6 Manfaat Memelihara Kucing bagi Kehidupan Manusia
Manfaat memelihara kucing ternyata baik untuk kesehatan mental dan fisik manusia.
Manfaat memelihara kucing bagi kehidupan manusia ternyata mampu meningkatkan energi dan juga menciptakan emosi positif. Kucing sendiri, merupakan salah satu jenis hewan yang banyak di pelihara oleh manusia.
Mamalia karnivora ini banyak digemari karena bentuk fisiknya yang mungil dan berbulu serta tingkahnya yang menggemaskan.
Kucing juga memiliki jenis dan ras yang berbeda-beda. Beberapa jenis kucing yang populer di antaranya adalah Persia, Turkish, Angora, Maine coon, Scottish, Fold, dan lain sebagainya.
Sebagian orang menganggap jika memelihara kucing berisiko terhadap kesehatan perempuan. Sebab, kucing dianggap bisa menyebarkan penyakit toksoplasmosis yang mampu sebabkan kematian janin bahkan kemandulan.
Namun, studi ilmiah justru menemukan beragam manfaat memelihara kucing untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. Berikut manfaat memelihara kucing bagi kesehatan manusia, dilansir dari laman Metro dan berbagai sumber:
Bantu Anak dengan Autisme
Sebuah penelitian dari University of Missouri, Amerika Serikat menemukan, bahwa interaksi sosial anak penderita autisme membaik ketika dikelilingi hewa peliharaan. Dalam studi itu, hampir separuh dari total keluarga yang diteliti memiliki kucing peliharaan. Para orang tua dalam keluarga-keluarga tersebut pun melaporkan ikatan kuat yang terbentuk antara mereka dan anak-anak.
Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Memiliki hewan peliharaan apa pun baik untuk jantung seseorang. Kucing, khususnya, menurunkan tingkat stres seseorang - mungkin karena mereka tidak membutuhkan perhatian dan usaha lebih banyak seperti mengurus anjing - dan menurunkan jumlah kecemasan dalam hidup seseorang.
Membelai kucing memiliki efek menenangkan yang positif. Satu studi menemukan bahwa selama periode 10 tahun, pemilik kucing 30 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal karena serangan jantung atau stroke daripada pemilik non-kucing. Hal ini terjadi mungkin saja karena pemilik kucing lebih satai dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah pada umumnya.
Dengkuran Kucing Bantu Menyembuhkan Nyeri Tulang, Sendi, dan Otot
Kucing biasanya akan mengeluarka suara seperti sedag mendengkur, atau yang biasa disebut dengan purring. Hal tersebut sebagai tanda jika kucing sedang merasa bahagia. Suara dengkuran kucing itu memiliki kemampuan penyembuhan bagi nyeri tulang dan otot manusia.
Hal ini, terkait dengan frekuensi getaran dengkuran kucing yang berada pada kisaran 20-140 Hz. Sebuah studi pun menunjukkan, bahwa frekuensi getaran antara 18-35 Hz memiliki efek positif pada persendian setelah cedera.
Memiliki Kucing Seperti Miliki Pasangan Romantis
Sebuah penelitian di Austria yang dilakukan pada 2003 menemukan, memiliki kucing di rumah adalah setara emosional dengan memiliki pasangan yang romantis. Selain sering melakukan kontak, penelitian menunjukkan kucing akan mengingat kebaikan yang ditunjukkan kepada mereka dan dapat membalas budi.
Tetapi kucing benar-benar memiliki keunggulan dalam hubungan ini. Setelah ribuan tahun domestikasi, kucing telah belajar bagaimana membuat suara setengah mendengkur atau setengah melolong yang terdengar sangat mirip tangisan bayi manusia. Dan karena otak manusia diprogram untuk merespons permintaan anak-anak bulu tersebut, hampir mustahil untuk mengabaikan apa yang diinginkan kucing ketika ia menuntutnya seperti itu.
Beri Dampak Positif pada Kesehatan Mental
Melansir dari Metro, dalam survei yang dilakukan Cats Protection terhadap 600 responden yang separuhnya memiliki masalah kesehatan mental, sebanyak 87 persen responden yang memelihara kucing merasakan efek positif pada kehidupan mereka. Sebanyak 76 persen responden juga menyatakan bahwa, mereka mengatadi stres dengan lebih mudah berkat kucing.
Pelihara Kucing Bisa Buat Tidur Lebih Tenang
Beberapa penelitian melaporkan jika tidur dengan kucing akan membuat seseorang merasa lebih tenang. Sebuah penelitian baru-baru ini dari Pusat Klinik Obat Tidur Mayo menunjukkan, 41 persen orang dalam penelitian itu mengindikasikan mereka tidur lebih nyenyak karena hewan peliharaan mereka, sementara hanya 20 persen mengatakan bahwa itu menyebabkan gangguan.