat. Apalagi jika kenaikan berat badan terjadi dalam waktu yang singkat. Saat serat ikat kulit meregang terlalu banyak, mereka dapat sobek dan meninggalkan sebuah bekas.
©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Deyan Georgiev
Pubertas
Penyebab stretch mark di paha yang kedua yaitu pubertas. Sangat normal jika sebagian remaja mengalami stretch mark di bagian-bagian tertentu. Tak terkecuali di area paha. Remaja yang mengalami stretch mark bukan hanya pada wanita saja, namun pada pria pun bisa terjadi.
Saat pubertas, remaja cenderung mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dan perubahan fisik. Tubuh juga akan menghasilkan protein yang disebut kolagen dengan secara alami. Kolagen ini diketahui bermanfaat untuk membuat kulit tetap elastis.
Selain itu para remaja juga akan mengalami perubahan fisik di beberapa bagian. Mulai dari tulang yang bertambah panjang, payudara mengembang hingga pinggul melebar. Perubahan tersebut membuat kulit terpaksa meregang dengan cepat untuk menutupi area permukaan baru. Saat proses tersebut terjadi lebih cepat dibanding dengan yang bisa dihasilkan kolagen, maka kulit akan kehilangan elastisitas. Sehingga dapat menyebabkan munculnya stretch mark.
Kehamilan
Penyebab stretch mark di paha yang ketiga adalah kehamilan. Sebagian orang tentu mengetahui stretch mark sering kali muncul pada ibu hamil. Baik itu di bagian perut maupun paha. Kehamilan juga menjadi salah satu penyebab stretch mark yang biasa disebut dengan Striae Gravidarum.
Hal ini lantaran, wanita hamil akan mengalami perubahan hormon. Perubahan inilah yang nantinya dapat memengaruhi kulit dan memiliki risiko mengalami stretch mark.
Tak hanya itu, para wanita selama kehamilan juga dapat mengalami penambahan berat badan lebih cepat. Inilah yang menjadi salah satu penyebab stretch mark di paha, perut dan bagian tubuh lainnya.
Kondisi Medis Tertentu
Penyebab stretch mark di paha selanjutnya adalah karena kondisi medis tertentu. Kondisi medis yang dimaksudkan misalnya seperti sindrom Marfan dan sindrom Cushing.
Sindrom Marfan mampu menyebabkan terjadinya penurunan elastisitas pada jaringan kulit. Sedangkan sindrom Cushing dapat menyebabkan tubuh memproduksi hormon terlalu banyak. Sehingga akan menyebabkan penambahan berat badan dengan sangat cepat. Kondisi tersebut juga akan membuat kulit mengalami kerapuhan.
Selain itu, kelainan kelenjar adrenalin lainnya juga dapat menyebabkan stretch mark di paha atau bagian lainnya. Sebab, kondisi tersebut mampu meningkatkan jumlah kortison yang ada dalam tubuh.
Olahraga yang Meningkatkan Ukuran Otot
Penyebab stretch mark di paha berikutnya adalah olahraga yang meningkatkan ukuran otot. Siapa sangka, olahraga ini mampu menyebabkan munculnya stretch mark di bagian paha atau tubuh lainnya. Olahraga yang intens khususnya yang meningkatkan otot rupanya bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami stretch mark.
Hal ini lantaran adanya peningkatan massa otot yang cepat di paha dan lengan. Kondisi inilah membuat seseorang dapat menimbulkan stretch mark yang sebenarnya tidak diinginkan oleh siapapun.
Oleh karena itu, kalian bisa mengatur intensitas olahraga untuk mencegahnya. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi nutrisi seimbang. Selain itu, sebaiknya tetap menggunakan pelembap kulit.
©2015 Merdeka.com/in.lifestyle.yahoo.com
Penyebab Lainnya
Melansir dari Alodokter, stretch mark umumnya muncul akibat ukuran tubuh yang bertambah lebih cepat dibanding dengan perkembangan serta elastisitas kulit. Saat kulit meregang dengan cepat, lapisan dermis atau tengah kulit akan menipis. Sehingga lapisan di bawahnya akan muncul ke permukaan.
Adapun beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab stretch mark di paha dan bagian tubuh lainnya adalah sebagai berikut:
- Riwayat keluarga dengan stretch mark
- Warna kulit terang
- Mengonsumsi obat-obatan kortikosteroid yang tidak sesuai atau tepat
Cara Mencegah Stretch Mark
Meski kondisi ini umum, namun stretch mark tidak selalu dapat dicegah. Walau begitu, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko munculnya stretch mark di paha ataupun bagian tubuh lainnya.
Berikut beberapa cara mencegah stretch mark yang bisa dilakukan dan dicoba:
- Menjaga berat badan
- Menjaga asupan cairan
- Menerapkan pola makan sehat