Tiket.com belum berencana ganti domain dot id
"Kalau nanti diminta oleh pemerintah, jika semua perusahaan Indonesia berganti domain .id, maka kami akan turuti"
Co-founder & CTO Tiket.com, Natalie Ardianto, mengatakan jika pihaknya belum berencana mengganti domain Tiket.com menjadi Tiket.id. Muncul wacana akan mengganti domain menjadi dot id pernah dilontarkan oleh Chief Communication Officer (COO) Tiket.com, Gaery Undarsa, pada Agustus tahun 2015.
Saat itu, Gaery mengatakan jika pihaknya sedang mempersiapkan mengganti domain dot id. Rencana penggantian itu merupakan sebagai bukti bahwa Tiket.com adalah perusahaan Indonesia. Namun, untuk nama brand tetap menggunakan Tiket.com. Hanya soal alamat website saja yang berubah menjadi Tiket.id.
"Ooo.. enggak sih. Sampai saat ini kita masih dot com. Nama domain sendiri investasi gak kecil kan. Tapi memang kalau nanti diminta oleh pemerintah, jika semua perusahaan Indonesia berganti domain .id, maka kami akan turuti," ujar Natalie kepada Merdeka.com di Aston Rasuna Hotel, Jakarta, Senin (21/3).
Menurut Natalie, penggantian nama domain, bukanlah hal yang mudah, meskipun dirinya mengakui sudah mengantongi nama domain dot id untuk Tiket.com.
"Karena kalau ganti itu kan effortnya gede banget. Biaya marketing dan lain sebagainya. Jadi sementara kita fokus dengan domain dot com. Nama domainnya itu sebenernya udah punya, tapi tunggu moment aja sih," terangnya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) selalu mengampanyekan penggunaan domain dot id kepada seluruh perusahaan yang memiliki website. Hal ini sebagai bentuk identitas jika website tersebut dimiliki oleh orang Indonesia.
Baca juga:
Bos Tiket.com: Kami pengalaman handle jumlah trafik tiket lebaran
BKPM akui keluarkan izin investasi untuk penyedia aplikasi online
BeKraf sebut lanskap media berubah cepat
Ekspansi, start-up Indonesia YesBoss akuisisi start-up asal Filipina
Kurio dapatkan investasi USD 5 juta dari perusahaan aplikasi Jepang
Diusulkan diblokir, GrabCar bantah tak ikuti aturan pemerintah