Terinspirasi piramida, peneliti buat semen ramah lingkungan
Diperkirakan piramida juga dibangun dengan semen yang kuat.
Dalam sebuah penelitian, Michel Barsoum dan timnya dari Drexel University menemukan fakta bahwa pembangunan piramida di Mesir pada masa lalu tak sepenuhnya menggunakan tumpukan batu saja. Diduga, semen juga ikut digunakan agar bangunan menjulang di tengah Sahara tersebut tetap kokoh selama-berabad-abad.
Seperti yang dilansir oleh LiveScience (23/7), fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Barsoum dan kelompoknya. Dirinya pun mencoba untuk mengetahui apa saja material yang bisa digunakan sebagai semen pada masa itu dan kemungkinannya untuk diterapkan pada saat ini.
Dengan adanya semen ini, diharapkan mampu mengurangi ketergantungan dunia terhadap semen Portland biasa. "Semen Portland biasa (OPC) mengakibatkan 5 sampai 8 persen produksi CO dan memakan banyak energi," terang Alex Moseson, anggota peneliti.
Diduga, semen di piramida merupakan semen Greenstone yang memiliki unsur alkali aktif. Hal ini membuat semen Greenstone tak perlu dipanaskan saat pembuatannya.
Bahkan, fakta menunjukkan bahwa semen ini dibentuk dari bahan-bahan daur ulang yang sudah dipanaskan sebelumnya. Adapun bahan tersebut di antaranya adalah Pozzolan buatan yang merupakan hasil dari pembakaran batu bara di cerobong asap. Ini merupakan hasil sampingan dari proses pengubahan bijih besi menjadi besi.
Hasilnya, semen Greenstone tak perlu membuang banyak energi untuk pemanasan seperti apa yang terjadi kepada semen Portland biasa. Tercatat, Greenstone 97 persen lebih ramah lingkungan dari pada semen Portland.
Melihat adanya potensi atas hal ini, peneliti pun kemudian mencoba mengembangkannya dengan skala yang lebih besar. Bekerjasama dengan beberapa pekerja di India, Moseson ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat di sana dengan membuat semen ramah lingkungan ini.
Memang, piramida hingga kini masih menyimpan banyak misteri. Salah satunya, ternyata masih bisa digunakan untuk teknologi masa kini.
(mdk/nvl)