4 Cara Mengobati Benjolan di Leher Anak Beserta Penyebabnya, Perlu Diwaspadai
Cara mengobati benjolan di leher anak beserta penyebabnya.
Sebagai orang tua, sudah menjadi tugasnya untuk terus memantau perkembangan si kecil. Tak terkecuali mengenai kesehatan si kecil. Mengingat daya tahan tubuh si kecil masih sering kali naik turun. Karenanya, para orangtua juga perlu memperhatikan tanda-tanda tertentu jika sedang sakit. Gejala atau tanda-tanda ini pun bisa dalam berbagai bentuk.
Salah satunya adalah munculnya benjolan di leher anak. Kondisi ini memang kerap terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Gejalanya biasanya berupa pembesaran pada kelenjar getah bening. Pembesaran ini menunjukkan sistem kekebalan tubuh anak tengah bekerja melawan penyakit.
Selain pembesaran getah bening, ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya benjolan di leher anak. Ini perlu diperhatikan, agar dapat mengetahui cara mengobati benjolan di leher anak. Lantas apa saja cara mengobati benjolan di leher anak beserta penyebabnya?
Melansir dari berbagai sumber, Selasa (21/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Penyebab Benjolan
Sebelum membahas cara mengobati benjolan di leher anak, sebaiknya mengetahui penyebab dari kondisi tersebut. Secara umum, penyebab benjolan di leher anak yaitu adanya infeksi pada kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening sendiri merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Kelenjar ini juga dapat membantu membersihkan tubuh dari bakteri, virus, infeksi hingga penyebab iritasi lainnya.
Tahukah kalian, ada 200 hingga 300 kelenjar getah bening yang tersebar di bagian belakang hidung, tenggorokan dan leher. Kelenjar getah bening ini memungkinkan untuk membengkak saat tubuh sang anak tengah melawan pilek, radang tenggorokan atau juga infeksi lainnya. Tak heran jika pada kondisi tersebut sering kali menimbulkan benjolan di leher anak. Hal itu sebagai perubahan fisik akibat sistem kerja yang terjadi di dalamnya
Bukan hanya itu, benjolan di leher ini juga bisa menjadi pemicu infeksi kelenjar getah bening atau di area terdekat lainnya. Sebagai orangtua perlu memeriksa perkembangan benjolan secara rutin yang terjadi di leher anak. Orangtua perlu memerhatikan lama waktu benjolan berlangsung, adakah gejala infeksi lain yang menyertai hingga apakah anak pernah atau sering dekat dengan hewan peliharaan atau hewan lain yang mungkin menjadi penyebab infeksi.
Penyebab Lainnya
Melansir dari Alodokter, terdapat beberapa penyebab benjolan di leher.
Adapun penyebab munculnya benjolan pada leher adalah sebagai berikut:
- Pembengkakan kelenjar tiroid
- Pembengkakan saat tubuh mengalami infeksi seperti infeksi tenggorokan, gigi, pilek dan TBC
- Batu di kelenjar ludah
- Pertumbuhan kulit yang berlebih
- Kista
- Kanker
Cara Mengobati Benjolan di Leher Anak
Cara mengobati benjolan di leher anak bisa dengan memberikan obat antibiotik. Dalam kondisi lain misalnya jenis infeksi leher atipikal, anak mungkin tidak merasakan sakit sama sekali. Akan tetapi jika dibiarkan, benjolan dapat semakin memburuk.
Kondisi tersebut dapat dilihat dari adanya perubahan warna dan konsistensi kulit di atasnya. Jenis infeksi kelenjar getah bening atipikal yang paling umum yaitu mikobakterium non-tuberkulosis. Jenis infeksi ini memungkinkan diperlukan proses pembedahan atau pengobatan dapat membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk membaik.
Apabila kondisi tidak kunjung membaik usai diberikan obat antibiotik, biasanya dokter akan memberikan beberapa rekomendasi cara mengobati benjolan di leher anak. Terlebih jika anak terlihat merasakan rasa sakit, mengalami demam tinggi dan kemerahan di kulit.
Berikut cara mengobati benjolan di leher anak:
a. Konsumsi antibiotik IV
Antibiotik ini membantu mengobati infeksi lebih cepat. Sebab, obat tersebut langsung masuk ke aliran darah.
b. Tes laboratorium atau pencitraan
Seperti pemeriksaan ultrasound atau computer tomography (CT scan), untuk menentukan seberapa parah infeksinya. Dalam kasus yang jarang terjadi, biopsi jarum mungkin juga dilakukan untuk membantu mengidentifikasi penyebab infeksi.
c. Drainase bedah
Apabila antibiotik saja tidak dapat membersihkan infeksi, mungkin si kecil perlu dilakukan tindakan pengeringan menggunakan jarum atau instrumen bedah seperti pisau bedah atau lanset.