Keseruan Nglarak Blarak yang Mendunia, Joki Wanita dengan Tiga Pria Penariknya
Debu beterbangan seusai dilintasi blarak dan 3 pemainnya. Sang joki wanita nampak mempertahankan keseimbangan pada blarak yang ditungganginya. Pria kekar penuh tenaga menjadi kunci kecepatan kereta blarak untuk melaju. Permainan tradsional nglarak blarak bahkan kini telah mendunia.
Melaju kencang melintasi tanah lapang, sorak penonton begitu nyaring terdengar. Arena jalur pacu tampak berdebu setelah dilintasi kereta blarak. Festival nglarak blarak menjadi keseruan pemain dan penonton. Nglarak blarak merupakan tradisi budaya asli Kulon Progo yang jadi cabang olahraga tradisional. Keberadaanya pernah mewakili Indonesia dalam ajang The Association For International Sport for All (TAFISA) World Games tahun 2016.
Uniknya, kereta blarak atau pelepah pohon kelapa harus ditunggangi oleh satu joki wanita. Penggeraknya bukanlan hewan seperti sapi, atau kuda layakna kereta tradisional pada umumnya. Melainkan mereka 3 pria kekar dengan tenaga ekstra menyeret wanita dengan kereta blaraknya.
Nglarak blarak merupakan perlombaan maraton yang mengasah kecepatan, ketangkasan demi meraih finish dan mengalahkan lawan. Olahraga tradisional ini punya sejarah yang lekat dengan tradisi warga Perbukitan Menoreh.
Nglarak Blarak©2021 Merdeka.com/Fitria Nuraini
Melaju kencang melintasi tanah lapang, sorak penonton begitu nyaring terdengar. Arena jalur pacu tampak berdebu setelah dilintasi kereta blarak. Festival nglarak blarak menjadi keseruan pemain dan penonton. Nglarak blarak merupakan tradisi budaya asli Kulon Progo yang jadi cabang olahraga tradisional. Keberadaanya pernah mewakili Indonesia dalam ajang The Association For International Sport for All (TAFISA) World Games tahun 2016.
Uniknya, kereta blarak atau pelepah pohon kelapa harus ditunggangi oleh satu joki wanita. Penggeraknya bukanlan hewan seperti sapi, atau kuda layakna kereta tradisional pada umumnya. Melainkan mereka 3 pria kekar dengan tenaga ekstra menyeret wanita dengan kereta blaraknya.
Nglarak blarak merupakan perlombaan maraton yang mengasah kecepatan, ketangkasan demi meraih finish dan mengalahkan lawan. Olahraga tradisional ini punya sejarah yang lekat dengan tradisi warga Perbukitan Menoreh.
Nglarak Blarak©2021 Merdeka.com/Fitria Nuraini
Namun, sebelum berpacu dengan blarak, ada beberapa tahapan permainan yang harus dilalui. Pemain wanita yang juga joki harus menggiring keranjang bambu. Hanya dengan satu tongkat, menggulirkan keranjang ke titik tertentu. Kemudian keranjang kelapa akan digendong sembari menjatuhkan sabut kelapa.
Adegannya ala-ala menjatuhkan kelapa dari pohonnya. Setelah jatuh, sabut kelapa siap dipukul ke belakang. Posisinya membelakangi sabut dipukul dengan keras agar keluar dai garis arena.
Beradu dengan kecepatan, sabut kelapa kemudian dijadikan sebagi alas untuk berjalan. Tujuan utamanya ialah tiik start arena pacu nglarak blarak. Tiga pria siap menjejakkan kaki mereka melintasi arena perlombaan.
Nglarak Blarak©2021 Merdeka.com/Fitria Nuraini
Peluit wasit berdenging, tanda tim untuk melaju. Kecepatan menjadi penentu pemenang nglarak blarak. Satu tim harus mampu berpacu dengan kekuatan mereka. Tak hanya pria penariknya, sang joki juga harus mempertahankan keseimbangan agar tidak jatuh dan celaka. Pasalnya, nglarak blarak diselenggarakan pada musim kemarau dengan tekstur tanah lapang yang keras.
Tak jarang, sengitnya pertandingan membuat para pemain terjatuh di arena. Tanpa merasa takut, sang joki dibawa melaju dengan kencang para penarik laki-laki. Ketegangan melanda penonton, keseruan dan kekhawatiran menjadi satu. Melihat tim jagoan mereka berlomba.
Nglarak Blarak©2021 Merdeka.com/Fitria Nuraini
Lika-liku permainan akhirnya terbayarkan dengan kereta blarak yang melintasi garis finish. Dengan nafas tersengal-sengal dengan tangan dan kaki pegal. Sang juara nglarak blarak terlahir dari kerasnya tanah lapang dan pelepah daun kelapa.
Tak serta merta bertanding, persiapan dan kekompakan harus dibangun sebelum ajang lomba diselenggarakan. Bertahun-tahun diselenggarakan, strategi dan skil para pemain juga selalu meningkat.
Festival nglarak blarak jadi agenda tahunan masyarakat Kulon Progo. Mulai dari tingkat Desa, Kelurahan, Kecamatan, hingga tingkat Kabupaten. Semuanya menjadi ajang lomba yang dinanti masyarakat Kulon Progo.
(mdk/Ibr)