25 Kata Bijak Kebangsaan Soekarno, Cocok Untuk Sambut Hari Kesaktian Pancasila
Untuk menyambut Hari Kesaktian Pancasila, kata-kata bijak kebangsaan Soekarno bisa menjadi referensi bacaan.
Tepat hari ini Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Untuk memperingatinya, kata-kata bijak kebangsaan Soekarno bisa menjadi referensi bacaan. Untuk diketahui, banyak sekali kata bijak Presiden Soekarno yang cukup relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.
Seperti yang diketahui, presiden pertama Indonesia ini memiliki pandangan dan pemikiran yang penuh dengan semangat kebangsaan. Kata bijak beliau patut untuk diperhatikan sebab mampu membangkitkan semangat dan cinta bangsa.
Melansir dari Liputan6.com, Kamis (1/10/2020), simak ulasan informasi kata bijak kebangsaan Presiden Soekarno berikut ini.
Kata Bijak Kebangsaan Soekarno
1. “Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik kelompok mana pun, juga agama, atau kelompok etnis mana pun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”
2. “Itulah konsep nasionalisme yang didirikan Indonesia. Bukan orang Jawa, bukan orang Sumatera, bukan orang Kalimantan, Sulawesi, Bali atau lainnya, tetapi orang Indonesia, yang bersama-sama menjadi fondasi satu kesatuan nasional.”
3. "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka."
4. “Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.”
5. “Tidak ada satu negara yang benar-benar hidup jika tidak ada seperti kuali yang mendidih dan terbakar, dan jika tidak ada benturan keyakinan di dalamnya.”
6. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuangan mu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
7. “Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak.”
8. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
Kata Bijak Kebangsaan Soekarno Penyemangat
9. “Menaklukkan ribuan manusia mungkin tidak disebut pemenang, tetapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian!”
10. “Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, tetapi berpikir tanpa belajar sangat berbahaya!”
11. “Di mana perbudakan berada, di sana tidak ada kebebasan; dan di mana kebebasan berada, perbudakan pun tidak ada.”
insanpelajar.com ©2020 Merdeka.com
12. “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia.”
13. “Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, tetapi seorang pemuda mampu mengubah dunia!”
14. “Jangan pernah melupakan sejarah. Ini akan membuat dan mengubah siapa diri kita.”
Kata Bijak Kebangsaan Soekarno Bermakna Dalam
15. “Jadikan derita ku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”
16. “Revolusi hanya benar-benar revolusi jika ini adalah perjuangan terus-menerus, bukan hanya perjuangan eksternal melawan musuh, tetapi perjuangan batin, berjuang dan menundukkan semua aspek negatif yang menghambat atau merusak jalannya revolusi. Dalam pencerahan ini, revolusi adalah … sebuah simfoni kemenangan atas musuh dan diri sendiri.”
17. “Lakukan kebaikan untuk orang lain, bahkan ketika mereka tidak melakukan kebaikan bagi Anda; orang lain tentu akan berbuat baik kepada Anda. Jika masih ada rasa malu dan takut di hati seseorang untuk berbuat baik, pasti tidak akan ada kemajuan sama sekali.”
18. “Kita hidup dalam dunia ketakutan. Kehidupan manusia saat ini berkarat dan terasa pahit karena ketakutan akan masa depan, takut akan bom hidrogen, takut akan ideologi. Mungkin ketakutan ini adalah bahaya yang lebih besar dari pada bahaya itu sendiri, karena ketakutan lah yang mendorong manusia untuk bertindak bodoh untuk bertindak tanpa berpikir, untuk bertindak berbahaya.”
19. “Saya terpesona oleh revolusi. Saya benar-benar terserap olehnya. Saya gila, terobsesi oleh romantisme… Revolusi melonjak, berkedip, guntur hampir di setiap penjuru bumi… Saudara-saudara, teruslah mengipasi kobaran api (tetap semangat)… Mari kita menjadi kayu bakar yang memberi makan api (semangat) revolusi.”