WeChat bantah simpan riwayat obrolan pengguna
WeChat bantah simpan riwayat obrolan pengguna. WeChat mendapatkan tuduhan dari seorang pengusaha papan atas yang mengatakan bahwa aplikasi perpesanan miliknya telah memantau obrolan semua penggunanya. Tuduhan itu pun langsung dibantah oleh WeChat.
WeChat mendapatkan tuduhan dari seorang pengusaha papan atas yang mengatakan bahwa aplikasi perpesanan miliknya telah memantau obrolan semua penggunanya. Tuduhan itu pun langsung dibantah oleh WeChat.
“Kami tidak menyimpan riwayat obrolan pengguna manapun. Itu hanya tersimpan di ponsel, komputer, dan terminal para pengguna,” kata pihak WeChat dalam sebuah postingannya di platform media sosial.
“Itu hanya rumor, bila kami mengawasi Anda setiap hari adalah murni kesalahpahaman. Jadi, tolong jangan khawatir, privasi pengguna selalu menjadi salah satu prinsip terpenting kami,” tambah informasi dari postingan itu.
Sebelumnya, seperti dilaporkan Reuters dan Financial Times, Rabu (3/1), Li Shufu, Chairman Geely Holdings, pemegang lisensi merek mobil Volvo mengatakan kepada media China bahwa Chairman Tencent, Ma Huateng "memantau pesan kita di WeChat tiap hari."
Sama seperti media sosial di China, WeChat harus tunduk terhadap aturan terutama menyensor postingan publik yang dianggap illegal oleh partai komunis.
Sebagaimana diketahui, dalam kebijakan privasi yang tertulis di platformnya itu menjelaskan bahwa pihak WeChat mungkin akan perlu mempertahankan dan mengungkapkan informasi pengguna jika ada permintaan dari otoritas pemerintah, badan penegak hukum atau institusi yang serupa.
Di sisi lain, perusahaan teknologi di China pun merasakan menghadapi bentrokan antara privasi yang diharapkan pelanggan dan tuntuan regulator.
Terlepas dari itu, pengawas siber China pada September lalu mengumumkan sebuah peraturan baru. Peraturan baru itu yakni pertanggung jawaban admin group obrolan terhadap apa yang dibicarakan. Selain itu juga, perusahaan media sosial harus bertanggung jawab jika ada pelanggaran konten.
Pada bulan yang sama juga, perusahaan teknologi seperti Tencent, Baidu Inc, dan Weibo Corp dijatuhi hukuman. Ini karena mereka gagal menyensor konten yang telah menjadi aturan dan meminta mereka untuk meningkatkan tindakan audit konten.
Baca juga:
8 Alternatif mata uang kripto selain Bitcoin
Dilanda masalah finansial, CEO LeEco justru tak mau pulang ke China
iPhone jadi perangkat teknologi paling laris di 2017
Pecinta Apple ogah perusahaan keluarkan iPhone X varian gold
2018 sudah bergulir, WhatsApp masih aktif di platform BlackBerry 10?
Xiaomi Mi Max 3 bakal punya layar raksasa dan baterai super kuat!
5 Inovasi dan teknologi revolusioner yang ditemukan oleh bangsa Viking