LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Terus merugi, Intel pangkas 5,3 ribu karyawan

Sebanyak 5 persen karyawan ini terpaksa dirumahkan karena kondisi keuangan Intel yang tak lagi baik.

2014-01-18 13:58:00
Intel
Advertisement

Akibat makin lesunya penjualan komputer desktop di pasaran dunia, berbagai industri terkait pun terpaksa melakukan perampingan besar-besaran. Intel contohnya, mereka harus memangkas sejumlah karyawannya agar neraca keuangan terus positif.

Seperti yang dilansir oleh Mashable (18/1), hal ini pertama kali dilaporkan oleh Reuters setelah Intel mengeluarkan laporan keuangannya pada kuartal terakhir 2013. Dalam laporan tersebut, kondisi bisnis Intel dalam hal komputer desktop memang sudah tidak sekokoh dulu.

Akibatnya, lima persen karyawan Intel pun harus dipangkas pada tahun ini. Hal ini dilakukan guna membuat Intel terus hidup meski dalam segala keterbatasan.

Advertisement

Awal minggu ini, Intel juga menyatakan telah menunda rencana untuk mendirikan pabrik chip Fab 42 di Arizona senilai USD 5 miliar. Rencananya pabrik itu digunakan untuk memproduksi chip kelas atas dari Intel.

Terkait pemotongan karyawan ini sendiri, diperkirakan akan ada 5,3 ribu pekerja Intel yang akan kehilangan pekerjaannya. Itu merupakan 5 persen dari total pekerja Intel sebanyak 107 ribu.

Dominasi Intel di dunia chip sudah sejak lama sirna. Hal ini dikarenakan makin dekatnya kiamat PC yang menyebabkan produk mereka tak laris. Sementara, di sisi chip mobile juga susah untuk bersaing mengingat banyak rival seperti Qualcomm, Mediatek, hingga Exynos.

Advertisement
(mdk/nvl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.