LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRAVEL

Mengintip Kemeriahan Pacu Jalur di Tanah Singinggi Riau

Bunyi meriam sebagai penanda lomba pacu jalur dimulai. Semua regu bergegas mendayung di lintasan yang sudah ditentukan. Tangan para pendayung serempak, bergerak berirama. Mengikuti arahan dari komando. Semua orang di setiap regunya berperan masing-masing. Bekerja sama menjadi juara.

2021-07-01 13:00:00
picture first
Advertisement

Bunyi meriam sebagai penanda lomba pacu jalur dimulai. Semua regu bergegas mendayung di lintasan yang sudah ditentukan. Tangan para pendayung serempak, bergerak berirama. Mengikuti arahan dari komando. Semua orang di setiap regunya berperan masing-masing. Bekerja sama menjadi juara.

Di Teluk Kuantan Singing, riuh gemuruh tepuk tangan penonton terdengar . Dari kejauhan berteriak menyemangati para peserta Pacu Jalur. Kemeriahan dan kebahagiaan terpancar jelas di wajah para penonton. Masyarakat selalu menantikan festival yang satu ini.

Festival Pacu Jalur yang setiap tahun diadakan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Bisa dikatakan, pacu jalur merupakan satu-satunya dan hanya ada di Kuansing, tidak ada di tempat lain di dunia.

Advertisement

©2021 Merdeka.com/Pranata

Dua perahu kayu saling beradu, masing-masing didayung oleh sekitar 50-60 orang. Para pendayung yang biasa disebut anak pacu ini akan bersorak sambil mendayung. Tangannya bekerja keras mencapai ke garis finish dengan jarak sekitar satu kilometer. Tak henti-hentinya, sorak-sorai penonton yang turut serta memberi semangat dari bibir sungai.

Advertisement

Perahu dengan panjang 25-30 meter ini tidak hanya ditumpangi oleh anak pacu saja. Namun ada juga tukang tari, tukang onjai dan tukang rimbo yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Tujuan mereka sama, menjadi juara membawa piala.

Lombanya sendiri menerapkan sistem gugur dan sisitem setengah kompetisi. Intinya, regu yang terus menang hingga perlombaan terakhir akan menjadi juaranya.

©2021 Merdeka.com/Pranata

Ada pembagian tugas untuk para awak yang ada dalam jalur, seperti komandan yang bertugas untuk memberi instruksi, juru mudi, penyedia semacam musik untuk membuat irama guna menjaga kekompakan dan keteraturan para pendayung, dan penari yang bergerak ke kiri dan kanan.

Sudah pasti bahwa kesemuanya dimaksudkan untuk membuat perahu melaju dengan cepat ke arah yang benar, menjaga keseimbangan dan menjadikan pendayung bergerak dengan ritme yang sama.

©2021 Merdeka.com/Pranata

Jalur terbuat dari batang kayu pohon besar utuh. Ketika sudah menjadi jalur, panjangnya bisa bervariasi antara 25 meter hingga 40 meter; lebar bagian tengah berkisar 1,3 meter hingga 1,5 meter. Setiap perahu biasanya memuat sekitar 50-60 orang yang semuanya laki-laki. Perahu biasanya dicat warna-warni untuk memberi daya tarik.

Dalam proses pembuatan perahu ini tak bisa sembarangan, ada serangkaian upacara adat yang harus dilakukan sebelum membuat jalur kebanggaan penduduk Riau.

(mdk/Tys)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.