LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

6 Macam Hujan yang Penting Dipahami Agar Terhindar dari Penyakit Musiman

Macam hujan diketahui terbagi menjadi beberapa jenis. Hujan merupakan sebuah fenomena alam yang kerap kali kita lihat dan rasakan. Umumnya hujan yang turun berbentuk air, namun sebagian daerah di dunia pernah mendapati fenomena tidak biasa yakni hujan es.

2020-07-25 12:00:00
Jenis hujan
Advertisement

Macam hujan diketahui terbagi menjadi beberapa jenis. Hujan merupakan sebuah fenomena alam yang kerap kali kita lihat dan rasakan. Umumnya hujan yang turun berbentuk air, namun sebagian daerah di dunia pernah mendapati fenomena tidak biasa yakni hujan es. Namun, sama dengan fenomena alam lainnya, tentu hujan juga memberikan manfaat kepada mahkluk hidup di muka bumi.

Hujan dipercaya merupakan salah satu anugerah yang diturunkan oleh sang pencipta kepada setiap umatnya di dunia mengingat air adalah sumber kehidupan. Perlu Anda pahami bahwa hujan memerlukan adanya lapisan atmosfer tebal guna menemui suhu di atas titik leleh es yang berada di dekat dan di tas permukaan bumi.

Hujan yang turun ke bumi merupakan sebuah presipitasi berwujud cairan. Secara ilmiah, hujan merupakan proses kondensasai uap air di atmosfer yang berubah menjadi air berat kemudian jatuh ke bawah. Nah, hujan terkadang juga dipercaya mampu membawa dampak yang mengganggu kesehatan manusia, seperti flu, batuk dan banyak lagi. Untuk itu, perlu bagi Anda memahami macam hujan agar dapat terhindar dari penyakit musiman. Berikut adalah macam hujan yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

Advertisement

Macam Hujan Zenithal

©2018 Merdeka.com/Pixabay

Advertisement

Macam hujan yang pertama adalah zenithal atau senithal. Hujan ini dapat terjadi lantaran adanya pertemuan antara angin pasat tenggara dengan angin pasat timur. Dilansir dari Liputan6.com, hujan zenithal dapat terjadi di kawasan sekitar garis khatulistiwa.

Bertemunya udara panas yang kemudian naik ke atmosfer, lalu mengakibatkan suhu di sekitar awan mampu turun dengan perlahan. Suhu udara yang kemudian turun ini akan mengakibatkan kondensasi terjadi secara berangsur-angsur dan menciptakan awan hingga mencapai titik terjenuhnya, kemudian turunlah hujan.

Macam Hujan Siklonal

©2018 Merdeka.com/Pixabay

Macam hujan selanjutnya adalah hujan siklonal yang merupakan hujan biasa terjadi di daerah yang dilewati garis ekuator atau khatulistiwa. Hujan siklonal dapat terjadi lantaran terdapat udara panas dan suhu lingkungan tinggi disertai angin yang berputar.

Terjadinya pertemuan angin pasat timur dan angin pasat tenggara yang terus naik akan menjadi gumpalan di atas awan yang berada di garis khatulistiwa. Hingga berada pada titik jenuh, ia akan membentuk gumpalan awan mendung dan turun hujan lebat.

Macam Hujan Orografis

©2018 Merdeka.com/Pixabay

Hujan orografis merupakan salah jenis hujan yang memiliki perjalanan melewati pegunungan. Perlu diketahui, hujan orografis dapat terjadi lantaran terdapat angin dengan kandungan uap air yang bergerak secara horizontal. Angin yang melewati pegunungan akan membuat suhu angin menjadi dingin akibat proses kondensasi.

Proses ini pada nantinya menciptakan butiran air dan mengendap sehingga menjadi hujan pada lereng gunung yang menghadap ke arah datangnya angin tersebut. Akibatnya, pada sisi belakang gunung tidak akan terjadi hujan.

Macam Hujan Frontal

©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Selanjutnya ada hujan frontal yang dapat terjadi akibat adanya dua massa udara berbeda yakni massa udara dingin dan massa udara panas. Pada saat massa udara ini bertemu, massa udara yang dingin menjadi lebih berat daripada massa udara panas. Akibatnya akan mampu menciptakan uap yang kemudian dibawa oleh massa udara dingin dan jatuh dengan deras.

Hujan frontal biasanya dapat terjadi di kawasan yang berada pada letak astronomi lintang sedang. Apabila hujan frontal terjadi di kawasan beriklim tropis, maka hujan yang turun dapat berupa es.

Macam Hujan Muson (Musiman)

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Petr Malyshev

Macam hujan berikutnya adalah hujan muson atau hujan yang terjadi secara musiman. Hujan ini dapat terjadi akibat adanya pergerakan semu tahunan matahari dengan garis balik utara dan juga garis balik selatan.

Biasanya hujan ini akan turun pada saat waktu tertentu. Hujan muson dikenal pada saat musim penghujan di Indonesia yang biasa terjadi pada bulan Oktober hingga bulan April.

Macam Hujan Buatan

©2017 Merdeka.com

Macam hujan lainnya adalah hujan buatan yang tentu sudah tidak terdengar asing. Hujan buatan ini dapat terjadi akibat campur tangan dari manusia. Hujan ini juga dapat diartikan sebagai hujan manipulasi.

Manusia akan memanipulasi keadaan fisik atmosfer di suatu daerah dengan memanfaatkan proses tumbukan serta penggabungan awan atau ice nucleation. Jumlah hujan yang turun biasanya lebih sedikit jika dibandingkan dengan hujan alamiah dari fenomena alam.

5 Macam Hujan Berdasarkan Partikelnya

Ditinjau berdasarkan partikelnya, hujan terbagi menjadi 5 macam. Berikut adalah 5 macam hujan yang berhasil dikutip Merdeka.com dari Liputan6.

1. Hujan gerimis

Hujan ini merupakan hujan yang memiliki ukuran dengan diameter sekitar kurang dari 0,5 mm.

2. Hujan Deras

Hujan yang menjatuhkan butiran airnya beserta ukuran partikelnya yang memiliki diameter kurang dari 7,0 mm.

3. Hujan Salju

Hujan salju merupakan hujan yang menjatuhkan kristal-kristal esnya pada suhu di bawah 0 derajat celcius.

4. Hujan Es

Hujan es diketahui memiliki partikel air dengan tingkat keasaman tinggi, yang di setiap butirannya mengandung senyawa NO3 ataui H2S.

(mdk/bil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.