6 Plesetan Singkatan PSBB, Wujud Kekesalan Publik Lihat Penumpang Menumpuk di Bandara
Masyarakat tengah dihebohkan dengan potret memperlihatkan Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng dipenuhi antrean penumpang.
Masyarakat dihebohkan dengan kondisi di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, dipenuhi antrean penumpang. Padahal masih dalam masa penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19).
Melihat keadaan tersebut, artis sekaligus komika Kemal Pahlevi mengungkapkan pernyataan dalam akun media sosialnya. Hal tersebut juga ditanggapi oleh para warganet yang memberikan komentar plesetan singkatan PSBB. Penasaran? Berikut ulasan selengkapnya.
Unggahan Kemal Pahlevi
Lewat akun Instagram pribadinya @kemalpahlevi mengunggah potret Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta sedang dipadati para penumpang di tengah pandemi virus corona. Ia mengunggah potret tersebut pada Kamis (14/5) kemarin sembari memberikan sebuah pernyataan.
Instagram/@kemalpahlevi ©2020 Merdeka.com
"Ini yang bikin pertahanan kewaspadaan gw runtuh. males udah mikir sana sini gak ada guna (malam ini itikaf di masjid)," tulis pernyataan Kemal dalam unggahannya.
Netizen Tulis 6 Plesetan Singkatan PSBB
Unggahan Kemal Pahlevi itu mampu mencuri perhatian netizen. Mereka pun menanggapi postingan Kemal sehubungan dengan adanya kebijakan pemerintah yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sedang berlaku saat ini.
©2020 Merdeka.com/Instagram
Mereka meninggalkan komentar dengan membuat pelesetan singkatan dari PSBB.
"PSBB (Peraturan Suka Berubah Berubah)," tulis @faisalghozali.
"PSBB (Peraturan Suka Berkumpul Bersama)," ungkap @farhans24.
"Kebijakan labilllll. PSBB (Persatuan Sengsara Bareng Bareng)," lanjut @rini_irin46.
"PSBB (Persatuan Suka Baris-Berbaris)," timpal @mozal._
"Psbb = pembatasan sosial boong boongan," komentar lain @rayyan.wae.
"PSBB (Peraturan Suka Blunder Blunder)!!," tulis rafidhanazhr.
Kemenhub Beri Sanksi Bagi Maskapai yang Melanggar
Sehubungan dengan membludaknya penumpang di Bandara Soetta, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan pihaknya akan tegas dalam menindak operator penerbangan yang melanggar pembatasan jumlah penumpang.
"Begitu terbukti melanggar aturan, kami akan terapkan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegasnya di Jakarta, Kamis (14/10).
Imbauan Kemenhub
Pihaknya juga mengimbau agar operator maskapai tetap mematuhi peraturan yang berlaku yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pasal 14 poin b.
©2020 Merdeka.com/Instagram Aming
Yang menyebutkan bahwa pembatasan jumlah penumpang paling banyak 50 persen (lima puluh persen) dari jumlah kapasitas tempat duduk dengan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).
Penjelasan Angkas Pura II
Beredarnya potret penumpukan penumpang yang terjadi di Bandara Soetta juga membuat PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan keterangan. Pihaknya menginformasikan sempat terjadi antrean calon penumpang di posko pemeriksaan dokumen perjalanan pada pukul 04.00 WIB. Namun pihaknya menjelaskan pada 05.00 WIB antrean sudah tidak terjadi lagi.
"Antrean di posko verifikasi dokumen terjadi mulai pukul 04.00 WIB, di mana calon penumpang memiliki tiket pesawat untuk penerbangan antara pukul 06.00 - 08.00 WIB. Di antara pukul tersebut terdapat 13 penerbangan dengan keberangkatan hampir bersamaan, yaitu 11 penerbangan Lion Air Group dan 2 penerbangan Citilink," kata Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri melalui keterangan resmi, Kamis (14/5).
Akan Lakukan Penataan Jadwal
Sehubungan dengan menjaga penerapan physical distancing, pihaknya juga berjanji akan melakukan penataan jadwal keberangkatan penerbangan. Hal tersebut lantaran semua naungan PT Angkasa Pura II selalu melakukan operasi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.
©2020 Merdeka.com/Instagram Aming
"Seluruh stakeholder akan melakukan evaluasi untuk menata jadwal penerbangan supaya tidak ada yang berdekatan," jelasnya.