Twitter mayoritas berisi ocehan kosong?
Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Pear Analytics pada tahun 2009
Twitter merupakan salah satu jejaring sosial terbesar saat ini ternyata mayoritas digunakan untuk mengunggah ocehan kosong tak berarti.
Hal ini berdasarkan data dari riset perusahaan Pear Analytics yang berhasil menganalisis sekitar 2 ribu tweet yang mayoritas berasal dari Amerika Serikat dan diunggah dengan menggunakan bahasa Inggris. Waktu pengambilan sampel tweet ini sendiri dilakukan selama dua minggu pada bulan Agustus 2009.
Hasil dari analisis tersebut menyatakan jika 40 persen dari tweet unggahan pengguna Twitter ternyata berisikan celotehan tak berarti.
Sementara 38 persen pengguna menggunakan social media Twitter sebagai media percakapan dengan temannya melalui fitur reply. Sedangkan kegiatan retweet unggahan tweet orang lain mencapai persentase sebesar 9 persen.
Selain itu, 4 persen unggahan tweet di Twitter ternyata merupakan spam dan 4 persen lainnya berisikan konten berita.
Namun penggunaan kata celoteh kosong yang diungkapkan dalam data penelitian Pear Analytics sempat ditentang oleh peneliti jejaring sosial bernama Danah Boyd.
Boyd menyebutkan jika sebaiknya 40 persen tweet di Twitter tersebut dinyatakan sebagai kesadaran periferal yang mana pengguna mengunggah tweet aktivitas ataupun perasaan yang mereka anggap orang lain ingin ketahui dan perlu ketahui.
(mdk/dzm)