LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRAVEL

Mencicipi Lezatnya Cikal Bakal Sate Klatak Imogiri Yogyakarta

Sate Klatak Pak Bari namanya, warung yang terletak di emperan kios pasar Jalan Imogiri Timur No.5, Wonokromo, Pleret, Bantul ini menjadi cikal bakal sate klatak yang menjamur di Imogiri. Warung ini semakin ramai sejak muncul di film scene Cinta dan Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta 2.

2021-07-16 18:00:00
picture first
Advertisement

Pasar Wonokromo tatkala malam hari terselimuti kepulan asap tebal. Bukan karena kebakaran atau kejadian mistis, kepulan asap tebal ini justru membuat kamu ingin segera mampir ke pasar ini. Bagaimana tidak, saat menginjakkan kaki di pasar ini, harum aroma masakan langsung tercium pekat.

Terlihat di sudut pasar, daging-daging kambing yang dibakar bara api yang menyala. Sejak warung ini di buka, tangan-tangan pegawai tak henti membolak-balik daging kambing yang tertusuk jeruji besi. Dibakar tanpa menggunakan bumbu kecap, aroma sate ini berhasil membuat perut langsung terasa keroncongan. Rasanya ingin segera mencicipi empuknya daging kambing yang menggoyang lidah.

Sate Klatak Pak Bari namanya, warung yang terletak di emperan kios pasar Jalan Imogiri Timur No.5, Wonokromo, Pleret, Bantul ini menjadi cikal bakal sate klatak yang menjamur di Imogiri. Warung ini semakin ramai sejak muncul di film scene Cinta dan Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta 2.

Advertisement

©2021 Merdeka.com/Budi Prast

Berbeda dengan sate pada umumnya, sate khas Jogja ini tidak menggunakan bambu sebagai tusuknya. Melainkan menggunakan jeruji besi sepeda. Bukan tanpa alasan, penggunaan jeruji sepeda dipercaya dapat menghantarkan panas yang baik sehingga daging dapat matang dengan sempurna.

Advertisement

Bumbu sate klatak ini sangat sederhana, tidak menggunakan bumbu kecap atau kacang. Cukup garam yang ditaburkan pada daging kambing muda ini. Bumbu ini menonjolkan citarasa daging kambing yang empuk dan gurih.

©2021 Merdeka.com/Budi Prast

Setelah menunggu, satu porsi sate klatak hadir di meja. 2 tusuk daging kambing dengan tambahan kuah gulai. Sajian menu sate ini semakin lengkap dengan sepiring nasi. Meski dengan atau tanpa nasi, sate klatak ini enak untuk dinikmati.

Saat pertama menggigit daging sate ini, terasa lembut dan tidak alot. Bumbu terasa masuk hingga ke serat-serat daging. Ditambah gurihnya daging kambing dipadu dengan sedikit kuah gulai berhasil memanjakan lidah.

Satu prosi sate klatak dijamin mampu menjadi pemadam kelaparan. Membuat perut terasa kenyang dan puas karena rasanya yang nikmat. Kelezatan Sate Klatak Pak Bari seolah membuat pengunjung selalu rindu dan ingin kembali datang lagi.

©2021 Merdeka.com/Budi Prast

Sate Klatak Pak Bari merupakan generasi ketiga dari Mbah Ambyah, pelopor sate klatak di Bantul. Mbah Ambyah diketahui sudah berjualan sebelum kemerdekaan. Sepeninggal Mbah Ambyah, usaha sate dilanjutkan oleh ayah Subari, Wakidi. Hingga akhirnya sejak tahun 1992 dilanjutkan Subari.

Nama klatak memiliki cerita khusus. Pada awalnya, sate tersebut dijual di bawah pohon melinjo, yang buahnya disebut dengan “klatak”.Buah klatak inilah yang banyak berjatuhan di tempat Mbah Ambyah berjualan sate. Pada akhirnya, sate inipun diberi nama “Sate Klatak”.

©2021 Merdeka.com/Budi Prast

Selain sate klatak, Pak Bari juga menyediakan menu lainnya yang tak kalah nikmat seperti sate bumbu, gulai, tongseng, tengkleng, kicik hingga nasi goreng. Tak ada salahnya mencicipi hidangan Pak Bari lainnya. Harga menu di sate ini beragam mulai dari Rp 15-50 ribu. Namun, untuk satu porsi sate klatak dengan isi 2 tusuk, bisa dinikmati dengan harga Rp 24 ribu.

Berada di kapling pasar, warung Sate Klatak Pak Bari ini terlihat sederhana dengan meja-meja kayu yang tersusun. Kalau meja penuh, pengunjung bisa duduk lesehan di tikar-tikar yang telah disediakan.

Sate Pak Bari buka sejak jam set 7 malam sampai sekitar 1 pagi. Warung sate legendaris ini bisa menjadi kuliner malam ketika berkunjung di Kota Yogyakarta. Terasa syahdu sambil menikmati suasana malam Yogyakarta.

(mdk/Tys)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.