Twitter persempit sisi privasi seseorang
Karena setiap twit yang dituliskan dapat dibaca atau dikomentari siapa saja.
Pada dasarnya, jejaring sosial diciptakan untuk mempererat sesama teman dan kerabat di dunia maya, namun, khususnya di Twitter, banyak orang yang justru sering kali menuliskan sesuatu seakan situs tersebut adalah buku harian digitalnya.
Memang tidak seperti buku harian fisik pada umumnya, namun apa yang dilakukan oleh banyak twips -panggilan khusus untuk pengguna Twitter- lebih mirip dengan curahan hati atau curhat yang dia rasakan pada saat itu.
Bahkan menurut hasil penelitian seorang yang telah mempelajari seluk beluk di ekosistem sosial media bernama Humphreys, News.Cornell.edu (2010), mengungkapkan bahwa, dibandingkan dengan pria, ternyata kaum hawa lebih banyak curhat di account Twitter mereka.
"Namun tidak dapat menyalahkan para twips begitu saja karena Twitter memang telah menjadi satu hal yang memiliki sisi menarik tersendiri. Dengan twit-nya, para twips dapat mengabadikan momen yang mereka dapatkan, lihat dan rasakan melalui tulisan," jelas Humphreys.
Akan tetapi, apabila dibandingkan degnan buku harian fisik pada umumnya tentu saja memiliki satu sisi yang sangat berbeda. Buku harian fisik pada umumnya bersifat benar-benar pribadi dan mungkin hanya pemilik atau orang yang dikehendaki saja yang dapat membacanya, namun dengan Twitter, semua orang dapat membaca sekaligus mengomentari apa yang di-twit-kan pada saat itu.
Dalam tulisan di situs bernama Dualshow (2012), memang Twitter membawa suatu hal yang menarik, namun sisi privasi akan menjadi hilang tatkala tulisan atau curhatan tersebut sudah beredar di situs microblogging itu.
Sumber: Dualshow.com, News.cornell.edu, Adriandayton.com, Cnn.com, Digitaltrends.com(mdk/das)