Menjelajahi Keindahan Bukit Nane di Kepulauan Selayar
Bukit Nane memang eksotis, jauh berada di pulau lepas Laut Flores. Pesona bukit runcing dipadu hamparan laut biru nan menawan. Namun, keindahannya butuh perjuangan melalui berbagai jenis jalur perjalanan. Perjalaan kendaraan darat, laut, hingga jalan setapak akan terbayarkan seluruhnya jika telah sampai di Bukit Nane.
Hamparan bukit memanjang ke ujung selatan. Bukit nane yang mengerucut diapit bentang lautan. Keindahan Bukit Nane tampaknya selalu menyedot wisatawan. Bukit Nane berada di Pulau Polassi, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kepulauan Selayar memang selalu menyuguhkan wisata baharinya yang menawan. Diapit bentangan Laut Flores dengan warna khasnya. Bukit Nane menjadi destinasi yang pas untuk mengagumi keindahan Selayar.
Jika dilihat pada peta, pulau Polassi memang unik. Pulau ini membentang panjang dari utara ke selatan. Semakin ke selatan, ujung pulau semakin sempit, seolah meruncing. Rumput ilalang menghiasi seluruh permukaan bukit. Tak kalah angin sepoinya memberikan kesejukan yang tiada duanya. Nuansanya bak Bukit Cinta di Labuan Bajo, Flores.
Pulau Polassi hanya dihuni oleh satu desa. Notabene mereka bekerja sebagai nelayan yang tinggal di pesisir timur pulau.
©2021 Merdeka.com/Muaidil Yusuf
Untuk mencapai bukit Nane, butuh perjuangan yang tak mudah. Bukit setinggi 150 meter merupakan spot terbaik. Memang tak begitu tinggi, namun medan beratlah yang menjadi tantangan. Semak tinggi, jalur terjal, bebatuan licin, jarak yang jauh, hingga menghadapi terpaan angin. Semuanya bakal terbayarkan saat mencapai panorama keindahan Bukit Nane.
Perjalanan bisa kamu mulai dengan berangkat dari Pelabuhan Laut Pamatata. Tujuannya ialah Kota Benteng Ibu Kota Kepulauan Selayar. Setidaknya kamu harus menempuh 1 jam perjalanan. Jalur yang berseberangan dengan lautan sesekali dihiasi dengan perbukitan. Nantinya, di Kota Benteng, Kabupaten Bontosikuyu terdapat beberapa penyedia jasa perjalanan ke Pulau Palossi.
©2021 Merdeka.com/Muaidil Yusuf
Ya, perjalanan sepenuhnya menggunakan kapal. Kapal sepanjang 15x4 meter akan menghantarkanmu menuju Pulau Palossi. Satu kapal hanya bisa memuat setidaknya sepuluh orang. Perjalanan semakin mengasyikkan dengan serunya berlayar. Kapal bermotor membelah birunya Laut Flores. Satu kapal dapat disewa sebesar Rp 150 ribu untuk satu paket perjalanan.
Perjalanan mengarungi Laut Flores berlangsung selama 3 jam. Jarak yang jauh mengharuskanmu untuk membawa bekal. Di Bontosikuyu, kamu bisa membeli bekal makanan dan minuman secukupnya. Wisata Bukit Nane bahkan tak tersedia orang berjualan makanan. Benar sepenuhnya perbukitan alami dengan panorama yang menakjubkan.
©2021 Merdeka.com/Muaidil Yusuf
Dari kejauhan samar-samar terlihat sebuah pulau kecil. Terlihatnya ujung Utara Pulau Palossi menandakan bahwa kamu hampir sampai tiba di Bukit Nane. Kapal akan menambat di sebuah teluk di Barat Pulau Palossi. Pantai pasir putih inilah penanda perjalananmu selanjutnya menuju Bukit Nane. Jalur terjal menanjak akan melengkapi berbagai jenis jalur sebelumnya. Nantinya kamu juga bisa berenang bermain air di tepi pantai indah ini.
Seusai kapal menambat, kamu harus bergegas melangkahkan kaki meninggalkan pantai. Setidaknya pakaialah pakaian yang dapat menjaga tubuh dari bebatuan dan ilalang. Perjalaanan menaiki beberapa bukit sebelum sampai di spot Bukit Nane. Setelah susah payah 30 menit berjalan kaki, tibalah kamu akan mendapati panorama menakjubkan Bukit Nane.
Hamparan perbukitan yang unik, dipadu latar belakang lautan yang biru. Laut kebiruan seolah menyatu dengan birunya langit. Di kejauhan nampak bentangan pasir putih , melengkapi keindahan panorama Bukit Nane. Berfoto dan menjelajahi spot terbaik di Bukit Nane adalah hal yang tak pernah dilewatkan wisatawan. Panorama yang menakjubkan menghilangkan letih dan penat perjalanan.
©2021 Merdeka.com/Muaidil Yusuf
Bukit Nane di Pulau Polassi juga bisa dijadikan sebagai spot camping. Setidaknya kamu harus merencanakannya jauh hari. Menikmati malam dan sepoiya angin bukit Nane, menjadi pengalaman yang tiada duanya. Tak ada retribusi yang dipatok untuk memasuki wisata Bukit Nane, sepenuhnya berada pada biaya trasportasi.
Perjalanan yang sulit menjadikan Bukit Nane jarang didatangi wisatawan. Namun bagi traveler sejati, semuanya tak jadi halangan. Bukit Nane selalu sukses memukau wisatawan yang penasaran akan pesonanya.
(mdk/Ibr)