TikTok Melarang Iklan Politik Berbayar, Kenapa?
Aplikasi video TikTok mengatakan tidak akan mengizinkan iklan politik berbayar. TikTok beralasan, iklan politik berbayar tidak sesuai dengan pengalaman yang ingin diberikan kepada penggunanya.
Aplikasi video TikTok mengatakan tidak akan mengizinkan iklan politik berbayar. TikTok beralasan, iklan politik berbayar tidak sesuai dengan pengalaman yang ingin diberikan kepada penggunanya.
"Kami tidak akan mengizinkan iklan berbayar yang mempromosikan atau menentang kandidat tertentu, pemimpin negara saat ini, partai atau kelompok politik tertentu ,atau masalah di tingkat federal, negara bagian, atau lokal, termasuk iklan terkait pemilu, iklan advokasi, atau iklan isu politik lainnya," kata Blake Chandlee, wakil presiden Global Business Solutions TikTok dikutip dari Reuters, Jumat (4/10).
TikTok memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi video pendek dengan sejumlah efek khusus. Aplikasi ini terutama sangat populer di kawasan Asia Tenggara dan India.
Menurut sebuah laporan pada bulan Juli oleh South China Morning Post, TikTok mencapai angka 500 juta pengguna aktif bulanan secara global.
TikTok digemari oleh kalangan remaja dan pascamilenial, seiring dengan hadirnya sejumlah selebritas yang kerap menggunakan aplikasi ini, seperti Ariana Grande dan Katy Perry.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Mochamad Wahyu Hidayat
(mdk/faz)