15 Gejala Vertigo dan Cara Menanganinya yang Penting Diketahui
Gejala vertigo dan cara mengatasinya yang perlu diketahui
Gejala vertigo tentu harus diketahui dan diperhatikan oleh siapa saja. Melansir dari Aging and Disease, gejala vertigo umumnya sering terjadi pada orang yang berusia 65 tahun ke atas. Vertigo adalah perasaan pusing dan berputar yang muncul secara tiba-tiba.
Pada kondisi yang parah, vertigo bahkan bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala vertigo yang sudah cukup umum diketahui adalah pusing hebat yang membuat seolah berputar-putar kencang.
Selain pusing luar biasa yang dirasakan, ada beberapa gejala vertigo lainnya yang mungkin bisa dirasakan penderitanya. Apa saja? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman Alodokter dan berbagai sumber, Jumat (29/7/2022):
Gejala Vertigo
- Kepala tiba-tiba berat
- Badan seperti mau jatuh, kehilangan keseimbangan
- Penurunan kesadaran
- Sensasi seolah badan ditarik kencang ke suatu arah
- Mual parah (biasanya karena efek kepala pusing berputar-putar)
- Muntah
- Rasa mabuk perjalanan
- Gerakan bola mata yang tak wajar dan tidak bisa dikendalikan
- Sakit kepala
- Berkeringat
- Telinga berdenging
- Sensasi telinga seolah penuh
- Kehilangan pendengaran
- Pingsan (kehilangan kesadaran)
- Demam
Penyebab Vertigo
Penyebab utama vertigo sebenarnya adanya gangguan telinga di bagian dalam. Hal ini kemudian memicu masalah mekanisme keseimbangan tubuh. Sehingga penderitanya akan mengalami sakit kepala yang luar biasa. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu munculnya vertigo, di antaranya:
1. Vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV)
Ini adalah penyebab paling umum dari vertigo dan menciptakan perasaan yang intens dan singkat bahwa Anda berputar atau bergerak. Episode ini dipicu oleh perubahan cepat dalam gerakan kepala, atau perubahan gerakan secara tiba-tiba.
2. Infeksi
Infeksi virus pada saraf vestibular, yang disebut neuritis vestibular atau labirin, dapat menyebabkan vertigo yang intens dan konstan.
3. Penyakit Meniere
Ketika cairan berlebihan menumpuk di telinga bagian dalam, hasilnya bisa berupa episode vertigo mendadak yang berlangsung selama beberapa jam.
4. Migrain
Vertigo akibat migrain juga dapat berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam.
5. Cedera kepala atau leher
Vertigo juga bisa terjadi sebagai gejala umum setelah mengalami cedera traumatis pada kepala atau leher, terutama jika ada kerusakan pada sistem vestibular.
6. Obat-obatan
Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan vertigo, bersama dengan gejala lain seperti pusing, gangguan pendengaran, dan tinitus, atau telinga berdenging.
Tipe Vertigo
©2015 Merdeka.com/shutterstock/9nong
Vertigo sendiri dibedakan menjadi dua tipe berbeda, yakni:
1. Peripheral vertigo
Peripheral vertigo merupakan jenis vertigo yang paling umum terjadi. Kondisi ini terjadi sebagai akibat dari masalah di telinga bagian dalam, atau saraf vestibular, yang mengontrol keseimbangan.
2. Vertigo Sentral
Vertigo sentral terjadi sebagai akibat dari masalah di otak. Ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang berbeda, seperti:
- Stroke
- Tumor otak
- Migrain
- Cedera otak traumatis
- Infeksi
- Sklerosis ganda
Cara Mengatasi Vertigo
Manuver Reposisi
Manuver reposisi canalith, juga dikenal sebagai manuver Epley yang digunakan untuk meredakan gejala. Anda dapat melakukan manuver ini di rumah dengan mengikuti prosedur sederhana berikut:
- Mulailah dengan duduk tegak di permukaan yang datar, dengan bantal di belakang Anda dan dengan kaki terentang.
- Putar kepala 45 derajat ke kanan.
- Dengan kepala masih tegak, segera berbaring dengan kepala di atas bantal.
- Tetap di posisi ini setidaknya selama 30 detik.
- Secara perlahan putar kepala Anda ke kiri, 90 derajat penuh, tanpa mengangkat leher.
- Libatkan seluruh tubuh, putar ke kiri sehingga Anda benar-benar berada di sisi kiri.
- Perlahan-lahan kembali ke posisi semula, melihat ke depan dan duduk tegak.
Hidrasi yang Cukup
© pexels.com/Arnie Watkins
Vertigo bisa diatasi dengan memastikan tubuh telah terhidrasi dengan baik dan cukup. Terkadang vertigo disebabkan oleh dehidrasi sederhana. Mengurangi asupan natrium dapat membantu mengurangi serangan vertigo. Tetapi cara terbaik untuk tetap terhidrasi adalah dengan minum banyak air.
Selain itu, cobalah juga dengan rajin mengonsumsi vitamin D. Sebuah studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat memperburuk gejala pada orang yang menderita BPPV, penyebab paling umum dari vertigo.
Mintalah dokter memeriksa kadar vitamin D dalam tubuh, sehingga tahu seberapa banyak kadar vitamin D yang dibutuhkan dan dalam bentuk apa Anda harus mengonsumsinya, apakah dalam bentuk makanan segar ataukan suplemen vitamin.