YLKI: Toko online perang diskon sampai 90 persen itu bohong!
"Jangan-jangan barang sampah," tegasnya.
Sejumlah toko online (e-commerce) mendeklarasikan tanggal 10-12 Desember sebagai Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Para toko online itu berlomba-lomba menawarkan diskon besar bahkan sampai 90 persen.
Ketua YLKI, Tulus Abadi, yakin tak ada usaha yang berani membuat diskon besar-besaran seperti itu. "Itu bohong, masa ada 90 persen, enggak logis," kata Tulus saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (10/12).
Dia menilai, sebenarnya heboh perayaan Harbolnas itu tragis. Di tengah perang diskon besar-besaran antar toko online, namun regulasi soal itu tak ada.
"Bagaimana mungkin diskon besar-besaran tapi perlindungan terhadap konsumen tidak ada itu tragis. Masyarakat jangan tergiur dengan diskon yang kemudian terjebak penipuan," tegasnya.
Dia menegaskan tak pernah setuju dengan perayaan Harbolnas yang secara aturan belum diakui. Pihaknya menuding barang yang dijual dengan diskon besar itu merupakan produk bekas.
"Apalagi diskon-diskonnya seperti itu, enggak jelas. Jangan-jangan barang sampah," tegasnya.
Baca juga:
Hari Belanja Online Nasional, situs MatahariMall.com down
Belum ada aturan, YLKI pertanyakan 'Hari Belanja Online Nasional'
Berani kasih diskon 'ugal-ugalan', Lazada berkali-kali 'semaput'
Diskon HarBolNas? Siasati dengan 5 tips belanja cerdas ini
Industri e-Commerce Indonesia bisa jadi terbesar di Asia Tenggara
140 E-commerce semarakkan Hari Belanja Online Nasional 2015
Para situs belanja online obral diskon saat Harbolnas