LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRAVEL

Taman Baca Tertua di Kota Bandung, Berusia 54 Tahun

Berdiri sejak 1967, Taman Baca Hendra ini tetap bertahan di tengah perkembangan teknologi. Taman baca ini tetap memiliki magnet kuat untuk menarik pengunjung berkat kelengkapan koleksinya.

2021-03-02 11:10:00
Berita Jabar
Advertisement

Saat mentari mulai muncul, penjaga Taman Baca Hendra bernama Iding Hidayat menunggu pengunjung datang. Setiap paginya, pria 71 tahun ini tak lupa merekap buku yang baru dikembalikan pengunjung.

Memiliki koleksi sekitar 70 ribu buku, pria lanjut usia ini selalu mengingat-ingat kembali letak buku di setiap sudut taman baca dalam benaknya.

Advertisement

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Sambil menunggu pengunjung, setiap harinya Iding bersantai membaca buku di taman baca yang terletak di Jln. Sabang No. 28, Kota Bandung ini. Berdiri sejak 1967, Taman Baca Hendra berusia 54 tahun.

Taman baca ini pun menjadi taman baca tertua yang masih bertahan di Kota Kembang. Sebelumnya, taman baca ini dikelola oleh Juliana Huwae (80). Namun, kini dikelola oleh generasi kedua, Atie Hendra (51).

Advertisement

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Kebanyakan buku-buku yang disewakan adalah buku bergenre hiburan, seperti novel, majalah dan komik. Namun, ada juga buku-buku sastra lawas seperti buku karya Marah Rusli dengan judul Siti Nurbaya cetakan kesebelas tahun 1965.

Buku R. A. Kosasih dengan judul BharataYudha cetakan ketiga tahun 1979, dan buku karya N. ST. Iskandar dengan judul Salah Pilih cetakan kesembilan tahun 1982.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Perkembangan teknologi memang mempermudah akses orang untuk mencari berbagai macam informasi. Namun, dibalik semua itu minat baca masyarakat pun berkurang.

Terbukti, jumlah keanggotaan taman baca yang dulu mencapai 7 ribu orang, kini hampir setengahnya hilang. Atie mengalami masa transisi menghadapi perkembangan era teknologi sejak 2013 lalu.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Meski begitu, taman baca ini tak gentar. Bangunan ini tetap kokoh bertahan di tengah perkembangan teknologi. Dari masa ke masa, Taman Baca Hendra tetap memiliki magnet kuat untuk menarik pengunjung berkat kelengkapan koleksinya.

Para pengunjung cukup membayar sewa berkisar Rp2.000 hingga Rp25.000 per minggu. Buku-buku lawas ini pun siap dinikmati bagi para pencintanya.

(mdk/Tys)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.