7 Penyakit Kekurangan Vitamin D yang Perlu Diwaspadai
Tubuh membutuhkan nutrisi dan vitamin guna menjaga fungsi organ-organ yang penting agar tetap bekerja secara optimal, salah satunya vitamin D.
Penyakit kekurangan vitamin D ternyata sangat beragam dan cukup berbahaya bagi tubuh. Vitamin D berperan cukup penting pada tubuh. Tidak hanya membantu menyerap kalsium yang penting bagi tulang, tetapi vitamin D juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh dengan membantu mengurangi peradangan.
Tubuh membutuhkan nutrisi dan vitamin guna menjaga fungsi organ-organ yang penting agar tetap bekerja secara optimal, salah satunya vitamin D. Kita bisa memberikan asupan nutrisi dan vitamin melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Lantas, apa yang terjadi jika tubuh kekurangan vitamin khususnya vitamin D? Berikut informasi selengkapnya dilansir dari laman alodokter dan berbagai sumber:
1. Sebabkan Diabetes
pixabay.com ©2020 Merdeka.com
Pada sebuah penelitian tahun 2011 lalu menemukan jika anak dengan obesitisan yang memiliki kadar vitamin D rendah dalam tubuh berpotensi mengalami diabetes tipe 2 saat dewasa. Sedangkan pada orang dewasa yang kekurangan kadar vitamin D dalam tubuh memiliki kemungkinan terserang diabetes tipe 2 naik menjadi sekitar 57 persen.
2. Multiple sclerosis
health.clevelandclinic.org
Kekurangan vitamin D dari dulu dikaitkan dengan masalah kesehatan tulang. Beberapa peneliti mengatakan ada hubungan antara kekurangan vitamin D dengan multiple sclerosis, yakni peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang.
3. Rheumatoid arthritis
Kekurangan vitamin D pada tubuh juga dikaitkan dengan penyakit Rheumatoid arthritis atau radan sendi.
4. Kanker
©www.telegraph.co.uk
Sebuah penelitian menunjukkan orang yang dalam darahnya banyak terkandung vitamin D memiliki risiko 40 persen lebih rendah terserang kanker usus dibandingkan dengan orang yang memiliki vitamin dalam kadar rendah. Orang yang kekurangan kadar vitamin D memiliki risiko terserang kanker payudara, kanke rusus besar, dan kanker prostat.
5. Osteoporosis
6. Demensia
7. Penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, gagal jantung, dan penyakit jantung.
Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D
Daily Express
Tubuh memang tidak bisa memproduksi vitamin dengan sendirinya. Kekurangan vitamin D bisa mennyebabkan beberapa penyakit dan masalah pada tulang. Berikut cara memberikan asupan vitamin D untuk tubuh:
- Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 20-30 menit, setidaknya 2 kali seminggu.
- Mengonsumi makanan yang kaya akan vitamin D, seperti susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, dan minyak ikan. Makanan laut, seperti ikan sarden dan tuna, juga merupakan sumber vitamin D yang baik untuk dikonsumsi.
- Konsumsi suplemen penambah vitamin D jika diperlukan
- Konsultasikan dosis asupan vitamin D yang sesuai untuk tubuh.
Penyakit Kekurangan Vitamin C
©2020 Merdeka.com
Penyakit kekurangan vitamin C bisa menyebabkan penyakit yang dinamakan dengan scurvi. Biasanya tanda-tanda penyakit scurvi mulai terlihat setelah setidaknya empat minggu kekurangan vitamin C yang parah dan berkelanjutan. Namun, secara umum, perlu tiga bulan atau lebih untuk gejala berkembang. Tanda-tanda awal dan gejala dari penyakit scurvi antara lain merasakan sakit pada kaki, kelelahan, merasa lemah, nafsu makan berkurang, demam, dan mudah marah.
Jika gejala umum penyakit scurvi tidak segera diobati setelah satu hingga tiga bulan, dapat menimbulkan penyakit lain seperti anemia, gingivitis, pendarahan pada kulit, memar, kerusakan gigi, sesak napas, mengurangi kekebalan tubuh, hingga dapat menyebabkan komplikasi parah dan kematian.
Penyakit Kekurangan Vitamin B-1
Kekurangan vitamin B-1 bisa menyebabkan penyakit beriberi. Penyakit beriberi sendiri dibedakan menjadi beriberi basah dan kering. Beri-beri basah mempengaruhi jantung dan sistem peredaran darah. Dalam kasus yang ekstrem, beriberi basah dapat menyebabkan gagal jantung. Sementara itu beri-beri kering merusak saraf dan dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot dan akhirnya, kelumpuhan otot.
Gejala beriberi basah meliputi:
- Sesak napas selama aktivitas fisik
- Bangun dengan napas pendek
- Detak jantung yang cepat
- Kaki bagian bawah bengkak
Gejala beri-beri kering meliputi:
- Fungsi otot menurun
- Kesemutan atau kehilangan perasaan di kaki dan tangan
- Merasa bingung
- Kesulitan berbicara
- Muntah
- Gerakan mata tak sadar
- Lumpuh