WhatsApp Versi 'KW' Populer di Benua Afrika, Mengapa?
WhatsApp Versi 'KW' Populer di Benua Afrika, Mengapa?
Tak bisa dimungkiri bahwa aplikasi perpesanan terpopuler saat ini adalah WhatsApp. Hal ini bisa kita lihat dari jumlah penggunanya yang lebih dari 2 miliar orang.
Namun siapa sangka, aplikasi WhatsApp di Afrika ternyata tidak begitu diminati. Sebab, pengguna di Afrika dilaporkan lebih memilih untuk menggunakan aplikasi WhatsApp versi modifikasi.
Informasi ini diketahui dari laporan Quartz beberapa waktu lalu. Laporan itu menyebutkan aplikasi modifikasi seperti GBWhatsApp dan YoWhatsApp ternyata lebih populer dari WhatsApp, Facebook dan Messenger.
Dikutip dari The Next Web via Tekno Liputan6.com, aplikasi modifikasi tersebut tidak tersedia di toko aplikasi. Oleh sebab itu, para pengguna mengunduhnya dari sumber yang tidak resmi, lalu membagikannya ke orang perangkat orang lain secara offline.
Adapun salah satu kemungkinan aplikasi modifikasi WhatsApp lebih populer dari versi aslinya adalah soal ketersediaan fitur di dalamnya.
Menurut laporan, aplikasi WhatsApp modifikasi ini memang hadir dengan fitur yang lebih beragam, mulai dari kemampuan password lock untuk percakapan tertentu, tema yang lebih variatif, file preview, hingga status yang dapat dipersonalisasi.
Meski menawarkan fitur yang lebih beragam, aplikasi WhatsApp modifikasi ini jelas tidak menawarkan keamanan seperti aplikasi aslinya. Untuk diketahui, aplikasi ini tidak mendukung percakapan yang dienkripsi, sehingga keamanannya tidak terjamin.
Dengan kondisi itu, bukan tidak mungkin, ada pihak lain yang dapat memantau percakapan di dalam aplikasi palsu tersebut.
Selain itu, WhatsApp dapat saja memblokir layanan tersebut, mengingat mereka telah melanggar layanan dan aturan perusahaan.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinus Mario Damar