Tak ingin Messenger tersaingi, Facebook blokir aplikasi chatting ini
Facebook menggunakan cara 'curang' agar aplikasinya tidak tersaingi
Aplikasi messaging terbesar memang dipegang oleh WhatsApp. Sedangkan di belakang WhatsApp ada aplikasi Messenger milik Facebook dengan 800 juta pengguna aktif setiap bulannya. Namun selain 2 aplikasi tersebut, masih ada Line, BBM, Skype, hingga Telegram yang juga banyak digunakan oleh masyarakat dunia.
Karena banyaknya persaingan, ada kabar bahwa Facebook menggunakan cara 'curang' agar aplikasinya tetap banyak digunakan orang. Sebuah aplikasi messaging India yang bernama Hike, baru-baru ini mengatakan bahwa Facebook memblokir iklannya.
Hike memang mencoba iklan di Facebook untuk ajang promosi dan memperkenalkan ke banyak orang, namun Facebook mencegahnya.
"Pengiklan mempunyai pilihan untuk mengaktifkan opsi send people to your website. Tetapi, beberapa minggu yang lalu, kami diblokir untuk menggunakan opsi ini, sementara opsi lainnya masih tersedia," ujar juru bicara Hike.
Perusahaan ini juga telah menghubungi Facebook untuk mengonfirmasi permasalahan. Hasilnya, Facebook mengatakan bahwa "Ada produk dan jasa tertentu yang tidak dapat diiklankan di Facebook-salah satunya adalah Hike. Maaf, Anda tidak bisa menjalankan iklan tersebut."
Kasus seperti ini memang bukan pertama kalinya dilakukan oleh Facebook. Bulan lalu, aplikasi messaging bernama Telegram juga dihalangi di WhatsApp. Pengguna tidak akan bisa mengirim link Telegram di aplikasi messaging milik Facebook tersebut di Android.
Baca juga:
Miris, bocah ini bangga pamerkan kondom di medsos
Banyak fitur baru, aplikasi Facebook Messenger laris manis
Pria ini tikam istri sebab keranjingan Facebook
Ganti foto profil, De Gea buat Fans MU blingsatan
Cuma Hoax, Mark Zuckerberg tak akan beri uang ke Facebookers