LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

VC besar tidak diistimewakan di Amvesindo

Amvesindo dibangun oleh 12 PMV teknologi yang memiliki banyak portofolio di startup Indonesia

2016-06-08 11:12:00
Digital Startup
Advertisement

Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) yang dideklarasikan 13 Mei lalu menarik perhatian. Selain seolah-olah menjadi pesaing Asosiasi Modal Ventura (Amvi) yang lebih dulu eksis, asosiasi ini juga menghimpun perusahaan modal ventura (PMV) konvensional, PMV teknologi, dan startup sekaligus.

Nah, terkait PMV teknologi, Amvesindo dibangun oleh 12 PMV teknologi yang memiliki banyak portofolio di startup Indonesia. Sebut saja Ideosurce, Alpha JWC Ventures, Convergence Ventures, CyberAgent Ventures, East Ventures, Fenox Venture Capital, Kejora Ventures, MDI Ventures, Skystar Capital, SMDV, Sovereign’s Capital, dan Venturra.

Sementara PMV konvensional pendiri adalah PT Astra Mitra Ventura, Ventura Giant Asia, Celebes Artha Ventura, Mandiri Capital Indonesia, dan Pertamina Dana Ventura. Sedangkan startup pendiri, yakni Pinjam dan Veryfund.

Advertisement

Pertanyaannya, bagaimana Amvesindo mengelola kepentingan berbeda dari PMV konvensional, PMV teknologi dan startup? Kemudian, apakah PMV teknologi akan lebih istimewa kedudukannya dari yang lain?

Jefri R Sirait tersenyum simpul dengan pertanyaan dari Merdeka.com tersebut. Dia menjawab, ujian kami sudah ada sejak proses pendirian asosiasi ini. Tapi berhasil dilewatinya sehingga asosiasi bisa dideklarasikan oleh 73 anggota.

"Pendirian ini sederhana, saya hanya ketok palu. Tidak ada yang keberatan dari yang hadir dari semua kelompok tertentu. Kami mulai dengan kekuatan sendiri, bukan dengan kekurangan. Saling isi dengan sinergi," ujarnya.

Advertisement

Jefri pun mengisahkan saat proses awal pendirian Amvesindo, yang mana keinginan masing-masing sudah berbeda. Contohnya, tuntutan PMV teknologi soal perpajakan. Kemudian startup juga soal pajak dan insentif, sedangkan startup financial technology (fintech) mengeluhkan soal lending yang diatur, seperti bank.

"Ini contoh perbedaan yang sudah ada. Tapi di balik itu, kami ada persamaan, yakni kami butuh satu ekosistem yang kondusif dan affordable. Tegang pasti, tapi rileks penting," katanya meyakinkan.

Soal keistimewaan PMV teknologi, Jefri menjamin tidak ada PMV yang diistimewakan di asosisasi, sebab sudah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau AD/ART dalam hal hak dan kewajiban. Bahkan ada punishment bagi member yang tidak memenuhi kewajibannya.

Bahkan dalam proses pengambilan keputusan nanti, asosiasi memiliki mekanisme dengan mengandalkan hasil masukan dari komite-komite yang dibentuk di asosiasi. Bahkan komite-komite inilah yang menjadi roh asosiasi, sebab komite diisi oleh orang-orang yang kapabel di bidangnya masing-masing, termasuk para pakar, sehingga tidak ada kepentingan PMV tertentu yang menonjol.

"Asosiasi terdiri dari 7 pengurus intu, sehingga pasti dapat keputusan kalau terjadi voting, tapi kami juga mengedepankan musyawarah," tegasnya.

Edward Ismawan Chamdani, Bendahara Amvesindo, menambahkan semua PMV sama kedudukannya di asosiasi, tidak ada yang diistimewakan. "Saat pembahasan definisi UMKM antara PMV konvensional dan teknologi, misalnya, kami juga dengarkan dari PMV konvensional supaya mereka juga mendapat benefit dari situ," kata Edward.

Untuk diketahui, OJK lewat Peraturan No 35/2015 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Modal Ventura telah mengizinkan PMV hanya perlu dana kelolaan minimum Rp 1 miliar untuk mendanai UMKM atau startup. Sebelumnya dana kelola minimumnya Rp 25 miliar.

"Kami usulkan PMV berkontribusi Rp 1 miliar dan dana venturanya Rp 4 miliar, sehingga total dana kelolanya Rp 5 miliar. Ini baru bisa jalan untuk mendanai UMKM, yang disebut VC Micro," kata Edward yang berasal dari VC Ideosource.

Baca juga:
Ini tiga agenda Asosiasi VC dan Startup di tahun pertama
Menkominfo: Indonesia harus bersaing secara global di era digital
Perlu banyak program pre-startup untuk genjot 1000 startup di 2020
BeKraf bantu tingkatkan keberhasilan Pre-Startup
Situs e-commerce Pasar Tanah Abang targetkan jumlah transaksi 120M

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.