Terungkap, korban kecanduan Google Glass pertama
Pria ini bahkan dalam mimpi merasa terus memakai Google Glass
Kecanduan terhadap gadget mulai mengalami pergeseran tren. Jika sebelumnya banyak yang melaporkan kasus-kasus kecanduan terhadap smartphone atau tablet, kini muncul kasus kecanduan baru akibat perangkat yang juga masih baru, yakni Google Glass.
Dikutip dari Daily Mail (14/10), seorang laki-laki yang yang bekerja sebagai mekanik di Angkatan Laut Amerika (US Navy) dinyatakan sebagai pasien kecanduan Google Glass pertama di dunia. Saking parahnya kecanduan yang dia derita, dalam mimpi-mimpinya pria tersebut membayangkan dirinya memakai wearable gadget buatan Google tersebut.
Kecanduan Google Glass yang dia alami juga berlangsung cukup cepat. Hanya dalam dua bulan sejak pria itu membeli Google Glass, dia sudah tidak bisa dilepaskan dari perangkat tersebut. Dalam satu hari setidaknya 18 jam dihabiskan dengan memakai Google Glass. Pria itu bahkan hanya melepas Google Glass saat tidur atau mandi saja.
Dokter di program kecanduan US Navy (SARP) menyatakan bila mekanik tersebut akan mengalami frustasi yang ditambah dengan rasa tidak nyaman parah saat tidak bisa memakai Google Glass.
"Pasien tersebut tercatat terus memegangi dahi dengan tangan kanannya serta terus mengetuk-ketukkan jari telunjuknya (saat tidak memakai Google Glass)," ungkap dokter SARP.
Menurut pria tersebut, rasa frustasi tersebut kerap muncul ketika dirinya dilarang memakai Google Glass saat bekerja. Jika hal tersebut terjadi, dia mengaku menjadi sangat temperamental dan suka berargumen.
Untuk mengurangi kecanduan Google Glass-nya, dokter memasukkan pria tersebut dalam program rehabilitasi selama 35 hari. Langkah ini sangat diperlukan mengingat dokter SARP juga menemukan masalah kejiwaan lain pada pria tersebut, antara lain OCD (Obsessive Compulsive Disorder), fobia sosial, dan kecanduan rokok serta alkohol.
(mdk/bbo)