Vidio Umumkan 15 Original Series Terbaru, Perkuat Posisi OTT Pilihan Indonesia
Vidio mengumumkan 15 judul original series terbaru yang bakal tayang perdana di paruh pertama 2023. Managing Director Vidio, Monika Rudijono mengatakan, pihaknya selalu berupaya menyuguhkan tayangan berkualitas untuk menghibur para penonton di mana saja dan kapan saja.
Vidio mengumumkan 15 judul original series terbaru yang bakal tayang perdana di paruh pertama 2023. Managing Director Vidio, Monika Rudijono mengatakan, pihaknya selalu berupaya menyuguhkan tayangan berkualitas untuk menghibur para penonton di mana saja dan kapan saja.
"Sebagai OTT lokal karya anak bangsa, kami memahami betul kebutuhan terhadap konten, sehingga mampu menghadirkan tayangan lokal yang sesuai dengan selera masyarakat," kata Monika saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/1).
Adapun 15 judul original series terbaru Vidio adalah Yolo, Katarsis, Love Ice Cream, Open BO, 96 Jam, Cinta Dua Masa, Di Bulan Suci Ini, Sajadah Panjang: Sujud Dalam Doa, Why?, My Nerd Girl Season 2, Children of D’Bijis, Suami-suami Masa Kini Season 2, Pertaruhan The Series Season 2, Virgin Mom Season 2, Turn On Season 2, dan Bestie Season 2.
Dengan konten-konten lokal yang disuguhkan, video mampu menorehkan beragam prestasi. Berdasarkan hasil riset Media Partners Asia 2022, Vidio mendominasi 40 persen dari daftar 10 tayangan lokal teratas Asia Tenggara dengan kehadiran Dear Dosenku, My Nerd Girl, Cool Boy vs Cool Girl, dan juga My Love My Enemy yang menduduki peringkat ke atas.
Sutanto Hartono, CEO Vidio mengatakan, ada banyak perbedaan Vidio yang jauh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, dalam perjalanan waktu pada akhirnya pihaknya bisa lebih memahami konten-konten apa saja yang digemari masyarakat Indonesia, sehingga kesuksesan bisa diraih saat ini.
"Jadi kami yakni di tahun ini, Vidio akan lebih baik lagi kualitas dan lebih variatif dari sisi penyajiannya. Kita berharap, keberadaan vidio bisa menjadi suatu motor untuk mengembangkan kreasi daripada seluruh artis, sutradara, penulis, dan produser di seluruh Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri. Pada akhirnya konten kita makin lama, makin berkualitas lagi," kata Sutanto.