Tren cinta digital? Sosmed makin populer jadi tempat PDKT
Satu dari delapan orang mengaku putus lewat SMS
Apakah Anda pernah memulai hubungan dari sosial media? Jika iya, Anda tidak sendiri. Karena berdasarkan penelitian broadbandchoices.co.uk, kini sosial media memang menjadi tempat PDKT favorit.
Berdasarkan survei terhadap sekitar 2000 orang dewasa, broadbandchoices.co.uk menemukan bila sekitar 50 persennya sudah meninggalkan PDKT cara lama, yakni menelepon atau bertemu langsung saat ingin mengajak calon pasangan berkencan. Mereka mengaku bila terlalu takut atau nervous untuk melakukan hal itu.
Sekitar satu dari lima responden mengaku menggunakan chatting via Facebook (Messenger) untuk PDKT atau ketika sudah menjalin hubungan. Bahkan, satu per empat dari mereka menggunakan sosmed seperti Snapchat untuk membangun image positif di depan orang yang mereka suka.
Menariknya, tren cinta digital itu juga berdampak negatif pada hubungan pasangan-pasangan tersebut. Hubungan via sosial media dituding dapat membuat pasangan mudah tidak 'nyambung' ketika membahas masalah serius.
Dari penelitian Universitas Birmingham, Inggris, wanita semakin sering menggunakan SMS atau chatting untuk meminta maaf kepada pasangan, berdebat, hingga membuat keputusan penting. Hal ini dianggap sebagai tanda ketidakbahagiaan yang dialami oleh si wanita.
Sementara itu, bagi laki-laki, penurunan frekuensi chatting atau SMS sering dikaitkan dengan hubungan yang tidak sehat.
Survei yang dilakukan broadbandchoices.co.uk pada orang dewasa di Inggris itu juga membuktikan bila kini satu dari delapan responden memilih untuk mengakhiri hubungan hanya dengan pesan singkat. Bahkan, sekitar tiga persen mengaku memposting pesan 'putus' di Facebook mereka yang bisa dilihat oleh publik, Daily Mail (04/12)
Apakah hal ini juga berlaku di Indonesia?
(mdk/bbo)