TV berbayar sekadar pemanis internet rumah
TV berbayar sekadar pemanis internet rumah. Paket Internet Protocol TV (IPTV) atau tv internet dalam layanan Fiber to The Home (FTTH) ternyata bukan menjadi pertimbangan konsumen untuk memasang layanan.
Paket Internet Protocol TV (IPTV) atau tv internet dalam layanan Fiber to The Home (FTTH) ternyata bukan menjadi pertimbangan konsumen untuk memasang layanan.
Hal itu berdasarkan pernyataan dari Corporate Secretary Division General Manager PT Indosat Mega Media, Syachrial Syarif. Pernyataannya itu pun merujuk dari hasil survei yang diketahuinya.
Menurut hasil riset itu, kata Syachrial, konsumen yang berlangganan paket tv internet hanya 40 persen. Sementara, sisanya yakni 60 persen yang disurvei menyebutkan separuh dari itu tidak menginginkan untuk berlangganan.
“Ini seperti jadi pemanis orang-orang langganan FTTH,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Kamis (3/8).
Hal itu disebabkan, konsumen lebih suka menikmati layanan over the top (OTT) TV seperti YouTube, Netflix, dan lain sebagaianya. Maka tak heran jika separuh dari konsumen tak menjadikan IPTV pertimbangan untuk memasang FTTH.
“Pelanggan kami juga termasuk yang lebih suka konten internet seperti YouTube,” ungkap dia.
Meski begitu, dia mengakui pihaknya tetap akan menawarkan internet tv berbayar kepada para pelanggannya. Menurutnya, dengan adanya fitur tersebut dapat memancing calon konsumen untuk berlanggagan layanan FTTH. Karena itu Gig pun rencananya akan menghadirkan fitur televisi berbayar pada layanannya.
"Memang perlu ada televisi, tapi tidak mandatory. Rencananya kami akan menghadirkannya pada kuartal kedua tahun depan," katanya.
Baca juga:
Di Jabodetabek, Indosat Gig lebih sasar apartemen
Ke Miangas, Menkominfo tinjau BTS 4G
Halo-halo dari Arab pakai Telkomsel cuma Rp 6.000 per menit
Begini kinerja XL di kuartal kedua tahun 2017
SMA di Belitung dapatkan akses internet cepat
Konsolidasi operator perlu tetapi pemerintah harus punya andil
63 BTS di pelosok bakal dibangun Telkomsel tahun ini