LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRAVEL

Eretan, Perahu Penyeberangan Tradisional di Tengah Keramaian Jakarta

Eretan merupakan sebuah perahu penyeberangan di tengah hiruk pikuk kota Jakarta. Moda transportasi tradisional ini mampu meringankan masyarakat dalam bepergian. Eretan mampu memangkas waktu tempuh dari 30 menit menjadi 5 menit dari Pluit ke Muara Kapuk.

2021-03-18 17:00:00
picture first
Advertisement

Siapa sangka di tengah keramaian hiruk pikuk kota, perkembangan teknologi dan transportasi yang sudah maju di Jakarta Utara ada moda transportasi tradisional yang masih bertahan. Menggunakan perahu, transportasi tradisional ini bernama Eretan.

Perahu nelayan yang dialihfungsikan menjadi transportasi umumdi Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara ini menjadi alat transportasi yang menghubungkan Muara Kapuk dan Pluit. Perahu nelayan ini menjadi solusi alternatif di tengah kemacetan Jakarta.

Meski penggerak perahu hanya dari tali, namun Eretan mampu memangkas waktu tempuh dari 30 menjadi 5 menit saja. Tak heran, pengguna Eretan tak pernah sepi tiap harinya meskipun terkesan menyeramkan. Pasalnya, takada tempat duduk maupun pagar pembatas dan pegangan di perahu ini.

Advertisement

©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Bak kapal tongkang mini, perahu ini bisa mengangkut apa saja selama bisa dimuat. Dengan panjang 10 meter, perahu ini mampu menampung 12 motor. Bahkan gerobak dan becak juga bisa dimuat di perahu Eretan ini. Tak hanya kendaraan, pejalan kaki juga bisa menaiki perahu ini.

Dinilai efektif, setiap harinya puluhan hingga ratusan penumpang hilir mudik menggunakan Eretan. Meski begitu, pengguna sepeda motor harus menjaga motornya dengan hati-hati. Salah-salah bisa fatal nanti, begitu pula dengan penumpang lainnya.

Advertisement

©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Tidak menggunakan mesin, operator Eretan hanya menggunakan tambang besar yang menghubungkan kedua tepian Kali Cagak. Tambang sengaja dihubungkan dengan bambu sebagai penopangnya. Meskipun hanya tambang dan tanpa mesin, Eretan mampu menyeberangkan penumpang dengan aman.

Lambung perahu yang dimodifikasi datar membuat perahu Eretan mempunyai bidang yang luas dan mampu menampung banyak penumpang.Perlahan tapi pasti, Eretan mampu menyeberang Kali Cagak selebar 50 meter ini.

Hal yang paling sulit bagi operator Eretan ialah saat menaikkan dan menurunkan penumpang. Operator harus mengatur perahu Eretan dengan stabil. Perahu harus menempel tepi bibir sungai layaknya pelabuhan. Saat itu juga menjadi tantangan yang harus dilewati oleh penumpang Eretan.

©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Tarif perahu Eretan ini bukan main murahnya. Untuk 1 orang dikenakan biaya sebesar Rp 1 ribu, sedangkan pengendara motor tunggal dikenakan tarif Rp 2 ribu. Tarif juga berbeda saat pengendara motor membawa satu penumpang yaitu Rp 3 ribu saja.

Eretan hanya beroperasi saat air sedang surut. Ketika hujan perahu Eretan juga harus berhenti beroperasi demi keamanan dan keselamatan penumpang.

©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Sudah ada sejak 23 tahun silam,Perahu Eretan ini masih menjadi transportasi andalan hingga saat ini. Perahu tanpa mesin ini dapat ditemui tepat di bawah gerbang Tol Pluit. Perlu melewati gang sempit untuk menuju dermaga penyeberangan perahu Eretan ini.

Dari pukul4 pagi hingga 10 malam,Eretan siap menyeberangkan penumpang melewati Kali Cagak.

(mdk/Ibr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.