LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRAVEL

Mencicipi Cita Rasa Kopi Borneo Kedai Asiang, Sajian Sang Barista Bertelanjang Dada

Ratusan cangkir berjajar rapi siap diisi dengan seduhan kopi nikmat dengan semerbak aroma yang khas. Ialah Asiang, sang pemilik kedai kopi yang berjualan dengan bertelanjang dada. Cita rasaya yang khas selalu menjadi idaman. Para pecinta kopi wajib merasakan nikmatnya kopi Asiang saat berkunjung ke Pontianak.

2021-07-27 13:00:00
picture first
Advertisement

Kedua tangannya cekatan memegang kendali penuh menyajikan kopi di sudut kota Pontianak. Ialah Asiang, seorang peracik kopi khas Kalimantan yang begitu tenar. Kedai kopi Asiang berada di Jalan Merapi, Benua Melayu Barat, Pontianak, Kalimantan Barat. Kurang pas rasanya bagi para pecinta kopi jika tidak mencicipi cita rasa kopi Asiang yang melegenda.

Berdiri sejak tahun 1958 hingga kini resep rahasia kopi Asiang tak pernah berubah. Sang pemilik bernama Yohanes Fendi alias Asiang sendiri yang meracik sajian kopinya. Pemandangan sang barista tanpa baju menjadi perbedaan yang mencolok di antara warung kopi lain di Pontianak. Teknik dan gayanya menyajikan kopi yang khas sukses menyedot para pengunjung. Mencicipi semerbak kopi Borneo, hingga berfoto bersama sang ikon kedai Asiang.

Cita rasa yang khas dengan harga yang pas mengawali hari yang manis di Kopi Telanjang Asiang.

Advertisement

©2021 Merdeka.com/Reyza Ramadhan

Dalam satu hari sedikitnya 600 cangkir kopi selalu dinikmati para pecinta kopi. Asiang menghabiskan lebih dari 20 kilogram bubuk kopi. Tungku racikannya selalu mengepul, mendidihkan air untuk menyeduk serbuk kopi beraroma tajam. Bisa dibayangkan betapa panasnya yang dirasakan Asiang. Pasalnya, pecinta kopi Asiang begitu mengidamkan kopi yang disajikan dalam keadaan panas. Itulah salah satu alasannya tidak memakai baju saat menyajikan kopi kepada pelanggan.

Advertisement

Kesibukannya dimulai dengan menyiapkan berbagai peralatan barista berserta camilan di pagi hari. Tepatnya kedai ini beroperasi mulai pukul 03.00 pagi hingga pukul 18.00 sore. Tentu saja pagi pukul 06.00 hingga siang pukul 11.00 menjadi jam penuh pelanggan. Tua, muda, remaja memenuhi bangku di warung kopi Asiang. Pria bahkan wanita selalu menantikan sajian nikmat yang mereka dambakan.

©2021 Merdeka.com/Reyza Ramadhan

Menu kopi favorit para pelanggan ialah kopi susu. Kekentalan, takaran, dan rasa yang pas begitu memanjakan lidah. Bukan sekedar kopi dengan susu sederhana, Asiang punya bumbu-bumbu rahasia yang membuat kopi semakin nikmat.

Cekatan tanganya menuangkan seduhan kopi ke dalam cangkir keramik yang telah dijajar rapi. Asap seketika menguap saat kopi memenuhi cangkir, orang Pontianak biasa menyebutnya dengan kopi pancong.

©2021 Merdeka.com/Reyza Ramadhan

Cangkir keramik ini begitu mungil, namun kopi di dalamya sangat menggugah selera. Ciri khas cangkirnya dihiasi dengan bunga monokrom gaya Indo-China. Satu cangkir kopi susu ini dibanderol dengan harga Rp 8 ribu, sedangkan kopi hitam murni Rp 6 ribu.

Tak hanya kopi, roti tradisional siap menemani dan melengkapi sajian kopi Asiang. Kue srikaya menjadi andalannya di antara roti pisang, serabi, pastel, dan kue apem. Harganya juga cukup murah, hanya Rp 3 rb an saja. Selain itu, semangkuk bubur ayam dengan telur setengah matang sukses mengisi perut keroncongan di pagi hari.

©2021 Merdeka.com/Reyza Ramadhan

Sudah 63 tahun Asiang menyajikan kopi kepada para pelanggan. Selama itulah ia mewarisi rintisan warung kopi ayahnya hingga kini. Saat berada di kedai kopi Asiang, jangan mengharapkan kedai kopi dengan wifi dan fasilitas yang bermacam-macam. Kedai Asiang bukanlah seperti café pada umumnya yang dikelola secara modern. Berkumpul bersama ditemani kopi Asiang tentu saja menjadi nuansa khas di kedai ini.

Asiang mengaku, ia tidak pernah mempromosikan warungnya dengan cara khusus. Hanya dari mulut ke mulut, ditambah dengan gaya dan caranya yang unik berhasil menyedot perhatian para pengunjung. Terlebih, hingga kini kedai Asiang menjadi salah satu tujuan para pelancong saat berwisata ke Pontianak.

(mdk/Ibr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.