30 Kata-kata Bijak dari Pahlawan Nasional, Penuh Makna & Membakar Semangat Juang
Meneladani sikap hingga tutur kata para pahlawan merupakan salah satu cara memberikan penghormatan mendalam.
Kemerdekaan Indonesia senantiasa diperoleh dari hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan nasional. Tentunya, banyak sikap serta pemikiran dari para pahlawan yang dapat diteladani saat memperjuangkan kemerdekaan.
Sikap dan pemikiran mereka lah yang senantiasa melahirkan pergerakan hingga strategi luar biasa. Kekuatan itu yang kemudian disebut dengan menularkan semangat juang.
Meneladani sikap hingga tutur kata para pahlawan merupakan salah satu cara memberikan penghormatan mendalam. Bangsa yang besar merupakan mereka yang tak pernah lelah memberikan atensi kepada para pahlawannya.
Saat merasa semangat berjuang untuk memajukan bangsa mulai memudar, Anda dapat membaca kata-kata bijak dari pahlawan nasional yang penuh dengan makna dan pesan. Melansir dari berbagai sumber, Kamis (10/11/22), berikut ulasan mengenai 30 kata-kata bijak dari pahlawan nasional.
Kata-kata Bijak dari Pahlawan Nasional
©2022 Merdeka.com/Dok. Perpusnas
1. "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka." - Soekarno
2. "Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia." - Soekarno
3. "Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!" - Soekarno
4. "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba. Jadi, tetaplah bersemangat elang rajawali." - Soekarno
5. "Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat." - Soekarno
6. "Berpedomanlah pada harapan dan ketetapan hati. Berpedomanlah pada cita-cita, berpedomanlah pada impian dan angan-angan." - Soekarno
Kata-kata Bijak dari Pahlawan Nasional, Penuh Makna
©Koleksi pribadi keluarga
7. "Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk dan bukan tonggak yang membelenggu kita." - Mohammad Hatta
8. "Pahlawan yang setia itu berkorban bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita." - Mohammad Hatta
9. "Percaya dan yakinlah bahwa kemerdekaan satu negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia, siapa pun juga." - Jenderal Soedirman
10. "Kami, tentara Republik Indonesia, akan timbul dan tenggelam bersama negara." - Jenderal Soedirman
11. "Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat." - Mohammad Hatta
12. "Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi." - Tan Malaka
Kata-kata Bijak dari Pahlawan Nasional, Sarat Pesan
©2018 Merdeka.com/Jayanti
13. "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Namun, satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri." - R. A Kartini
14. "Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun, tidak jujur sulit diperbaiki." - Mohammad Hatta
15. "Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek, tetapi merdeka daripada makan bistik, tapi budak." - Soekarno
16. "Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam." - R. A. Kartini
17. "Untuk mencapai sesuatu, harus diperjuangkan dulu. Seperti mengambil buah kelapa, dan tidak menunggu saja seperti jatuh durian yang telah masak." - Mohammad Natsir
18. "Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri." - Mohammad Yamin
Kata-kata Bijak dari Pahlawan Nasional, Tumbuhkan Nasionalisme
©2021 Merdeka.com
19. "Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya. Kita masuk tentara karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara." - Jenderal Soedirman
20. "Hidup bukanlah tentang 'Aku bisa saja', tapi tentang 'Aku mencoba'. Jangan pikirkan tentang kegagalan, itu adalah pelajaran." - Soekarno
21. "Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri." - Mohammad Yamin
22. "Kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa." - Jenderal Soedirman
23. "Agar persatuan dan kepedulian tak makin pudar, teruslah menjunjung tinggi sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia." - Mohammad Hatta
24. "Kematian adalah yang terakhir dalam waktu, tetapi sekaligus yang awal dari kekalahan." - Mohammad Hatta
Kata-kata Bijak dari Pahlawan Nasional yang Membakar Semangat
©2021 Merdeka.com/jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id
25. "Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita. Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian." - Bung Tomo
26. "Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya." - R. A Kartini
27. "Hamba-hamba Allah penghuni surgawi harus menggunakan bahasa yang halus dan sopan." - Mohammad Hatta
28. "Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu." - R. A. Kartini
29. "Satu kelas atas satu bangsa yang tidak mampu melemparkan peraturan-peraturan kolot serta perbudakan dengan perantaraan revolusi, niscaya musnah atau ditakdirkan menjadi budak buat selama-lamanya." - Tan Malaka
30. "Seorang perempuan yang mengorbankan diri untuk orang lain, dengan segala rasa cinta yang ada dalam hatinya, dengan segala bakti, yang dapat diamalkannya, itulah perempuan yang patut disebut sebagai "ibu" dalam arti sebenarnya." - R. A Kartini